Budaya

Kebijakan Lao Zi

Lao Zi (Kredit: widodo via Wikimedia Commons CC BY-SA 3.0)
Lao Zi (Kredit: widodo via Wikimedia Commons CC BY-SA 3.0)

Sebagai pendiri Taoisme dan penulis Tao De Ching (道德經), Lao Zi membantu membentuk budaya tradisional Tiongkok. Percakapan dengan murid-muridnya berikut ini menawarkan beberapa wawasan tentang pencapaian spiritualnya.

Konfusius mempelajari kebajikan air

Konfusius adalah murid dari Lao Zi. Setelah Konfusius tuntas belajar, Lao Zi mengantarnya ke tepi Sungai Kuning, di mana mereka mengucapkan selamat tinggal.

Setelah mencapai tepi sungai yang mengalir deras, Konfusius menghela nafas: “Waktu berlalu seperti sungai. Siang dan malam tak berhenti! Saya tidak tahu ke mana sungai itu mengalir atau ke mana arah kehidupan. Saya khawatir Tao (jalan kebenaran) tidak berfungsi.

Kebajikan tidak dipraktikkan, perang dan kekacauan tidak ada habisnya, dan negara sedang kacau balau. Saya mengeluh bahwa hidup ini singkat, dan saya tidak berguna bagi dunia dan orang-orang.”

Lao Zi menunjuk ke sungai dan menyarankan, “Kamu harus mempelajari kebajikan air.” Konfusius bertanya, “Apa itu kebajikan air?”

Lao Zi menjawab, “Air memiliki kebajikan yang tinggi; air menguntungkan semua hal tetapi tidak bersaing. Inilah keutamaan akan kerendahan hati. Air dapat menumbuhkan semua biji-bijian dan tanaman karena sifatnya tersebut.”

“Tidak ada selain langit yang lebih lembut atau lebih lemah dari air, namun air adalah yang paling tak terkalahkan. Kelembutan lebih baik daripada kekakuan; kelemahan lebih baik dari pada ketegasan. Jika tidak ada persaingan, maka tidak ada yang bisa bersaing dengan Anda. Inilah keutamaan air.

“Seperti Tao, air ada di mana-mana. Mengalir rendah, tidak mengejar ketinggian. Air tidak menolak apa pun dan beradaptasi dengan segalanya. Orang bijak mengikuti Tao; orang bijak menyesuaikan diri dengan peristiwa dan perubahan, memerintah tanpa membuat aturan, dan yang berhasil mengikuti kehendak langit.

“Setelah kamu keluar dari sini, kamu harus menghilangkan kesombongan dari ucapanmu dan ambisi dari penampilanmu. Jika tidak, orang akan tahu sebelum kamu datang, dan berbisik-bisik di belakangmu. Jika kamu bertingkah seperti harimau di jalan, tidak akan ada yang berani mendekatimu.”

Konfusius berkata, “Saya tidak akan pernah melupakan apa yang Anda katakan. Saya akan mengikuti ajaran Anda tanpa lupa untuk berterima kasih atas kebaikan Anda. ”

Murid belajar nilai kesopanan dan kesederhanaan

Ketika kerajaan Zhou berada dalam kerusuhan, Lao Zi meninggalkan istana siap untuk menetap di pengasingan. Suatu hari ketika dia mengendarai seekor lembu ke pinggiran Liang (sekarang bernama Kaifeng, Provinsi Henan) dia bertemu dengan salah satu muridnya. Murid itu buru-buru berguling dari kudanya yang tinggi dan berlutut di depan lembu Lao Zi. Lao Zi  turun, membantunya berdiri, dan berjalan bersamanya.

Lao Zi bertanya, “Apa yang kamu lakukan akhir-akhir ini?” Murid itu menjawab, “Saya di sini untuk mengunjungi rumah leluhur saya, membeli properti, memperbaiki balok, merekrut pelayan, dan meluruskan aturan keluarga.” Lao Zi berkata, “Sudah cukup memiliki tempat untuk berbaring dan tempat makan. Mengapa Anda perlu melakukan hal-hal demikian? ”

Murid itu menjawab, “Untuk mengolah tubuh seseorang, dia harus duduk dalam keheningan, berjalan santai, makan dalam kesederhanaan, dan tidur dengan tenang.

Namun bila seseorang memiliki rumah pribadi, bagaimana seseorang dapat melakukannya? Begitu seseorang memiliki rumah pribadi, bagaimana dia dapat mempertahankannya tanpa merekrut pelayan dan melengkapinya dengan perabotan? Begitu pelayan telah direkrut dan perabotan telah dilengkapi, bagaimana mereka bisa dikelola tanpa membuat aturan rumah tangga?”

Lao Zi tertawa dan berkata, “Tao itu alami, jadi tidak perlu memaksakan diri untuk diam. Hidup itu tenang ketika tidak ada pengejaran; cara makannya sederhana tanpa boros; cara tidurnya damai tanpa nafsu. Mengapa Anda membutuhkan rumah besar untuk mengolah tubuh Anda? Makan saat perut lapar, istirahat saat tubuh lelah, bekerja saat matahari terbit, tidur saat matahari terbenam. Apakah perlu pelayanan di rumah? Jika seseorang mengikuti alam dan tidak mengejar apapun, pikirannya akan damai, dan tubuhnya akan sehat; jika seseorang bekerja melawan alam, pikirannya akan kacau, dan tubuhnya akan menderita.”

Dengan malu, murid itu berkata, “Terima kasih atas bimbingan Anda.” Lao Zi bertanya. “Di mana Anda tinggal?” Dia menjawab, “Pei (sekarang Kabupaten Pei, Provinsi Jiangsu).” Lao Zi berkata, “Saya senang pergi dengan Anda.” Murid itu senang dan dengan mengikuti gurunya pergi ke timur.

Dalam perjalanan, mereka perlu naik perahu untuk menyeberangi Sungai Nan. Lao Zi naik lebih dulu, memimpin lembunya. Murid itu kemudian naik dengan kudanya. Lao Zi baik dan tersenyum, tertawa dan mengobrol dengan sesama penumpang; murid itu berdiri tegak dengan kepala terangkat tinggi.

Melihat sikapnya yang angkuh, para penumpang menawarkan tempat duduk kepada murid itu, dan pemilik perahu menawarinya teh dan handuk.

Setelah perjalanan perahu, mereka masing-masing mengendarai hewan bawaan mereka untuk melanjutkan perjalanan. Lao Zi menghela nafas: “Baru saja, aku melihat sikapmu, dengan kepala terangkat tinggi dan dadamu membusung, angkuh dan sombong.” Murid itu merasa malu dan berkata dengan tulus, “Saya sudah terbiasa dengan itu. Saya akan mengubahnya!” Lao Zi berkata, “Ketika seorang pria berurusan dengan orang lain, dia seperti es di dalam air; ketika dia bekerja dengan orang lain, dia serendah seorang anak dan pelayan; dia berbudi luhur dan murah hati, tetapi sikapnya biasa saja.”

Murid itu mengingat kata-kata Lao Zi dan mengubah sikapnya; dia tidak lagi diam atau merendahkan, kata-katanya tidak egois atau menyanjung.

Lao Zi memujinya, “Kamu telah membuat kemajuan! Manusia adalah fitrah karena ia lahir dari orang tuanya dan hidup di antara langit dan bumi. Ketika seseorang menganggap dirinya lebih tinggi dari orang lain, itu bertentangan dengan alam; ketika seseorang menganggap dirinya lebih rendah dari orang lain, itu bertentangan dengan kodratnya sendiri. Ketika seseorang menganggap semua hal sama dan setara, bergerak dan berhenti mengikuti ritme alami, berbicara dan bertindak secara alami, dia sejalan dengan Tao!”

Konfusius memahami luasnya Tao

Konfusius dan Lao Zi  berpisah sekitar 17-18 tahun. Ketika Konfusius berusia 51 tahun dan mendengar bahwa Lao Zi telah kembali ke Pei di negara bagian Song untuk tinggal di pengasingan, dia membawa murid-muridnya untuk mengunjungi Lao Zi.

Ketika Lao Zi melihat Konfusius, dia bertanya, “Kitai telah berpisah selama lebih dari sepuluh tahun. Saya mendengar bahwa Anda menjadi orang bijak yang hebat di utara. Dengan apa Anda akan mencerahkan saya pada kunjungan ini?” Konfusius berkata, “Saya bukan orang pandai. Saya berpikir keras, belajar keras dan mengembara dengan sia-sia selama lebih dari sepuluh tahun, tetapi saya belum juga memasuki gerbang Tao. Oleh karena itu, saya datang untuk meminta nasihat.”

Lao Zi berkata, “Tao sedalam laut, setinggi gunung, di seluruh dunia dan di mana-mana. Mengalir tanpa henti dan mencapai segalanya. Ketika Anda mencari Tao, tidak mungkin diraih; ketika Anda mendiskusikannya, tidak dapat diakses! Tao melahirkan Langit dan Bumi tanpa memudar, dan menanggung segala sesuatu tanpa layu. Karena Tao, langit tinggi, bumi tebal, matahari dan bulan bergerak, empat musim teratur, dan segala sesuatu terbentuk.

Ketika Konfusius mendengar hal ini, dia merasa seolah-olah melayang di awan, menyelam di bawah laut, atau memasuki pegunungan dan hutan. Dia merasa bahwa dia telah menjadi satu dengan langit; dia adalah segalanya, dan segala sesuatu adalah dirinya sendiri. Pikirannya terbuka dan bahagia dan dia tak kuasa berseru: “Tao begitu luas! Dalam! Tanpa batas! Selama lima puluh satu tahun saya di bumi, saya tidak pernah tahu dunia begitu luas terbentang!”

Lao Zi berkata, “Orang bijak, ketika berurusan dengan dunia, tidak terikat pada hal duniawi, tidak berpegang pada hal-hal yang telah berubah, mengikuti arus, dan membiarkan hal-hal terjadi secara alami. Dia yang menyelaraskan dan menyesuaikan adalah orang yang berbudi luhur; dia yang mengikuti ritme adalah orang yang telah mencapai Tao. Dengan mengetahui Tao, seseorang dapat merasa tenteram dengan silih bergantinya matahari dan bulan, goncangan langit dan bumi, deru angin dan tsunami, serta guntur dan kilat badai.”

Konfusius sangat terinspirasi. “Pada usia 15, saya menetapkan hati saya untuk belajar; pada usia 30, saya telah menancapkan kaki saya dengan kuat di tanah; pada usia 40, saya tidak lagi bingung. Sekarang di usia 51, saya telah belajar apa itu penciptaan! Jika saya seorang murai, saya akan berkembang sesuai dengan sifat murai; jika saya seekor ikan, saya akan berkembang sesuai dengan sifat alami ikan; jika saya seekor lebah, saya akan berkembang sesuai dengan sifat lebah; jika saya seorang pria, saya akan berkembang sesuai dengan sifat manusia. Murai, ikan, lebah, dan manusia berbeda, tetapi mereka semua berperilaku sesuai dengan sifatnya sendiri.”

Yin Xi meramalkan kedatangan Lao Zi dan bergabung dengannya untuk belajar dan menyebarkan Tao

Yin Xi, seorang pejabat besar Dinasti Zhou, menyukai buku-buku kuno dan unggul dalam astronomi. Dia mampu melihat ke masa depan dan masa lalu. Suatu hari, ketika dia melihat ke atas dan mengamati tanda-tanda langit, dia melihat zephyr ungu mendekat dari timur, dan tahu bahwa seorang bijak akan tiba di gerbang barat.

Dia meminta untuk menjadi seorang komandan Celah Huangu, di mana dia kemudian menginstruksikan para penjaga: “Seorang Bijak yang agung akan melewati sini dalam beberapa hari. Beritahu saya segera ketika Anda melihat orang yang begitu terhormat. ” Sebagai persiapan, dia mengirim orang untuk menyapu jalan dan membakar dupa untuk menyambut orang suci itu.

Memang, Lao Zi telah memutuskan untuk membawa lembunya ke wilayah barat untuk menyebarkan Tao. Saat dia hendak melewati Celah Huangu, Yin Xi bergegas menemuinya dan berlutut di depan gerobak sapi, berkata, “Yin Xi, Komandan Celah, membungkuk kepada Orang Bijak!”

Lao Zi berkata, “Saya orang sederhana dan berpikir sederhana. Anda melakukan ritual yang luar biasa ini. Untuk apa Anda melakukan ritual kehormatan ini?” Yin Xi membungkuk lagi dan berkata, “Saya telah menunggu di sini selama beberapa hari sejak saya menerima penglihatan surgawi. Sekarang saya melihat sikap luar biasa dari seorang bijak yang agung. Apa gunanya menjadi pejabat di perbatasan? Saya harap Orang Bijak akan mengajari saya. ”

Lao Zi bertanya, “Apa yang kamu lihat dan ketahui?” Yin Xi menjawab, “Pada bulan Oktober musim dingin yang lalu, bintang Petapa Surgawi melakukan perjalanan ke barat, dan pada awal bulan ini, ada hembusan angin ungu dari timur, jadi saya tahu ada seorang bijak yang bepergian ke barat untuk melewati perbatasan. Udara ungu membentang ribuan mil jadi saya tahu itu bukan makhluk biasa, tetapi orang maha suci. Saya berterima kasih atas bimbingan Anda.”

Lao Zi tersenyum dan berkata, “Bagus! Karena Anda mengenal saya, saya juga telah mengenal Anda. Visi Anda tentang kekuatan surgawi akan membawa Anda pada pencerahan. Nama saya Lao Zi.” Ketika Yin Xi mendengar bahwa itu adalah Lao Zi, dia membakar dupa dan membungkuk untuk memberikan rasa hormat yang terdalam kepada guru barunya.

Yin Xi mengundurkan diri dari jabatannya untuk menemani Lao Zi, melakukan perjalanan di sepanjang sisi barat Pegunungan Qinling untuk menyebarkan Tao. Suatu hari mereka datang ke tempat yang megah dengan awan keberuntungan, naga terbang, burung phoenix menari, bunga harum, dan mata air yang mengalir. Itu benar-benar surga yang tidak ada bandingannya. Lao Zi memujinya sebagai tempat yang diberkati di dunia, dan berbagi wawasannya tentang moralitas, alam semesta, kehidupan, dan masyarakat. Kata-katanya direkam oleh Yin Xi dan dikenal sebagai Tao De Ching.

Yin Xi mengikuti ajaran Lao Zi dan mengabdikan dirinya pada praktik Taoisme. Setelah mencapai pencerahan, ia dikenal sebagai Maha Guru. Visi Yin Xi tentang perjalanan Lao Zi, ungkapan “Energi Ungu dari Timur (紫氣東來),” telah ditetapkan dalam budaya Tiongkok sebagai simbol keberuntungan dan nasib baik. (eva/visiontimes)

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI