Site icon NTD Indonesia

Hikayat Cerdik Tiongkok Kuno (5): Abu di Dalam Mulut Babi

©freepik

Pada zaman Samkok, ada seorang pejabat dari negara Dong Wu bernama Zhang Ju suatu hari harus menyelidiki sebuah kasus dimana sebuah rumah tiba-tiba terbakar, si suami tewas terlalap api, sedangkan istrinya selamat tanpa terluka.

Oleh karena hubungan suami isteri tersebut selama ini kurang harmonis, para tetangganya mencurigai si isteri telah membunuh suami membakar rumah tersebut. Maka berdasar dugaan ini, mereka melapor kejadian ini ke pengadilan.

Zhang Ju memanggil si perempuan dan sesuai delik aduan itu ia mengusut kasus perkara tersebut, kecurigaan terhadap perempuan itu sangat besar, namun tanpa ditunjang bukti konkret, bagaimana bisa mengadilinya?

Tiba-tiba terpikir oleh Zhang Ju sebuah cara jitu. Pertama-tama ia mengutus orang mengambil 2 ekor babi, seekor langsung disembelih, sementara yang lainnya diikat dengan tali, lalu kedua ekor babi tersebut secara bersamaan dibakar di atas tumpukan kayu bakar, tak lama kemudian jadilah dua ekor babi panggang.

Setelah Zhang Yu memeriksa mulut-mulut babi tersebut ditemukan, di dalam mulut babi yang langsung disembelih tidak terdapat abu, sedangkan babi yang langsung dipanggang hidup-hidup itu di dalam mulutnya terdapat abu.

Setelah itu ia mengutus petugas pengadilan untuk memeriksa si suami yang tewas terbakar apakah di dalam mulutnya terdapat abu? Ternyata, tidak ada! Ini menandakan sewaktu api membakar rumah tersebut, sang suami sudah meninggal atau dibunuh duluan, ini membuktikan telah terjadi pembunuhan kemudian pembakaran, di hadapan bukti kuat, si perempuan tak dapat menyangkal lagi dan ia terpaksa mengakui dosanya. (Minghui School/whs)