Budaya

Keberuntungan dalam Hidup itu Tak Menentu, Namun Hukuman di Akhirat Pasti Ada

Keadilan alam semesta
Keadilan alam semesta. @Pixabay

Ye Zhuliang, seorang sarjana desa dari keluarga miskin di Huaixi, mencari nafkah sebagai seorang guru. Suatu hari, seorang kaya bernama Ma, yang tinggal di kota yang sama, menyewa Ye untuk mendidik kedua putranya.

Tak butuh waktu lama, Ye disegani dan diperlakukan dengan baik oleh Tuan Ma. Sebagai rasa terima kasihnya, Ye berusaha sekuat tenaga untuk mendidik kedua putra Ma.

Selama beberapa tahun, Ye berhasil mengumpulkan sejumlah besar uang. Tuan Ma, yang kala itu menjabat sebagai wakil kepala provinsi, tiba-tiba meninggal karena sakit. Kedua putranya boros dan hidup mewah. Ye membantu mereka menjual semua emas, perak, dan harta bersama dengan ladang mereka, yang semuanya dia beli untuk dirinya sendiri.

Segera, Ye mulai melihat ke setiap sudut ruangan, merencanakan bagaimana dia bisa mendapatkan semua properti keluarga Ma yang tersisa. Begitu dia mendapatkannya, Ye meninggalkan kedua putra Tuan Ma dalam situasi yang menyedihkan, menderita dalam kemiskinan.

Suatu malam, Ye bermimpi masuk neraka. Dia melihat bahwa Tuan Ma berdiri di depan hakim, mendaftar semua dosa Ye satu per satu. Setelah mendengar semuanya, hakim menjadi marah. Dia memutuskan bahwa Ye tidak berterima kasih kepada Tuan Ma dan sebagai hukumannya Ye akan dijadikan banteng.

Ye memohon pengampunan berulang kali. Dia berkata bahwa jika diizinkan meninggalkan alam baka, dia akan kembali dan mengembalikan semua properti Tuan Ma dan juga berjanji untuk menjaga kedua putra Ma.

Hakim berkata: “Karena Anda memiliki hati yang ingin bertobat, saya akan membiarkan Anda kembali. Tetapi jika Anda tidak memenuhi janji Anda, Anda akan jatuh ke dalam neraka yang kejam selamanya.” Semua jiwa yang jatuh ke tempat itu telah melakukan kejahatan yang tak termaafkan selama hidup mereka.

Mendengar ini, tiba-tiba Ye terbangun dari mimpinya. Dia berkata kepada istrinya: “Kemuliaan dan kekayaan yang kita nikmati hari ini berasal dari keluarga Ma. Bahkan jika kita mengembalikan semua harta benda ini, kita masih berkecukupan. Mengapa kita menciptakan permusuhan dengan Langit?”

Keesokan harinya, Ye mencari dua putra Ma. Dia menemukan mereka tinggal di rumah kumuh dengan pakaian compang-camping. Dapur mereka kosong dan kompornya dingin. Ketika Ye melihat mereka, dia tak kuasa menahan tangis, dan membawa mereka kembali ke rumahnya. Di sana dia memberikan beberapa pakaian untuk mereka dan memberi mereka uang untuk memperbaiki kehidupan mereka.

Beberapa bulan kemudian, Ye mengembalikan semua harta benda yang diperolehnya dari keluarga Ma. Ye juga mengajar agar kedua putranya mencari nafkah. Yang satu membuka pegadaian dan yang lainnya keluar untuk berdagang

Setelah menjalani masa-masa sulit ini, kedua putra Tuan Ma menyadari kesulitan dalam kehidupan nyata. Mereka memperbaiki diri dan bekerja keras dalam bisnis mereka. Beberapa tahun kemudian, mereka memperoleh banyak uang. Jadi, mereka ingin mengembalikan harta milik ayah mereka kepada Ye, dengan bunga, yang telah dibeli Ye dan kemudian dikembalikan kepada mereka.

Namun, Ye menolak dan berkata: “Saya sangat miskin sebelumnya. Kini saya berkecukupan karena ayahmu. Tidak apa-apa. Saya baru saja membalas kebaikan ayahmu. Suatu hari, saat saya bertemu ayahmu di alam baka, kita masih bisa tertawa bahagia bersama.”

Tidak lama kemudian, tibalah Festival Pertengahan Musim Gugur. Ye sedang minum dan menikmati bulan, terbaring mabuk di bawah jendela. Dalam cahaya redup, sepertinya dia melihat Tuan Ma datang untuk berterima kasih.

Ma berkata: “Apa yang kamu lakukan sebelumnya tidak terlalu bagus. Apalagi kedua putra saya memiliki gaya hidup boros sejak masa kecil. Jika saya memberikan properti itu kepada mereka, mereka akan segera menyia-nyiakannya. Setelah mengalami kesulitan, putra saya mengoreksi diri dan meraih apa yang mereka capai hari ini.”

“Anda melindungi properti saya dengan hati-hati dan memenuhi kebutuhan putra saya. Saya telah melaporkan kebajikan Anda kepada hakim alam baka dan mereka telah memberitahu Kaisar Surga. Langit akan memberkati Anda di masa depan. ” Tuan Ma berulang kali mengucapkan terima kasih sebelum pergi.

Sejak saat itu, semua bisnis yang dikelola Ye menjadi makmur. Belakangan, keluarga Ma juga menjadi keluarga cendekiawan dan pejabat setempat. (Joseph Wu/eva/secretchina)

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI