Jenderal besar Han Xin tangan kanan Kaisar Han Gaozhu dalam mempersatukan negeri Tiongkok (sekitar 2.200 tahun silam), sewaktu kecil, ia hidup dalam keadaan sangat miskin.
Kala itu, Han Xin muda seringkali memancing ikan di tepi sungai dengan harapan bisa mengisi perutnya. Seringkali ia tidak berhasil mendapatkan ikan dan merasa sangat kelaparan.
Untungnya di lokasi itu, terdapat banyak Ibu-Ibu yang mencuci pakaian di tepi sungai, penjual jasa mencuci pakaian, mantel, sutera dan sebagainya), salah seorang di antaranya, sangat prihatin terhadap keadaan Han Xin, maka ia sering berbagi sepiring nasi makan siangnya dengan anak muda ini.
Di dalam kondisi sulit Han Xin memperoleh kebaikan hati Ibu pencuci pakaian yang dengan kedua tangannya bersusah payah menghidupi keluarganya, ia merasa sangat terharu, maka ia berkata kepada Ibu tersebut, suatu hari kelak pasti akan membalas budi kebaikan tersebut.
Si Ibu pencuci menyatakan tidak berharap Han Xin kelak membalas budi kepadanya, dia hanya berpesan agar Han Xin belajar dengan giat. Terharu akan nasihat ibu itu, Han Xin meneruskan pendidikannya sampai ia berhasil menjadi prajurit negara.
Beberapa tahun berlalu, Han Xin membantu Raja Han (Liu Bang) dan dianugerahi gelar Raja Chu. Ia teringat dahulu pernah menerima budi kebaikan dari sang Ibu pencuci, maka ia mencari sang Ibu pencuci dan memberikan seribu tail emas kepadanya sebagai imbalan balas budi.
Peribahasa Tiongkok (一饭千金) Yi Fan Qian Jin yang artinya “Sepiring Nasi Seribu Emas” ini berasal dari kisah nyata tersebut.
Makna dari peribahasa ini: Jangan melupakan budi kebaikan yang telah diberikan orang lain kepada kita. Meski kebaikan tersebut tidak begitu berarti, namun pada saat keadaan sulit, bantuan sesedikit apapun pasti sangat bernilai.
Suatu saat ketika kita sudah mampu, sudah seharusnya memberi imbalan besar kepada orang yang telah berbuat kebaikan kepada kita itu. (epochtimes)
Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI

