Budaya

Kekuatan Kebaikan: Menghentikan Pemberontakan Tanpa Perang

Seni negosiasi @Unsplash
Seni negosiasi @Unsplash

Budaya tradisional Tiongkok selalu mengikuti nilai-nilai kebaikan ketika berhadapan dengan masyarakat dan situasi, dengan menekankan keindahan dari kebaikan hati. Kebaikan tidak hanya dikagumi, tetapi cahaya yang dipancarkannya juga dapat membuat orang jahat kembali sadar. Jika kejahatan bertemu dengan kejahatan maka bencana akan mengikuti. Hanya kebaikan yang benar-benar dapat merubah seseorang.

Kung Yung adalah pegawai negeri pada masa Dinasti Ming. Dia adalah keturunan ke-58 dari cucu Konfusius. Dia adalah pria yang setia dan baik hati. Dia menjabat sebagai pejabat bersih selama beberapa dekade. Salah satu peristiwa paling legendaris dari Kung Yung adalah ketika ia memasuki wilayah pemberontak dan menyelesaikan krisis dengan damai tanpa harus berperang.

Pada tahun pertama Dinasti Ming (abad ke-16 M), Kung Yung diangkat sebagai gubernur Gaozhou di Guangdong. Mantan gubernur Gaozhou telah memerintahkan agar gerbang kota selalu ditutup karena adanya pemberontakan oleh masyarakat Yao.

Penduduk setempat tidak bisa masuk ke kota dan banyak yang dibunuh oleh mereka yang menyebut diri mereka pemberontak. Itu adalah situasi yang sangat kacau. Ketika Kung Yung tiba, dia memerintahkan agar gerbang kota dibuka agar penduduk setempat dapat keluar masuk kota dengan leluasa.

Pada saat itu, dua kelompok pemberontak tersebar di sekitar kawasan itu. Seorang pemimpin pemberontak, Feng Xiao, bertempat di Huazhou dan pemimpin pemberontak lainnya, Deng Gong Chang, bertempat di Maodong.

Suatu hari, Kung Yung berkuda dengan hanya dua penjaga dan langsung menuju Maodong. Ketika pemimpin pemberontak, Deng Gong Chang, mengetahui bahwa gubernur baru, Kung Yung, akan segera tiba, dia buru-buru mengumpulkan anak buahnya dengan berbaju zirah untuk menunjukkan kekuatannya.

Kung Yung perlahan turun dari kudanya dan memasuki halaman untuk duduk. Ketika pemimpin pemberontak Deng melihat bahwa Kung Yung datang tanpa pedang, senjata, atau bahkan pasukan, dia pada awalnya bingung harus berbuat apa, tetapi setelah beberapa saat berpikir, dia memerintahkan anak buahnya untuk melepaskan baju besi mereka dan memberi hormat pada Kung Yung.

Kung Yung dengan serius berkata: “Kamu adalah orang baik yang dipaksa menjadi pemberontak karena kelaparan dan kedinginan. Gubernur sebelumnya telah menggunakan tentara untuk berurusan dengan anda, tetapi saya di sini atas perintah istana dan diinstruksikan untuk bertindak sebagai orang tua anda. Anda adalah sama seperti anak-anak saya. Jika anda mempercayai saya, kembalilah dengan saya dan saya akan memberi anda makanan dan pakaian dan juga pekerjaan. Jika anda tidak percaya pada saya, bunuhlah saya. Maka tentara akan segera datang dan tidak akan ada yang hidup di sini”.

Setelah mendengar perkataan Kung Yung, Deng Ragu-ragu, tapi anak buahnya meneteskan air mata. Untuk memecahkan kebekuan negosiasi dengan pemimpin pemberontak ini, Kung Yung berkata: “Saya lapar. Kamu harus memberiku makan”. Maka Deng berlutut dan menawarkan anggur dan makanan.

Setelah Kung Yung selesai makan, dia berkata: “Hari sudah mulai gelap, jadi saya harus bermalam di sini”.

Deng mengatur akomodasi untuknya. Malam itu, Kung Yung tidur nyenyak. Ketika para prajurit melihat betapa nyenyaknya dia tidur dan bahwa dia tidak takut pada mereka, mereka sangat terkesan.

Kung Yung menginap selama dua malam. Ketika dia pergi, Deng mengirim puluhan tentara untuk mengawalnya. Ketika mereka sampai di kota, Kung Yung memperlakukan para prajurit itu dengan baik, memberi mereka makanan dan pakaian. Dia juga memberi mereka makanan untuk dibawa kembali ke tempat pemberontak.

Deng Gong Chang tersentuh dan memimpin pasukan pemberontaknya untuk menyerah kepada Kung Yung dan pemerintah.

Pemimpin pemberontak lainnya, Feng Xiao, setelah mendengar cerita itu, segera memimpin anak buahnya untuk menyerah juga kepada Kung Yung. Dengan cara ini, pemberontakan diakhiri, bukan dengan menggunakan kekerasan, tetapi dengan kekuatan kebaikan. (visiontimes/bud/ch)

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI

slot gacor