Budaya

Kisah Orang Misterius dan Peringatannya Terhadap Pembalasan Karma

Ji Yu
Ji Yu. (Wikimedia Commons Public domain via Vision Times)

Pada periode Yongzheng (1678-1735), Tuan Su Dounan bertemu dengan seorang teman disebuah penginapan ditepi Sungai Baigou. Teman ini sedang minum dan mengeluh, “Kebenaran surga tidak ada; tidak ada balasan untuk kebaikan dan kejahatan”.

Tiba-tiba, sosok misterius menunggang kuda datang dan berkata kepadanya, “Anda mengeluh tentang kegagalan pembalasan karma di dunia?”. 

“Pikirkan hal itu! Orang yang bernafsu pasti akan sakit; seorang penjudi pasti akan kehilangan uang; perampok pasti akan ditangkap; seorang pembunuh pasti akan mati; semua ini adalah pembalasan karma”.

“Tentu saja, dengan nafsu, ada perbedaan keinginan kuat dan lemah; dengan perjudian, taruhannya bisa tinggi atau rendah; dengan perampokan, ada perbedaan antara pelaku utama dan kaki tangan; dengan pembunuhan, itu bisa disengaja atau tidak disengaja. Akibatnya, pembalasan mereka, tentu saja, harus berbeda”.

“Bahkan dalam pembalasan, kebaikan dan kekurangan kadang-kadang dapat meniadakan antara satu sama lain; beberapa kasus diselesaikan dengan cara yang jelas, beberapa dengan cara yang tidak jelas. Dalam beberapa kasus, pertukaran kebaikan dan dosa belum selesai, dan lebih banyak waktu diperlukan untuk menyelesaikan hutang. Setiap situasi adalah unik, dan setiap situasi harus diperlakukan secara individual. Ini sangat rumit dan berbelit! ”

“Kamu mengeluh tentang inkonsistensi dalam hukum Surga berdasarkan apa yang kamu ketahui dan kamu berbicara sembarangan. Tahukah kamu bahwa kamu ditakdirkan untuk menjadi pejabat peringkat tujuh? Karena eksploitasi licik dan cara kamu menyuap, Dewa menurunkan kamu ke peringkat kedelapan”.

“Ketika kamu dipromosikan dari peringkat kesembilan ke peringkat kedelapan, kamu sangat senang dengan dirimu sendiri; tetapi sebenarnya, Dewa telah mengurangi peringkatmu karena karaktermu kurang”.

Sosok misterius itu kemudian mendekati pria itu dan berbisik ditelinganya beberapa saat. Setelah itu dia berkata dengan keras, “Apakah kamu sudah melupakan semua hal ini?” Pria itu sangat ketakutan hingga berkeringat. Dia bertanya, “Bagaimana anda tahu semua hal pribadi tentang saya ini?” Pria misterius itu tersenyum dan berkata, “Yang Maha Kuasa tahu semua yang dilakukan manusia. Bukan hanya aku yang tahu!” Ketika dia selesai berbicara, dia berbalik dan menaiki kudanya, dan dalam sekejap dia menghilang.

Kisah diatas adalah salah satu dari banyak kisah supernatural yang didokumentasikan dan dikumpulkan oleh Ji Yun (1724-1805), seorang filsuf, politisi, dan penulis Tiongkok dari masa Dinasti Qing. Ji Yun adalah anak yang sangat cerdas, seorang sarjana berpengaruh, dan favorit Kaisar Qianlong. Di tahun-tahun terakhirnya, dia menulis buku Yuewei Cottage Notes, yang mencatat semua catatan bersejarah yang dia temui selama hidupnya. (visiontimes)

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.



VIDEO REKOMENDASI