Filsuf Mensius memberitahu orang-orang pada tahun 300 SM bahwa seseorang akan menikmati kemakmuran selama bertahan dalam bencana dan penderitaan dan seseorang akan lenyap binasa saat hidup dalam kemudahan dan kenyamanan.
Tetapi, pada zaman modern ini, orang-orang cenderung tertarik pada inersia dan kemalasan. Orang-orang mencoba untuk mencari kesenangan dan melarikan diri dari penderitaan, dan maka dari itu mereka hidup dalam sebuah kehidupan yang sia-sia.
Mensius berkata bahwa saat Langit akan menganugerahkan tanggung jawab besar kepada seseorang, orang tersebut harus mempelajari tentang kepahitan dan penderitaan fisik, dihadapi kelaparan dan kemiskinan, dan mengalami ketidaktetapan dalam hidupnya. Semua metode ini menstimulasi pikiran, memperkuat naluri, dan membangun potensi besar dari dirinya.
Mensius meyakini bahwa umat manusia harus membuat kesalahan agar bisa memperbaiki diri mereka sendiri berdasarkan dari pengalaman sebelumnya. Saat mereka berada dalam kesulitan dan bingung, mereka akan bangkit dan mengapai hasil yang besar.
Saat manusia sudah melihat, mendengar, dan mengalami kesulitan, mereka bisa memahami dan bangkit mencapai pencapaian yang baru. Kesulitan dan bencana bisa membantu seseorang menumbuhkan bakat besar, sementara bersantai dan kenyamanan bisa membawakan hasil yang sebaliknya.
Pada zaman Tiongkok modern, demi perbaikan kondisi ekonomi, banyak orang belum mengalami kesulitan, khususnya mereka yang tumbuh besar di bawah kebijakan satu anak. Anak-anak ini perlahan-lahan telah tumbuh sifat mementingkan diri sendiri dan menjadi seorang yang berkarakter ingin menguasai.
Dalam banyak pikiran manusia, mengejar kesenangan dan kebahagiaan adalah tujuan utama dari kehidupan manusia. Mereka ingin menuai tanpa menabur dan mengejar kesuksesan siang malam dan kemewahan yang ekstrem. Banyak anak muda yang tidak ingin bekerja keras dan banyak mengeluh mengenai banyak hal dalam hidup mereka. Mereka merasa benci dan marah kapan pun mereka berhadapan dengan kesulitan yang sangat kecil dalam kehidupan, tidak mau berupaya di tempat kerja, dan merasa mereka telah dimanfaatkan oleh orang lain.
Kesulitan bukan sebuah hal yang buruk, karena seseorang bisa membangkitkan kemauan kuat, dan ia bisa menguatkan pikiran seseorang dan membantu seseorang agar berhasil. Faktanya, kebanyakan hal yang bagus bagi orang-orang adalah kurang nyaman. Sebagai contoh, latihan olahraga di pagi hari dan olahraga lain sangatlah capek, tetapi olahraga ini sangatlah baik bagi kesehatan seseorang.
Para pengawas tegas mungkin tidak menyenangkan tetapi bisa membantu para bawahan membangun efisiensi. Obat yang bagus terasa lebih pahit karena ia membawakan penyembuhan, dan nasihat yang tidak enak membantu orang-orang melihat kesalahan mereka dan melakukan berbagai hal dengan lebih baik.
Orang-orang memiliki karma. Menahan kesulitan bisa melenyapkan karma. Jika seseorang belum pernah menahan kesulitan tetapi hanya menikmati kebahagiaan, hasilnya akan mungkin kebalikannya. (id.minghui.org)

