Di Kerajaan Himalaya Bhutan, sebuah negara kecil yang terhimpit antara India dan Tibet, hiduplah seorang gadis cantik berusia 7 tahun, bernama Jetsun Pema.
Jetsun Pema adalah puteri seorang pilot maskapai komersial yang dipakai kerajaan. Pada suatu hari, ia bertemu Putera Mahkota Bhutan, Jigme Khesar Namgyel Wangchuck yang saat itu berusia 17 tahun, dalam sebuah tamasya.
Terpesona dengan sosok Pangeran Jigme Khesar, Jetsun kecil mendekati dan memeluknya. Dengan polos, ia menarik tangan Pangeran dan berkata, “Aku ingin pergi bersamamu. Aku ingin menikahimu.” Pangeran Jigme Khesar bertanya mengapa.
Jetsun kecil menjawab, “Aku menyukaimu.”
Mendengarnya, Pangeran merasa ucapan Jetsun kecil sangat tulus.
Ia berkata pada Jetsun kecil, “Kelak ketika dewasa, apabila saya masih bujang dan belum menikah dan apabila kamu juga demikian, selama perasaan kita masih sama, saya ingin kamu menjadi istri saya.”
Tanpa mengetahui bahwa sang pemuda adalah raja di masa depan, Jetsun kecil tersipu malu sambil menganggukkan kepala dan berlari, berharap mereka akan bertemu lagi ketika beranjak dewasa.
Beberapa tahun kemudian, Jetsun Pema tumbuh menjadi seorang wanita cerdas dan menawan. Sementara Pangeran Jigme Khesar, yang berwajah tampan dengan postur tinggi, dambaan banyak wanita, naik tahta di usia 28 tahun.
Raja Jigme Khesar dan Jetsun Pema merupakan pasangan yang serasi. Hubungan mereka terjalin berkat kecintaan pada seni.
Keduanya sama-sama kuliah di Inggris. Raja Jigme Khesar memperoleh gelar Foreign Service Programme and International Relations di Universitas Oxford, sementara Jetsun Pema kuliah di Fakultas International Relations dengan kuliah lanjutan jurusan Psikologi dan Seni di Regent College, London.
Sesuai janjinya, pada 13 Oktober 2011, Raja Jigme Khesar (31 tahun) menikahi gadis biasa, Jetsun Pema (21 tahun) di istana Bhutan dalam tradisi Buddha, menjadikannya sebagai ratu bangsawan termuda dunia.
Raja Jigme Khesar, kerap disebut “Raja Rakyat,” mengatakan kepada wartawan, “Saya telah menunggu lama waktu untuk menikah. Tapi itu tidak masalah selama Anda menikah dengan orang yang tepat. Saya percaya saya menikahi orang yang tepat.
Dalam Pidato Kerajaan di depan anggota dewan, Raja Jigme mengatakan: ” sebagai individu, yang terpenting adalah dimanapun dan kapanpun ia harus menjadi manusia yang baik, dan sebagai seorang Pemaisuri Raja, ia harus memegang komitmennya untuk melayani rakyat dan negara. “
“Sebagai permaisuri pilihan, saya telah menemukan sosok yang tepat dan ia adalah Jetsun Pema. Ketika masih muda, ia anak yang baik dan lembut. Semua karakteristik ini, ditambah kebijakan yang bertumbuh seiring bertambahnya usia dan pengalaman akan membuatnya menjadi pelayan yang hebat bagi bangsa kami. “
Setelah menikah, pasangan kerajaan ini senantiasa melayani rakyatnya dengan sepenuh hati. Hingga pada Februari 2016, mereka dikaruniai seorang putra, yang diberi nama Jigme Namgyel Wangchuck. Bak cerita dongeng, Raja Jigme Khesar dan Ratu Jetsun Pema hidup bahagia bersama keluarga kecil mereka. (epochtimes /may/lia)

