Saya ada satu cerita. Setelah Lu Dongbin menjadi dewa, ia ingin mewariskan kekuatan gaibnya kepada seorang murid yang bermoral baik. Ia memikirkan sebuah rencana dan merubah dirinya menjadi seorang tua yang menjual bakpau. Ia memasang satu tulisan di kiosnya: “Satu koin, satu bakpau; dua koin, makan sepuasnya.”
Banyak orang datang membeli dagangannya hari itu, tetapi tidak ada yang membayar satu koin untuk satu bakpau. Hari semakin larut. Seorang anak muda datang dan membayar satu koin, memakan satu bakpau, dan meninggalkan tempat. Lu Dongbin sangat senang, mengejarnya dan bertanya pada anak muda itu, “Mengapa kamu tidak membayar dua koin dan bisa makan sepuasnya?” Anak muda itu menjawab dengan menyesal, “Saya hanya mempunyai sisa satu koin saja.”
Lu Dongbin mendesah dan terbang ke langit. Setelah itu ia tidak pernah menerima seorang murid pun sepanjang hidupnya. Bahkan seorang dewa pun sulit menemukan seseorang yang tidak serakah dan memikirkan orang lain sebelum melakukan sesuatu.
Di dalam kehidupan kita sehari-hari, semua orang sibuk memikirkan untuk bertahan hidup dan berusaha untuk hidup lebih baik. Orang-orang terpusat pada kepentingan dan nafsu keinginan diri sendiri, yang kemudian berubah menjadi semakin besar, kadang tak sadar bahwa tindakan atau ucapannya bisa merugikan orang lain.
Seorang yang berkultivasi moral mempunyai standar yang lebih tinggi. Kita harus berusaha meningkat sampai level di atas orang biasa dan mempertahankan kemurnian seperti bunga lotus yang mekar di atas kolam berlumpur. Kultivasi berarti melepaskan segala jenis keinginan dan keterikatan. Kita harus terus berasimilasi pada sifat sifat luhur Sejati, Baik, Sabar sampai kita mencapai pemahaman yang benar dari arti tidak mementingkan diri sendiri dan mengutamakan orang lain.
(id. minghui.org)
Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
