Bisakah anda tahu gerakan mana yang berasal dari tarian, dan mana yang berasal dari seni bela diri?
Selama ribuan tahun peradaban Tiongkok, tarian dan seni bela diri memiliki nama yang hampir sama. Itu karena karakter Tiongkok untuk tarian (舞) dan seni bela diri (武) keduanya diucapkan wǔ.

Perbedaan dalam bagaimana karakter ditulis menjelaskan perbedaan dalam maknanya. Ketika Anda memisahkan karakter untuk wǔ (武) yang berarti seni bela diri, sisi kanan menyerupai karakter gē (戈) yang mewakili kapak belati, sedangkan sisi kiri adalah komponen zhǐ (止) yang berarti berhenti. Dengan demikian karakter ini dapat diartikan sebagai menghentikan serangan lawan, atau bisa juga diartikan menggunakan senjata (memulai dan menghentikan gerakannya) dengan cara yang paling efektif dan kuat.
Di sisi lain, karakter rumit untuk wǔ (舞) yang berarti menari awalnya adalah gambar lengan orang dan seiring waktu berevolusi menggambarkan kaki juga.

Namun keterkaitan ini lebih dari sekedar nama. Anda mungkin telah menyaksikan master kung fu legendaris yang melakukan pukulan fists of fury yang bergerak cepat di udara melakukan teknik-teknik spektakuler dengan nama-nama bertema alam (“kupu-kupu”, “tendangan lotus”, “tornado”). Tahukah Anda bahwa gerakan ini juga ditemukan dalam tarian Tiongkok?
Tarian dan seni bela diri Tiongkok berbagi posisi dan postur yang mirip, dan teknik mereka membutuhkan kelenturan, koordinasi, dan ketangkasan. Anda juga mungkin melihat senjata tradisional seperti tongkat, tombak, pedang, dan sebagainya digunakan dalam seni bela diri dan tarian Tiongkok.

(@Shen Yun Performing Arts)
Ketika seni bela diri pertama kali muncul di Tiongkok ribuan tahun yang lalu, salto dan tekniknya sangat memengaruhi bentuk seni lainnya, termasuk opera dan tarian Tiongkok. Bentuk-bentuk seni ini mengambil gerakan yang awalnya dimaksudkan untuk pertempuran dan mengubahnya menjadi sarana hiburan untuk berbagai perayaan, dari festival jalanan hingga perjamuan kekaisaran. Seiring waktu, seni bela diri dan tarian Tiongkok tumbuh menjadi bentuk seni yang komprehensif dan terpisah seperti yang kita kenal sekarang. Seni bela diri mengutamakan kecepatan, kekompakan dan kegunaan, sedangkan tarian Tiongkok klasik mengutamakan keindahan, keagungan dan ekspresi.
Di antara kedua wu, kita dapat melihat luasnya dan keragaman kehidupan kuno di Tiongkok.
