Dizi Gui (弟子 规) (Standar untuk menjadi siswa dan anak yang baik) adalah buku pelajaran Tiongkok kuno untuk anak-anak yang mengajarkan nilai-nilai moral dan etiket. Buku itu ditulis pada masa Dinasti Qing dibawah pemerintahan Kaisar Kangxi (康熙帝) (1661-1722) oleh Li Yuxiu.
Dari buku klasik kuno ini, orang masih dapat menemukan permata kebijaksanaan yang tertinggal dan secara mengejutkan tetap relevan bagi masyarakat modern kita. Sebuah pelajaran baru diulas didalam setiap topik.
Menurut Dizi Gui: “Saat melihat orang lain baik, berpikirlah untuk meneladani mereka. Bahkan jika jauh ketinggalan dari mereka, anda secara bertahap bisa meningkat. Melihat orang lain jahat, lakukanlah instropeksi diri. Jika sama dengan mereka segera perbaiki; jika tidak maka mawas diri.”
Bahkan jika seseorang telah melakukan kesalahan, dia masih bisa memiliki masa depan yang cerah jika dia benar-benar berubah menjadi lebih baik dan mengikuti nasihat baik.
Refleksi diri adalah bagian penting dari memperbaiki diri sendiri — dengan melakukan hal itu dengan rajin setiap hari, karakter seseorang secara bertahap akan mengalami peningkatan yang luar biasa.
Refleksi tidak harus dari pikiran dan tindakan kita sendiri, kita juga bisa belajar dengan mengamati orang lain di sekitar kita. Pikirkan tentang panutan anda atau contoh buruk — bagaimana kita bisa belajar darinya?
Bahkan orang terburuk pun bisa menjadi yang terbaik dengan rajin berefleksi dan memperbaiki diri. “Zhou Chu (周 处) Menyingkirkan Tiga Kejahatan”, sebuah cerita terkenal dari Dinasti Jin Tiongkok, menggambarkan dengan tepat hal ini.
Zhou Chu Menyingkirkan Tiga Kejahatan
Sebagai seorang anak, Zhou Chu kurang diajarkan disiplin oleh orangtuanya dan dia tumbuh menjadi seorang pemberontak jahat yang pemarah. Dia kuat seperti lembu dan suka bertarung, sering mengganggu dan menakuti penduduk desa untuk mendapatkan apa yang dia mau. Karena itu, orang-orang memandang rendah dan takut kepadanya.
Suatu hari, Zhou Chu melihat betapa sedihnya para penduduk desa. Karena bingung, dia bertanya kepada mereka penyebabnya.
Seorang tetua desa menjawab, “Ada tiga kejahatan di daerah kami ini. Bagaimana kami bisa bahagia?”
“Kejahatan apakah itu?” tanya Zhou.
“Makhluk jahat pertama adalah harimau di pegunungan selatan yang telah melukai banyak orang. Makhluk jahat kedua adalah naga kejam di sungai, yang memangsa warga dan ternak. Maafkan saya, makhluk jahat ketiga adalah kamu!”
Ini adalah pertama kalinya seseorang mengatakan kepada Zhou secara blak-blakan apa yang orang pikirkan tentang dia. Zhou diam ketika mencerna ucapan ini. Setelah beberapa lama, dia berkata, “Saya akan menyingkirkan tiga kejahatan ini!”
Pertama Zhou pergi ke gunung dengan membawa pisau. Setelah pertarungan sengit, dia membunuh harimau. Kemudian dia melompat ke sungai untuk mencari naga. Naga bertarung dengannya selama tiga hari tanpa tanda-tanda menyerah, tetapi Zhou bahkan makin semangat. Setelah tiga hari, dia akhirnya membunuh naga.
Ketika penduduk desa melihat bahwa Zhou tidak kembali setelah tiga hari, mereka mengira dia sudah mati. Dengan gembira mereka merayakan musnahnya tiga kejahatan.
Saat itu juga, Zhou kembali dan melihat penduduk desa sedang berpesta. Dia menyadari betapa orang-orang membencinya dan merasa sangat malu. Tetapi ini memperkuat tekadnya untuk memperbaiki dirinya sendiri.
Zhou memutuskan untuk berkonsultasi dengan dua orang bijak, Lu Ji (陆 机) dan Lu Yun (陆云) (cucu dari Jenderal Lu Xun (陆逊). Lu Ji dan Lu Yun sangat dihormati karena kecerdasan, kebaikan dan kepedulian mereka terhadap kesejahteraan orang lain. Mereka dianggap sebagai panutan dalam hal karakter moral.
Zhou pergi ke rumah mereka dan bertemu dengan Lu Yun. Setelah menceritakan kisahnya kepada Lu Yun, dia bertanya, “Saya benar-benar ingin berubah, tetapi saya sudah tidak muda lagi. Apakah saya masih sempat?”
Lu Yun memberi semangat kepadanya dengan berkata, “Ada pepatah kuno yang mengatakan bahwa jika anda menyadari kesalahan di pagi hari, anda dapat memperbaikinya menjelang malam hari.” Anda memiliki masa depan yang panjang di depan. Anda harusnya khawatir karena tidak mempunyai tujuan hidup yang jelas, untuk apa khawatir tentang reputasi anda saat ini?”
Nasihat Lu sangat menyemangati Zhou dan ia mulai belajar keras dan memperhatikan perilakunya sendiri.
Dalam setahun, reputasinya benar-benar telah berbalik. Banyak pejabat tingkat kabupaten dan kota merekomendasikan agar ia menjadi pejabat. Selama tiga puluh tahun berikutnya, Zhou memegang banyak posisi dan telah menjadi pejabat ulung dan rajin. Dia kemudian menjadi seorang jenderal teladan.
Meskipun memiliki reputasi buruk di awal, Zhou Chu memiliki tekad untuk mengubah dirinya sendiri. Dengan mengikuti nasihat dan teladan orang lain, ia berubah dari pemuda yang buruk menjadi pejabat dan jenderal yang loyal serta jujur.
Bahkan jika seseorang telah melakukan kesalahan, dia masih bisa memiliki masa depan yang cerah jika dia benar-benar berubah menjadi lebih baik dan mengikuti nasihat baik. Di mana ada kemauan di situ ada jalan, selama seseorang bertekad dan mulai melakukan hal yang benar. (Jade Pearce/epochtimes/sia/eva)

