Budaya

Kisah Nyata Keajaiban Setelah Membantu Seorang Biksu Mendapat Keadilan

Biksu bermeditasi (Getty Images via Canva Pro)
Biksu bermeditasi (Getty Images via Canva Pro)

Di Tiongkok kuno, di bawah pemerintahan Ratu Wu Zetian selama Dinasti Tang (624-715 M), hiduplah seorang biksu bernama Jingman yang tinggal di Kuil Luquan, Kabupaten Heng.

Biksu Jingman sangat lurus dengan ketat mengikuti ajaran Buddha dan berperilaku baik.

Namun, biksu lain di kuil kurang disiplin diri dan menjadi sangat iri hati, mereka merasa bahwa perilaku teladan Jingman adalah duri bagi mereka.

Mereka khawatir diminta untuk mengikuti teladan Jingman dan menjalani kehidupan pertapa, sehingga sumbangan ke kuil akan menjadi berkurang. Oleh karena itu, para biksu menyusun rencana untuk menjebak Jingman agar dia dikeluarkan dari kuil.

Dalam praktik Buddhisme, sila yang paling penting adalah menahan diri dari hubungan seksual. Para biksu menyusun rencana menjebak Jingman dengan menargetkan sila ini.

Para biksu pertama-tama membuat lukisan seorang wanita cantik yang sedang melihat ke bawah dari sebuah gedung tinggi, dengan Jingman menembakkan panah ke arah gedung untuk mengirimkan surat cinta kepada sang wanita cantik.

Para biksu kemudian mengirim seorang murid Jingman yang tidak layak ke pengadilan untuk menuduhnya mencoba merayu wanita, sesuatu yang tidak sesuai dengan perilaku seorang biksu.

Investigasi Menyeluruh terhadap Perilaku Biksu itu

Setelah melihat bukti dan mendengar dari saksi, Ratu Wu Zetian menjadi sangat marah. Dia meminta penyidik Kekaisaran Pei Huaigu menyelidiki kasus tersebut, dan agar Biksu Pei Huaigu tidak menyelidiki kasus ini dengan tergesa-gesa, melainkan memeriksa masalah ini secara menyeluruh dan menemukan bahwa Jingman tidak melakukan kesalahan apa pun, tetapi malah dijebak. Pei segera membebaskan Jingman dan kemudian menghukum para biksu yang terlibat dalam perencanaan itu.

Ketika Ratu Wu Zetian mendengar keputusan Pei Huaigu untuk melepaskan Jingman, dia terkejut sekaligus marah. Putusan itu bertentangan dengan perintahnya, dan dia menyalahkan Pei Huaigu karena membebaskan tahanan yang bersalah, dan bahkan mengancam agar Pei Huaigu juga dipenjara.

Meskipun diancam, Pei Huaigu menolak untuk mengubah putusannya, mengatakan kepada ratu: “Hukum yang diberlakukan dan dikeluarkan oleh Yang Mulia harus diikuti oleh semua orang.

Mengapa saya harus diminta untuk membunuh orang yang tidak bersalah, sesuatu yang bertentangan dengan hukum? Seandainya Jingman benar-benar melanggar hukum, bagaimana saya berani melepaskannya? Praktik saya berdasarkan hukum, yang berarti tidak menganiaya siapa pun, dan tidak menghukum yang tidak bersalah.

Bahkan jika ini mengorbankan nyawaku, aku tidak akan pernah menyesalinya!” Ratu Wu Zetian akhirnya memahami situasinya, dan melepaskan Pei.

Sebuah Keajaiban yang Membawa Pei Kembali ke Rumah

Pei Huaigu kemudian bekerja sebagai asisten utusan ke Turki dalam menegosiasikan pernikahan. Raja Turki menangkap semua utusan dari Dinasti Tang, termasuk Pei, dan memaksa mereka untuk bekerja di Turki untuk menjadi prajurit yang akan menyerang Tiongkok.

Pei Huaigu tidak menyerah, dan berkata: “Saya lebih baik mati dan mempertahankan kesetiaan saya kepada negara saya daripada mengkhianati negara saya untuk menyelamatkan hidup saya.”

Selama pasukan Turki berbaris menuju ke selatan untuk menyerang Kabupaten Zao dan Kabupaten Ding di Tiongkok, Pei Huaigu melakukan pelarian yang berani. Setelah beberapa saat, Pei menjadi terlalu lelah untuk melanjutkan pelariannya dan berbaring untuk beristirahat.

Dia segera bermimpi di mana seorang biksu yang mirip Jingman menunjuk ke suatu arah tertentu dan berkata: “Ambil jalan ini.” Ketika Pei terbangun, dia mengikuti arah dari mimpinya dan berhasil menghindari jalan utama tempat tentara mencarinya.

Setelah berjalan dengan susah payah melewati banyak lembah dan menyebrangi sungai, Pei Huaigu akhirnya pulang dengan selamat ke Tiongkok.

Pada saat itu, orang mengatakan bahwa Pei mengalami keajaiban dan lolos dari kematian beberapa kali, semua karena dia melakukan hal yang benar dan setia pada negaranya, menegakkan hukum, dan membantu menjamin keadilan bagi Biksu Jingman.

Sebagai hasil dari perbuatan baik dan tindakannya, Pei Huaigu diberkati dan dilindungi oleh Tuhan.(nspirement)

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI