Raja Zhuang dari negara Chu (memerintah 613-591 SM) adalah raja yang paling ulung di antara lima penguasa lainnya selama periode Musim Semi dan Musim Gugur di Tiongkok kuno. Kecakapannya dalam memerintah, tak lepas dari peran penting sang permaisuri, Fan Ji yang bijaksana.
Sebagai raja, Raja Zhuang dapat menikmati apapun yang ia inginkan, sehingga ia sering terlena. Permaisurinya Fan Ji, selalu mengingatkan dan membawanya kembali ke jalur yang benar. Cerita di bawah mengisahkan bagaimana Permaisuri Fan Ji dengan ketekunannya selalu menuntun Raja Zhuang kembali ke jalurnya yang benar sebagai pemimpin negara.
Beberapa hari pertama di awal Raja Zhuang naik tahta, dia adalah seorang peminum berat serta penikmat pesta siang dan malam. Beberapa kali Fan Ji mengingatkannya, namun diabaikan oleh raja. Untuk menarik perhatian Raja Zhuang, Fan Ji berhenti berdandan dan merawat diri. Raja Zhuang pun terpancing siasat Fan Ji. Dengan bingung ia bertanya: “Mengapa kamu tidak merawat diri supaya terlihat cantik?” Fang Ji menjawab: “Kamu kecanduan anggur dan wanita, meninggalkan urusan negara tanpa pengawasan. Masa depan negara sangat suram sehingga saya menjadi sedih, dan tidak terlalu peduli dengan penampilan saya.” Raja Zhuang pun tersentuh oleh perkataan Fan Ji dan menyatakan penyesalan atas kelakuannya yang ceroboh. Sayang sekali, penyesalah itu hanya sementara dan Raja Zhuang kembali ke kebiasaan lamanya.
Permaisuri Fan Ji kemudian mengubah taktik. Ia memerintahkan ajudannya untuk membangun sebuah panggung tinggi di bagian selatan Jinan. Setiap malam, dia berdandan cantik lalu naik ke panggung tinggi itu, sendirian duduk bermandikan cahaya bulan. Langkahnya membingungkan Raja Zhuang: “Mengapa kamu berdandan cantik dan berada di hutan belantara setiap malam?” Fan Ji menjawab: “Kamu berjanji padaku bahwa kamu akan berusaha keras untuk memerintah negara dengan baik, tetapi kamu tidak memenuhi janjimu. Mengapa saya harus repot-repot untuk orang yang tidak peduli pada saya? Lebih baik membiarkan bulan dan bintang-bintang menghargai saya.” Raja Zhuang akhirnya menjadi sadar atas usaha dan niat baik Fan Ji. Setelah itu Raja Zhuang mulai fokus untuk memerintah negara dengan baik.
Dalam tiga tahun pertama masa pemerintahannya, Raja Zhuang sering memanjakan dirinya dengan berburu sehingga terkadang mengabaikan tugas resminya sebagai kepala pemerintahan. Fan Ji tahu bahwa perilaku seorang penguasa akan mempengaruhi kestabilan kerajaan. Setelah tidak berhasil membujuk Raja Zhuang untuk berhenti berburu, Fan Ji menunjukkan sikap ketidak-setujuannya dengan cara berhenti makan daging. Raja Zhuang yang terkesan akan sikap gigih permaisuri, dan akhirnya tergerak untuk berhenti berburu.
Di jaman Tiongkok kuno, raja boleh memiliki banyak selir. Fan Ji mengerti bahwa jika raja disibukkan dengan wanita, hal ini akan menyebabkan keruntuhan bagi negara. Untuk mencegah Raja Zhuang dari banyak kesalahan, Fan Ji secara pribadi mencari wanita cantik di seluruh negeri. Namun para wanita yang dipilih oleh Fan Ji tidak hanya memiliki kecantikan, namun juga karakter moral yang tinggi dan bijaksana. Dengan cara ini, raja akan dikelilingi dan dipengaruhi oleh orang-orang yang mulia. Pandangan ke depan Fan Ji ini sangat mengesankan Raja Zhuang, dan ia semakin menghargai istrinya tersebut.
Pada suatu ketika, Raja Zhuang kembali tenggelam dalam hobinya yang lain. Sebagai raja yang menyenangi alat musik, ia tenggelam dalam alat musik bernama Guqin. Suatu hari seorang politisi negara bagian Song, Huayuan, menghadiahi Raja Zhuang dengan Guqin yang dapat memainkan melodi yang sangat indah. Raja Zhuang benar-benar menjadi lupa diri. Ia memainkan Guqin tersebut selama tujuh hari berturut-turut tanpa peduli dengan urusan negara. Permaisuri Fan Ji yang sangat kuatir, mengkritik Raja Zhuang: “Kamu di luar kontrol! Apakah kamu tahu kaisar Xia Jie juga kecanduan Guqin dan hal itu menyebabkan runtuhnya Dinasti Xia. Raja Zhou dari Dinasti Shang juga pernah terobsesi dengan wanita, sehingga menyebabkan kematiannya di Lutai. Sekarang kecanduanmu terhadap Guqin telah membuatmu lupa dengan tugas negara selama tujuh hari; Apakah kamu akan menghancurkan negara ini dan juga hidupmu?”
Raja Zhuang terkejut oleh kecaman Fan Ji. Dalam hati, ia tahu perkataan permaisurinya itu sangat benar, dan ia menghargai kebijaksanaan sang istri yang selalu mengingatkannya di kala ia keluar jalur. Untuk menunjukkan tekadnya, Raja Zhuang pun memerintahkan ajudannya untuk menghancurkan alat musik Guqin kesayangannya tersebut, walaupun dengan berat hati. (ron/lia)
