Budaya

Kebijaksanaan tentang Mengelola Uang

Uang (PublicDomainPictures @ Pixabay)
Uang (PublicDomainPictures @ Pixabay)

Selama berabad-abad, orang dahulu mewariskan banyak kata-kata bijak, termasuk bagaimana seseorang harus menangani masalah pengelolaan uang.

Zhang Shuo, perdana menteri pada masa Dinasti Tang (618-907), pernah memberikan nasihat tentang pengelolaan uang. Dia mengatakan bahwa uang adalah semacam obat dalam hidup.

Ketika digunakan sesuai dengan prinsip yang benar, dengan moralitas, kebajikan, kebenaran, dan kasih sayang, uang dapat membantu menyelesaikan masalah, dan menuntun pada kehidupan yang baik.

Beberapa Kebijaksanaan Kuno tentang Mengelola Uang

Xie Tingen adalah seorang pengusaha terkenal pada masa Dinasti Qing (1616-1912). Terlahir dari keluarga miskin, ia memutuskan untuk memulai bisnisnya sendiri pada usia 16 tahun.

Suatu hari, seorang pengusaha membeli rami dari Xie. Setelah pria itu pergi, Xie menemukan bahwa pria itu telah membayar lebih. Xie tahu pengusaha itu menjalankan toko kain di kota, dan Xie meluangkan waktu untuk mencarinya. Xie akhirnya menemukan toko itu dan mengembalikan uang itu kepada pria itu.

Pemiliknya sangat terkejut dengan kebaikan Xie, sehingga kedua pria itu menjadi teman baik, dan pria itu menjadi pelanggan setia Xie. Pedagang itu bahkan memperkenalkan teman-temannya kepada Xie agar mereka juga bisa membeli darinya. Karena Xie selalu menjaga kebaikan hati dan kebajikan, ia menjadi pengusaha yang sukses hanya dalam beberapa tahun.

Ada pepatah kuno yang mengatakan mengumpulkan kebajikan lebih baik daripada mengumpulkan uang karena yang pertama tidak hanya mengubah nasib seseorang, tetapi juga membawa berkah. Ini adalah pelajaran penting dalam mengelola uang.

Kasih Sayang: Berbagi Payung dengan Orang Lain

Suatu hari, seorang pedagang bernama Hu Xueyan yang sedang menjalankan bisnisnya, tiba-tiba didatangi oleh seorang pedagang menemuinya dengan suatu masalah yang sangat mendesak. Ternyata bisnis saudagar itu gagal, dan dia membutuhkan uang sesegera mungkin dalam jumlah besar untuk menyelamatkan bisnisnya.

Dia menawarkan untuk menjual rumahnya dan semua barang miliknya kepada Hu dengan harga murah supaya dia bisa menyelamatkan bisnisnya.

Setelah mendengarkan tawaran pria itu, Hu memintanya untuk datang keesokan harinya untuk membahas hal ini lebih lanjut. Hu bertanya kepada masyarakat di sekitar kota dan tahu bahwa apa yang dikatakan pedagang itu adalah benar.

Tersentuh oleh cerita pedagang itu, Hu mengumpulkan cukup uang untuk membeli rumah dan barang-barangnya dengan harga pasar. Dia memberi tahu pedagang itu bahwa dia bisa membeli kembali semuanya, kapan saja, dan dengan harga yang sama, dengan hanya sedikit tambahan bunga.

Teman-teman Hu tidak dapat memahaminya dan bertanya mengapa dia melakukan hal seperti itu kepada pedagang itu. “Izinkan saya berbagi cerita dengan anda,” kata Hu.

 “Ketika saya masih muda, pekerjaan saya sebagai penagih utang mengharuskan saya berkeliling kota mengumpulkan pembayaran. Pada hari hujan, ketika orang lain tidak memiliki payung, saya akan berbagi payung dengan mereka.

Setelah beberapa waktu, orang-orang di jalan mengenal saya. Jika saya tidak membawa payung pada hari hujan, saya tidak perlu khawatir, karena banyak orang akan berbagi payung dengan saya.”

Hu tersenyum dan melanjutkan: “Jika anda berbagi payung dengan orang lain, orang lain akan melakukan hal yang sama untuk anda. Pedagang ini mungkin telah berjuang selama beberapa dekade untuk membangun bisnisnya. Jika saya membeli rumahnya dengan harga rendah, saya akan mendapatkan keuntungan, tetapi dia dan keluarganya mungkin tidak akan pernah bisa kembali pada kehidupan sebelumnya.

Ini bukan transaksi yang sederhana; ini mempengaruhi seluruh keluarganya. Peristiwa-peristiwa seperti ini telah membuat saya memperoleh banyak teman dan pada saat yang sama saya selalu menjaga hati nurani yang bersih. Setiap orang akan mengalami hari-hari hujan; Saya siap mengangkat payung untuk orang lain bila memungkinkan. ”

Belas kasih Hu menyentuh banyak orang. Dua tahun kemudian, pedagang itu kemudian membeli kembali apa yang telah dia jual, dan menjadi pelanggan setia Hu seumur hidup. Ini adalah ajaran berharga lainnya dalam mengelola uang.

Dapat Dipercaya: Tidak Pernah Mengingkari Janji

Dalam The Grand Scribe’s Records, tercatat bahwa Zibu adalah orang yang saleh pada awal Dinasti Han Barat (202 SM-25 M) yang terkenal dengan kredibilitasnya. Tidak peduli seberapa sulit tugas itu, dia akan mencoba yang terbaik untuk menyelesaikannya jika dia sudah berjanji.

Ada pepatah Tionghua yang mengatakan bahwa janji yang ditepati lebih baik daripada seribu unit emas, dan pepatah ini mengacu pada Zibu. Dia pernah kalah dalam pertempuran dan akan dihukum oleh Jendral. Banyak rakyat berbicara mewakili Zibu, mengatakan bahwa dia sangat jujur dan selalu menepati janjinya. Akibatnya, Zibu tidak dihukum oleh Liu Bong, dan kemudian memainkan peran penting dalam pelayanan Liu Bong.

Kisah lainnya adalah tentang seorang saudagar bernama Fan Li. Fan mengalami kesulitan keuangan dan harus meminjam uang yang sangat banyak dari seorang pria kaya. Satu tahun kemudian, pria kaya itu berangkat menemui Fan Li dengan membawa surat utang untuk meminta Fan Li membayar kembali uangnya. Sayangnya, barang bawaan pria itu jatuh ke sungai, dan dia kehilangan surat hutang dan juga uang bekalnya sendiri.

Ketika pria itu akhirnya menemukan Fan Li, Fan tidak hanya mengembalikan uang pria itu dengan bunga, tetapi dia juga memberinya uang tambahan untuk membayar perjalanan pulangnya.

Perilaku lurus Fan Li menyebar ke mana-mana, dan sebagai hasilnya, banyak pedagang senang berbisnis dengannya. Dengan demikian, masalah keuangan Fan Li terpecahkan. Mengelola uang dengan benar membutuhkan perilaku yang benar.

Ada pepatah Tiongkok kuno bahwa orang tidak bisa hidup tanpa kredibilitas, artinya anda menghormati janji anda, dan tidak menipu orang lain, dan harus mengembalikan uang kepada orang yang telah berbaik hati meminjamkan.

Ini semua adalah kearifan Tiongkok kuno yang dapat diterapkan untuk mengelola uang, dan harus diajarkan kepada anak-anak Anda juga.(nspirement)

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI