Budaya

Hua Tuo dan Keajaiban Medisnya (Bagian 1)

Hua Tuo @Wikimedia Commons
Hua Tuo @Wikimedia Commons

Hua Tuo adalah seorang dokter pengobatan tradisional Tiongkok terkenal dari akhir Dinasti Han Timur.

Sayangnya, sangat sedikit yang diketahui tentang latar belakang dokter legendaris ini atau tahun-tahun awalnya dalam catatan sejarah yang ada. Namun, dalam catatan sejarah dan legenda, keterampilan medis Hua Tuo sangat mempesona dan cemerlang.

Setiap individu yang mengolah watak mereka mereka dan terlatih dalam seni tinggi dapat memiliki kemampuan supernormal dan memiliki “Mata Surgawi” yang terbuka dan dapat melihat ke dalam tubuh manusia, melihat nasib seseorang, dan memprediksi kematiannya. Hua Tuo berhasil mengembangkan dirinya dan memiliki kemampuan tinggi ini.

Mencari orang bijak untuk mendapatkan Tao lebih baik daripada memiliki reputasi duniawi

Hua Tuo dan Cao Cao, yang merupakan penguasa Negara Wei, berasal dari desa yang sama di Kabupaten Qiao di Negara Bagian Pei. Hua Tuo memiliki temperamen yang tenang dan cerdas serta bersemangat untuk belajar. Meskipun dia akrab dengan klasik, dia lebih suka menghabiskan waktunya untuk mempelajari alkimia dan kultivasi. Dia sering mengunjungi gunung dan gua terkenal, mencari keabadian untuk mendapatkan Tao.

Sebuah cerita menarik telah dicatat dalam teks sejarah Zhong Cang Jing yang menguraikan legenda pengalaman aneh Hua Tuo di pegunungan dan bagaimana ia memperoleh buku-buku dari orang bijak.

Suatu hari, Hua Tuo berjalan-jalan di pegunungan setelah minum. Dia sedikit mabuk, jadi dia beristirahat di depan gua kuno di Gunung Gongyi. Selama waktu ini, dia tiba-tiba mendengar seseorang berbicara tentang metode penyembuhan penyakit. Hua Tuo merasa aneh dan diam-diam mendekati pintu masuk gua untuk menguping.

Setelah beberapa saat, dia mendengar seseorang berkata: “Hua Tuo ada di dekat sini. Kita bisa mempercayakan dia dengan alkimia penyembuhan ini.” Kemudian, suara lain dengan sengaja berkata: “Hua Tuo pada dasarnya serakah dan tidak memiliki belas kasihan terhadap makhluk hidup, jadi bagaimana anda bisa menyerahkan alkimia kepadanya?”

Ketika Hua Tuo mendengar ini, dia terkejut dan berkeringat dingin. Dia segera melesat masuk ke dalam gua dan mencoba membela diri. Akan tetapi, dia melihat dua pria yang lebih tua duduk di dalam. Mereka mengenakan topi jerami di kepala mereka dan menatap Hua Tuo dengan senyuman.

Hua Tuo buru-buru membungkuk ke depan dengan hormat dan berkata: “Saya baru saja mendengar dua orang bijak berbicara tentang alkimia penyembuhan. Saya sangat ketika saya mendengarkannya. Selain itu, saya juga suka belajar Tao, yang dapat membantu orang. Namun, saya tidak dapat menemukan cara yang efektif dan merasa bersalah di dalam hati saya. Saya harap kedua orang bijak di sini dapat memahami ketulusan saya. Tolong bukakan kebijaksanaan saya, dan saya akan hidup sesuai dengan kebaikan selama sisa hidup saya”.

Pada saat ini, orang tua yang duduk di posisi atas berkata: “Kami tidak akan ragu untuk mengajarkan anda Tao yang ada, ketika anda menyelamatkan orang, anda tidak membedakan antara kaya dan miskin, tidak menerima suap, tidak takut bekerja keras, kasihanilah yang tua dan yang lemah, dan ini akan menyelamatkanmu dari bencana di masa depan.”

Hua Tuo dengan cepat berterima kasih kepada mereka dan berkata: “Saya akan mengingat kata-kata anda, mengingatnya untuk setiap kata, dan melakukan sesuai dengan ajaran anda.”

Kedua orang bijak itu kemudian menunjuk ke sisi timur gua dan dengan tersenyum berkata kepada Hua Tuo: “Ada sekotak buku di atas ranjang batu; Anda dapat mengambilnya sendiri dan keluar dari sini dengan cepat. Jangan tunjukkan kepada orang biasa, dan rahasiakanlah.”

Hua Tuo melangkah maju untuk mengambil buku-buku itu, dan ketika dia berbalik, kedua orang bijak itu tidak terlihat di mana pun. Hua Tuo buru-buru meninggalkan gua. Saat dia melangkah keluar dari gua, awan gelap tiba-tiba datang, hujan lebat mengguyur, petir membahana, dan gua itu langsung runtuh.

Ternyata pencarian pengasingan Hua Tuo adalah untuk mencari Tao. Sekarang dia memiliki keberuntungan untuk mendapatkan buku-buku itu, dan ketika pejabat tinggi Huang Wan merekomendasikan dia untuk menjadi pejabat, dia tidak menerima jabatan itu dan lebih mengabdikan diri untuk kesehatan rakyat.

Mampu melihat menembus tubuh manusia dan menghilangkan parasit

Metode pengobatan Hua Tuo yang dijelaskan dalam biografi sejarah tampaknya jauh lebih dari sekadar “melihat, mendengar, bertanya, dan mengetahui” pengobatan tradisional Tiongkok generasi selanjutnya.

Ketika Hua Tuo sedang bepergian dengan kereta, dia melihat seorang pria di pinggir jalan. Keluarga pria itu ingin membawanya ke dokter dengan kereta. Pria itu mengalami masalah menelan makanan karena tenggorokannya tersumbat. Pria itu merintih kesakitan. Hua Tuo tidak tahan melihat pria itu mengerang, jadi dia menghentikan keretanya dan memeriksa kondisinya.

Hua Tuo segera memberi tahu pria itu: “Penjual biskuit di pinggir jalan menjual cuka yang diasinkan dengan bawang putih dan daun bawang; Belilah tiga liter dan minumlah, setelah itu anda akan baik-baik saja.” Kemudian keluarga pria itu melakukan apa yang Hua Tuo suruh mereka lakukan.

Setelah meminum cuka, pria itu langsung memuntahkan benalu dan penyakitnya pun sembuh. Dengan sekali pandang pada pria itu saja, Hua Tuo dapat mengetahui dan memberitahu bahwa ada parasit di perut pria itu.

Kasus medis aneh lainnya juga terkait dengan parasit di perut pasien.

Cheng Deng, kepala prefektur dari Prefektur Guangling, merasa sakit. Dia merasa tidak nyaman di dadanya, pipinya memerah, dan tidak bisa makan. Hua Tuo memeriksa nadinya dan memberitahunya: “Ada beberapa liter  parasit di perutmu, dan mereka telah tumbuh menjadi tumor. Itu terjadi karena kamu selalu suka makan ikan mentah.”

Hua Tuo segera membuatkannya dua liter jamu. Cheng Deng minum satu liter terlebih dahulu, diikuti dengan sisa perawatan kemudian. Setelah minum obat, Chen Deng memuntahkan tiga liter parasit. Parasit dari ikan mentah masih menggeliat. Setelah itu, Cheng Deng sembuh dari penyakitnya.

Namun, Hua Tuo berkata kepada Cheng Deng: “Penyakit seperti ini akan kambuh tiga tahun kemudian, dan jika kamu dapat menemukan dokter yang baik saat itu, dia mungkin akan menyelamatkanmu.”

Seperti yang diperkirakan, penyakit Cheng Deng kambuh tiga tahun kemudian. Namun sayangnya, Hua Tuo tidak ada di tempat, ia sedang memanen obat di gunung, dan Cheng Deng akhirnya meninggal dunia.

Ada dua hal mengejutkan terkait kasus medis ini. Pertama, Hua Tuo mendiagnosis ada parasit di perut Cheng Deng hanya dengan memeriksa nadinya, dan penyebab penyakitnya adalah memakan ikan mentah. Kedua, Hua Tuo juga meramalkan bahwa Cheng Deng akan jatuh sakit tiga tahun kemudian, dan tanpa seorang dokter yang baik di sisinya, dia akan mati.

Diagnosis Hua Tuo menunjukkan bahwa dia memiliki kekuatan penglihatan surgawi yang dalam kasus Cheng Deng, dia bisa melihat ke dalam perut Cheng Deng dan juga memprediksi kematian Cheng Deng.

Kronik penyembuhan dan prediksi kematian

Kasus-kasus medis yang tercatat dalam Chronicles of the Three Kingdoms menjadi semakin luar biasa saat anda mempelajari teks lebih dalam. Kasus Hua Tuo yang merawat Li Cheng, seorang pejabat militer, sebenarnya meramalkan kematian Li Cheng 18 tahun kemudian.

Li Cheng telah menderita batuk untuk waktu yang lama. Dia tidak bisa tidur siang atau malam dan sering mengeluarkan nanah dan darah. Dia pergi ke Hua Tuo untuk meminta nasihat. Hua Tuo memberi tahu Li Cheng: “Anda memiliki tumor di usus anda, dan apa yang anda keluarkan saat batuk tidak berasal dari paru-paru anda. Saya akan memberi anda dua dosis obat bubuk.

Setelah meminum obat ini, anda akan memuntahkan lebih dari dua liter nanah dan darah. Istirahatlah dengan baik. Anda akan masih terbangun sebentar dalam sebulan ini. Berhati-hatilah, dan anda akan mendapatkan kembali kesehatan anda dalam setahun. Namun, akan ada serangan lain dalam delapan belas tahun. Ambil bubuk obat ini, dan anda akan segera sembuh. Kamu akan mati jika kamu tidak memiliki obatnya.” Jadi dia memberi Li Cheng dua dosis obat.

Lima tahun kemudian, kerabat Li Cheng jatuh sakit, dan kondisinya mirip dengan yang dideritanya sebelumnya. Kerabat itu berkata kepada Li Cheng: “Saat ini kamu sedang sehat, sedangkan aku sekarat. Tegakah kamu melihat aku seperti ini tanpa obat? Mengapa kamu tidak meminjamkan saya obat? Saat aku sembuh, aku akan pergi dan mengambil obat dari Hua Tuo untuk mengembalikannya padamu.”

Li Cheng akhirnya memberikan obat itu kepada kerabatnya, yang kemudian sembuh. Kemudian, kerabat itu pergi ke Kabupaten Qiao untuk mencari Hua Tuo. Saat itu, dia Hua Tuo telah dipenjara oleh Cao Cao karena kesalahfahaman Cao Cao waktu Hua Tuo ingin melakukan operasi pada tumor di otaknya, mengira Hua Tuo ingin membunuhnya, sehingga menjebloskan Hua Tuo di penjara, sehingga dia tidak bisa menghampirinya untuk meminta obat. Pulang dengan tangan hampa, sang kerabat meminta maaf kepada Li Cheng.

Delapan belas tahun kemudian, penyakit Li Cheng kambuh, dan tidak ada obat yang harus diminumnya sehingga dia akhirnya meninggal.

Dari pengobatan tradisional Tiongkok hingga kemampuan Hua Tuo untuk melihat melalui tubuh manusia dan akhirnya memprediksi akhir hidup pasien, Chen Shou, seorang sejarawan Tiongkok yang terkenal karena karya besarnya Records of the Three Kingdoms, meneruskan kisah-kisah luar biasa ini kepada generasi selanjutnya. (nspirement) (bersambung)

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI