Budaya

Jiang Xinhui Mengajarkan Prinsip Langit Melalui Kematian Putranya

©freepik

Saat pemerintahan Kaisar Qianlong memasuki tahun ke-54, Jiang Xinhui menjadi gubernur kota Yiliang di Diannan. Peristiwa pembunuhan terjadi di kota itu. Korbannya berasal dari keluarga miskin. Pelaku pembunuhan itu berasal dari keluarga yang kaya dan berkuasa, yang menawarkan sogokan kepada Jiang Xinhui supaya kasus ini tidak diusut. Jiang menolak sogokan tersebut, tetapi putranya menerimanya secara rahasia tanpa memberitahunya.

Keesokan harinya, putranya pergi wisata ke gunung bersama kawan-kawannya. Sebongkah batu besar menimpanya dan ia meninggal seketika. Jiang Xinhui merasa sedih. Ketika membereskan kamar sang putra, Jiang Xinhui menemukan uang sogokan yang diterima putranya. Jiang segera melupakan kesedihannya. Ia memutuskan untuk tidak menyembunyikan apa yang telah dilakukan putranya dan memberitahukan kepada orang-orang secara terbuka. Masyarakat semakin memahami dan takut untuk berbuat dosa.

Meskipun Jiang Xinhui menyayangi putranya, ia menjadi lebih mengerti prinsip-prinsip tentang bagaimana menjadi seorang manusia dan hendak menggunakan peristiwa yang menimpa putranya untuk mendukung prinsip “berbuat baik akan menuai keberuntungan, dan berbuat tidak lurus akan menuai musibah.” (clearwisdom/chr)

slot gacor

situs slot gacor