Liu Tingshi adalah seorang terpelajar di China Utara pada masa Dinasti Song (960-1279). Ia tinggal di daerah yang sekarang disebut sebagai Provinsi Shandong dan menjabat sebagai pejabat pemerintah kelas menengah.
Sebelum Liu Tingshi menempuh ujian pejabat sipil tingkat provinsi untuk menjadi seorang pegawai pemerintah tingkat menengah, ia bertemu dengan seorang gadis di kota kelahirannya dan melamarnya. Gadis itu menerima lamarannya walaupun Liu tidak dapat menjanjikan memberi kepada keluarganya mas kawin sebagaimana biasanya.
Liu Tingshi akhirnya lulus ujian pegawai pemerintah tingkat provinsi dan menjadi seorang pegawai pemerintah. Ia sangat dihargai oleh atasannya. Semua orang tahu Liu Tingshi adalah seorang pemuda yang punya harapan masa depan yang cemerlang. Sementara itu, tunangan Liu jatuh sakit parah dan menjadi buta. Orang tuanya yang petani kurang mampu merasa ia tidak pantas menikahi Liu. Mereka tidak berani mengangkat topik pertunangan anak gadisnya dalam pembicaraan.
Seorang teman memcoba berbicara dengan Liu agar membatalkan perkawinannya dengan gadis itu. Ia berkata: “Ia buta sekarang. Mengapa kamu tidak mencari orang lain untuk Anda nikahi demi karier dan masa depan keluargamu?
Liu Tingshi menjawab, “Ketika saya bertunangan dengannya saya telah menyerahkan hati saya. Mungkin ia buta tetapi hatinya utuh. Bila saya mengingkari janji maka hati saya tentulah tidak lurus. Kecuali itu, setiap orang menjadi tua. Ketika isterinya menjadi tua, seorang lelaki tidak seharusnya menggantinya dengan yang lebih muda bukan? Seorang lelaki harus memegang kata-katanya. Saya tidak seharusnya mengubah hati saya”.
Karena itu Liu Tingshi tetap menikahi gadis itu. Mereka hidup bersama dengan baik dan sangat saling menyayangi. Mereka bersama-sama membesarkan beberapa anak.
Tindakan dan karakter seseorang adalah pondasi perkawinan. Sepasang suami istri seharusnya saling menghormati dan peduli dengan pasangannya, hanya dengan demikian sebuah perkawinan baru dapat berbahagia dan tumbuh. Perkawinan adalah landasan sebuah keluarga. Jika sebuah perkawinan kokoh maka keluarga akan harmonis.
Keluarga adalah landasan suatu bangsa. Sebuah keluarga yang sehat dipercaya menjadi landasan bagi suatu bangsa, dan memungkinkannya tumbuh dengan baik dan menjadi makmur. (minghui)
Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
