Budaya

Kata-Kata Bijaksana Konfusius

Konfusius dengan murid-muridnya. (Gambar: Wikimedia Commons CC-0)
Konfusius dengan murid-muridnya. (Gambar: Wikimedia Commons CC-0)

Sering dianggap sebagai “teladan orang bijak” Tiongkok, Konfusius menghabiskan hidupnya untuk mewariskan budaya tradisional.

Dia menghargai kultivasi, dan sepanjang hidupnya, dia “tidak pernah lelah belajar, dan tidak pernah bosan mengajar orang lain”. Muridnya, Yan Hui, berkata, “Konfusius pandai membimbing dan menginspirasi orang”. Sarjana Zhu Xi dari masa Dinasti Ming berkata, “Guru mengajar orang sesuai dengan bakat mereka”.

Cerita dari teks kuno mengungkapkan bagaimana Konfusius mengajar orang yang berbeda dengan konteks yang berbeda.

1. Selalu bersikap baik

Satu percakapan Konfusius dengan murid-muridnya mengeksplorasi bagaimana menghadapi kesulitan.

Zi Lu berkata, “Ketika orang lain memperlakukan saya dengan kebaikan, saya memperlakukan mereka dengan kebaikan; ketika orang lain memperlakukan saya dengan tidak baik, saya juga melakukan hal yang sama untuk memberinya pelajaran”.

Konfusius berkomentar, “Ini adalah praktik diantara orang barbar yang tidak memiliki kebenaran moral dan adab” .

Zi Gong berkata, “Ketika seseorang memperlakukan saya dengan kebaikan, saya memperlakukannya dengan kebaikan; ketika seseorang memperlakukan saya dengan tidak baik, saya menuntunnya menuju kebaikan”.

Konfusius berkomentar, “Beginilah seharusnya teman bersikap terhadap satu sama lain”.

Yan Hui berkata, “Ketika seseorang memperlakukan saya dengan kebaikan, saya memperlakukannya dengan kebaikan; ketika seseorang memperlakukan saya dengan tidak baik, saya memperlakukannya dengan kebaikan dan membimbingnya menuju kebaikan”.

Konfusius berkomentar, “Inilah yang harus dilakukan di antara kerabat. Jika anda dapat mengembangkannya dan memperlakukan dunia dengan tulus, anda benar-benar memperlakukan orang dengan kebaikan!”

2. Saran perpisahan

Murid Konfusius, Zi Lu, akan pergi dalam perjalanan panjang menuju kampungnya dan mengucapkan selamat tinggal. Konfusius bertanya, “Apakah yang anda inginkan sebuah kendaraan atau nasihat?”

Zi Lu menjawab, “Tolong, Guru, beri saya sedikit nasihat”.

Konfusius berkata, “Jika anda tidak bisa waspada dalam perbaikan diri, anda tidak akan bisa mencapai tujuan anda; jika anda tidak bekerja dengan rajin dan melakukan pekerjaan anda dengan baik, anda tidak akan berhasil; jika anda tidak memperlakukan orang lain dengan ketulusan dan kebijaksanaan, anda tidak akan mendapatkan hubungan dengan mereka; jika anda tidak bisa dipercaya, anda tidak akan bisa mengharapkan orang lain bisa dipercaya; dan jika anda tidak menunjukkan ketulusan dan kerendahan hati kepada orang lain, anda tidak akan bisa mengikuti kesopanan dan adab. Jika seseorang berhati-hati dalam lima masalah ini, dia akan bisa bertahan lama dalam apapun yang dia lakukan.”

3. Negeri Tiga Kebajikan

Suatu ketika Konfusius melewati sebuah tempat bernama Puyi yang telah dikelola oleh muridnya Zi Lu selama tiga tahun. Saat dia memasuki wilayah Puyi, Konfusius memujinya, berkata, “Zi Lu telah melakukannya dengan baik, bersikap hormat dan dapat dipercaya”. Ketika dia tiba di kota, Konfusius memujinya lagi, “Zi Lu telah melakukannya dengan baik, dia telah berbakti dan memaafkan”.

Ketika dia tiba di area pemerintahan Zi Lu, Konfusius tidak bisa tidak memujinya lagi, “Zi Lu telah melakukan pekerjaan dengan baik, menjadi pengertian dan tegas”.

Muridnya, Zi Gong sedang bepergian bersamanya dan, memegang kendali kereta kuda ditangannya, dia bertanya kepada Konfusius, “Guru tiga kali memuji Zi Lu atas kebaikannya bahkan sebelum bertemu dengannya. Bisakah saya mendengar apa yang telah dia lakukan dengan baik?”

Konfusius berkata, “Saya telah melihat apa yang telah dia lakukan. Ketika saya memasuki wilayahnya dan melihat ladang teratur, tanaman tumbuh subur, gulma dibasmi, dan saluran air diantara ladang lebih dalam, itu karena dia dihormati, bijaksana dan dapat dipercaya. Itu menginspirasi orang-orang untuk melakukan yang terbaik”.

“Ketika saya memasuki kotanya, saya melihat tembok dan rumah dalam kondisi baik, penduduk makmur, dan pepohonan tumbuh subur. Itu karena pemerintahannya yang adil bijaksana sehingga orang-orang menjadi teliti dan tidak ceroboh”.

 “Ketika saya tiba di kompleks istananya, halamannya bersih, dan orang-orang di bawahnya sangat teliti dan berbakti. Itu karena dia bijak dan tegas, dan perintahnya tidak mengganggu rakyat. Tampaknya pemerintahan yang baik dari Zi Lu telah mencapai hasil yang luar biasa.”

Belakangan, Puyi dikenal sebagai “Negeri Tiga Kebajikan.”

4. Untuk memerintah adalah untuk memperbaiki masalah pada waktu tertentu

Zi Gong bertanya kepada Konfusius, “Ketika Adipati Qi meminta nasihat anda tentang pemerintahan yang baik, anda menjawab, ‘Pemerintahan yang baik terletak pada penghematan uang’. Ketika Adipati Lu bertanya tentang hal itu, anda menjawab: ‘Pemerintahan yang baik terletak pada pendidikan seseorang’.

Ketika Raja dari Chu bertanya tentang hal itu, anda menjawab: ‘Pemerintahan yang baik adalah untuk membuat orang-orang didalam negeri bahagia dan mereka yang jauh kembali’. Tiga orang mengajukan pertanyaan yang sama, tetapi anda menjawab secara berbeda, apakah ada penafsiran yang berbeda?”

Konfusius menjawab, “Karena setiap orang memiliki keadaannya sendiri. Ketika Adipati Qi memerintah negara, dia membangun paviliun yang mewah. Saat dia berburu, dia memberi terlalu banyak tanah. Dia memberikan tiga bidang tanah dalam satu pagi, seharga seribu kereta. Oleh karena itu, kepadanya saya menjawab, ‘Untuk memerintah dengan baik berarti menghemat uang’”.

 “Adipati Lu memiliki tiga menteri yang kuat yang membentuk kelompok kecil dan menolak menteri lainnya. Jadi saya menjawabnya, ‘Untuk memerintah dengan baik berarti mendidik para menteri’”.

 “Negara bagian Chu memiliki wilayah yang luas tetapi memiliki ibu kota kecil dimana orang-orang merasa terasing. Tidak ada yang mau menetap dan tinggal disana. Oleh karena itu, saya berkata, ‘Memerintah dengan baik adalah membuat orang-orang disekitar bahagia dan mereka yang jauh kembali’. Saya menangani tiga situasi berbeda dengan cara yang berbeda”.

 “’Ode’ atau ‘Puisi’ mencatat, ‘Setelah sekian lama kerusuhan dan berkabung, masayarakat kehabisan uang, tetapi tidak ada bantuan yang pernah diberikan kepada mereka dari atas’. Itu adalah ekspresi kesedihan bagi kesengsaraan yang disebabkan oleh pembelanjaan berlebihan dan pemborosan. Itu juga mencatat, ‘Penjahat yang menyanjung itu selalu memfitnah’. Itu menunjuk pada kesengsaraan yang disebabkan oleh menteri pengkhianat yang menipu penguasa.

Juga mengatakan, ‘Ditengah kerusuhan, ada kesedihan dari perpisahan dan penderitaan dari kematian, kemana kita akan menyelamatkan diri?’ Itu adalah desahan keputusasaan atas kemalangan yang berat. Dengan meneliti tiga skenario ini, dapatkah pemerintah mengatasi berbagai tantangan dengan cara yang sama?”

5. Lima perbuatan dengan akibat tidak menyenangkan

Adipati Lu pernah bertanya kepada Konfusius, “Saya telah mendengar bahwa tidak akan beruntung jika membangun perluasan disebelah timur sebuah rumah. Apakah itu benar?”

Konfusius menjawab, “Ada lima jenis hal yang tidak menguntungkan, tetapi membuat tambahan pada sisi timur sebuah rumah bukanlah salah satunya.

Ketidakberuntungan bagi keluarga untuk meninggalkan orangtua dan hanya merawat anak-anak; tidak beruntung bagi suatu bangsa untuk meninggalkan yang bijaksana tetapi menunjuk yang tidak layak; tidak beruntung bagi adat istiadat sosial bila orangtua dan bijak tidak mau mengajar, sedangkan yang muda menolak untuk belajar; sungguh tidak beruntung bagi dunia bahwa orang-orang yang memiliki bakat dan kebajikan pensiun, dan orang-orang bodoh tanpa kebijaksanaan dan kebajikan berkuasa.”

6. Pria yang unggul selalu berhati-hati

Ketika Zi Gong ditunjuk menjadi gubernur Xinyang dan siap untuk menduduki jabatannya, dia mengucapkan selamat tinggal kepada Konfusius yang berkata, “Rajin, hati-hati, dan arahkan produksi pertanian sesuai dengan musim. Jangan merampok, jangan mengeksploitasi, jangan melakukan kekerasan, dan jangan mencuri”.

Zi Gong bertanya, “Apakah saya pernah melakukan kejahatan mencuri sejak saya belajar dengan guru saat masih muda?”

Konfusius menjawab, “Anda tidak memiliki pemahaman yang mendalam tentang ini. Mengganti seseorang yang memiliki bakat dan kebajikan dengan orang yang tidak memiliki bakat dan kebajikan adalah merampok; mengganti orang yang berbakat dengan orang yang tidak memiliki bakat adalah mengeksploitasi; bersikap lunak dalam pemerintahan dan keras dalam hukuman adalah kekerasan; mengambil semua hal baik untuk diri sendiri adalah ‘pencurian’.

 “Pencurian tidak dimaksudkan yang secara umum seperti pencurian barang semata. Saya telah mendengar bahwa pejabat yang baik mengikuti ketetapan pemerintah dan menguntungkan rakyat; Mereka yang tidak baik memutarbalikkan ketetapan dan menyengsarakan rakyat, inilah akar ketidakpuasan masyarakat”.

 “Tidak ada cara yang lebih baik untuk memperbaiki gaya pemerintahan selain bersikap adil; tidak ada cara yang lebih baik untuk mengelola kekayaan dan barang selain jujur. Integritas dan kejujuran tidak pernah berubah.

Jika anda mengganti pejabat yang berdedikasi, anda mengubur bakat; jika anda tidak menunjukkan kekurangan satu sama lain secara pribadi tetapi saling memfitnah di luar maka tidak mungkin untuk hidup harmonis.

Oleh karena itu, tidak ada tempat di mana orang yang dibina secara moral tidak akan berhati-hati.

Bersikaplah tegas dengan diri sendiri dan toleran terhadap orang lain sehingga anda dapat menggunakan kebajikan dan kebijaksanaan anda untuk kepentingan orang lain.”

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI

slot gacor