Budaya

Jun Zi: Ajaran Konfusius Tentang Menjadi Orang Terhormat

Konfusius (Image: courtesy of artist Zhang Cuiying)
Konfusius (Image: courtesy of artist Zhang Cuiying)

Jun Zi, sebuah istilah Tiongkok kuno, menggambarkan seorang pria berbudi luhur yang selamanya berjuang untuk menyempurnakan karakternya melalui kebajikan dan moralitas; biasa disebut sebagai orang terhormat.

 “Seorang pria sejati perlu memiliki kualitas JunZi, yaitu berbicara lebih sedikit dan berbuat lebih banyak, selalu membantu orang lain yang membutuhkan, dan memiliki keberanian untuk mengakui dan memperbaiki kesalahannya,” kata Mr. William Li, kepala sekolah tari Shen Yun, dalam sebuah wawancara.

Shen Yun, sebuah perusahaan seni pertunjukan terkenal yang berbasis di New York, bertujuan untuk menghidupkan kembali budaya tradisional Tiongkok dari lima ribu tahun lalu yang hampir hilang akibat Revolusi Kebudayaan.

Jun Zi adalah konsep penting dalam budaya tradisional Tiongkok. Ini adalah konsep inti dalam Konfusianisme, sebuah pemikiran filosofis yang tetap berpengaruh di seluruh Tiongkok sepanjang sejarah Tiongkok.

Konfusius adalah seorang filsuf dan pendidik dari Tiongkok dari tahun 551-479 SM. Dia mendirikan Konfusianisme, dan umumnya dianggap sebagai salah satu teladan diantara orang bijak Tionghoa.

Bukunya yang berjudul Analects of Confucius, berisi kekayaan kebijaksanaan yang ditunjukkan dalam dialog bersejarah antara orang bijak dan para pengikutnya saat mereka melakukan perjalanan disekitar Tanah Suci. Teks tersebut secara eksplisit menggambarkan sifat apa yang dimiliki Jun Zi dan bagaimana mencapai status itu.

Kutipan berikut tentang “Jun Zi” dari The Analects of Confucius menyoroti pemikiran tradisional Tiongkok dan nilai-nilai moral:

“Jun Zi bekerja keras untuk melampaui spiritual daripada mengejar kepentingan diri sendiri”.

 “Dia tidak khawatir menjadi miskin. Kemerosotan moralitas dalam masyarakat adalah satu-satunya perhatiannya”.

“Jun Zi menjaga dari tiga kecenderungan: Dimasa mudanya, dia menjaga dari nafsu sebelum dia dewasa secara fisik. Ketika dia dewasa dan memiliki kekuatan fisik, dia menjaga diri dari berkelahi dan menantang bahaya. Di masa tuanya, ia berhati-hati terhadap ketamakan” .

Ketika salah satu pengikutnya bertanya bagaimana menjadi Jun Zi, Konfusius menjawab, “Dia yang bertindak sebelum membicarakannya adalah Jun Zi”.

Ketika pengikut yang lain menanyakan pertanyaan yang sama, Konfusius menjawab: “Jun Zi tidak khawatir atau takut. Karena dia lurus, tidak ada yang perlu dia takuti atau khawatirkan”.

 “Jun Zi tidak mengejar kepuasan akan makanan atau kenyamanan hidup. Dia bekerja keras saat melakukan sesuatu dan memilih kata-katanya dengan hati-hati saat berbicara”.

 “Menujunjung moralitas sebagai sifat dasar, ia mempraktikkannya dengan sungguh-sungguh; mengekspresikan dirinya dengan kata-kata yang rendah hati, dia mencoba yang terbaik untuk mencapainya? ini adalah Jun Zi yang sebenarnya”.

“Dia yang hanya takut akan ketidakmampuannya sendiri dan tidak mengejar pengakuan orang lain adalah Jun Zi”.(visiontimes)

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI