Budaya

Kisah Teladan Pemimpin Negara

Kong Mie adalah keponakan Konfusius, dan Bi Jian adalah siswa Konfusius. Keduanya adalah kepala dari dua kabupaten yang berbeda. Hari ini, Konfusius ingin mengunjungi mereka untuk melihat bagaimana mereka memimpin wilayahnya.

Suatu hari, Konfusius mengunjungi Kong Mie. Di perjalanan, dia melihat bahwa banyak ladang kosong dan ditumbuhi rumput liar. Sekelompok petani yang jelas-jelas putus asa berdiri diam di luar rumah mereka meskipun saat itu musim semi dan bunga-bunga bermekaran. Konfusius bertanya kepada salah satu petani: “Mengapa kamu tidak membajak dan menanam ladangmu?” Seorang petani menjawab: “Karena kita tidak membayar pajak yang cukup tahun lalu, kita dilarang pengadilan untuk bertani di ladang kita”. Konfusius merasa kasihan pada para petani yang tidak dapat menggarap ladang itu.

Ketika Konfusius bertemu Kong Mie, dia bertanya kepadanya, “Menurutmu apa yang telah kamu peroleh dan hilang sejak menjadi pejabat?” Kong Mie menjawab: “Aku tidak mendapatkan apa-apa, tetapi aku kehilangan banyak. Kaisar mengharuskan saya untuk melakukan begitu banyak tugas sehingga saya jarang punya waktu untuk membaca atau memperbaiki diri. Kompensasi saya terlalu rendah untuk mendukung keluarga saya, jadi saya tidak dapat menyisihkan apa pun untuk mendukung kerabat saya yang lain yang membutuhkan bantuan, sehingga membuat hubungan kami menjadi jauh. Dan mengingat pentingnya tugas saya, saya tidak punya waktu untuk mengunjungi mereka yang sakit, yang telah menyebabkan renggangnya hubungan antara saya dengan keluarga dan teman-teman saya”.

Mendengar keluhannya, Konfusius menjawab: “Dikatakan bahwa pemerintah harus memerintah dengan belas kasih dan cinta, dan harus sangat berhati-hati ketika memberikan hukuman. Jika dia hanya menggunakan aturan untuk membimbing orang dan hukuman untuk membatasi mereka, maka mereka hanya akan melakukan berbagai cara untuk menghindari hukuman dan tidak akan pernah merasa bersalah. Jika pemerintah mengatur orang-orang dengan kebajikan, dan menggunakan etika ketika membatasi mereka, mereka akan merasa malu ketika mereka melakukan sesuatu yang salah, dan akan berusaha untuk menjadi baik, sehingga dengan sendirinya terhindar dari hukuman. Anda harus tahu bahwa hanya dengan teladan yang baik, barulah seorang pemimpin dapat memperoleh pengertian dan dukungan orang lain”.

Ketika Konfusius pergi mengunjungi Bi Zijian, ia melihat pemandangan yang menyenangkan; orang-orang jujur dan sopan. Konfusius bertanya pada Bi Zijian pertanyaan yang sama: “Menurutmu apa yang kamu peroleh dan hilang sejak menjadi pejabat?” Bi Zijian menjawab: “Aku tidak kehilangan apa-apa, tapi aku mendapatkan banyak. Meskipun tugas saya membuat saya sangat sibuk, saya selalu menggunakan kitab suci untuk membimbing saya, jadi saya belajar banyak sambil memerintah rakyat. Meskipun kompensasi saya kecil, saya selalu memiliki cukup dana untuk mendukung kerabat saya, yang membuat hubungan kami lebih dekat. Akhirnya, terlepas dari pentingnya tugas saya, saya tidak pernah mengabaikan yang sakit dan selalu memiliki waktu untuk mengunjungi mereka, jadi semua orang di sekitar saya mendukung pekerjaan saya”.

Kemudian mereka mendengar musik yang indah di luar; seorang wanita muda menyanyikan sebuah puisi untuk mendorong orang agar bekerja keras dan menjadi baik. Konfusius tersenyum dan bertanya pada Bi Zijian: “Kamu juga menggunakan musik untuk mengajar orang-orang menjadi baik? Itu sangat bagus. Tetapi bagaimana anda membuat orang hidup begitu harmonis?” Bi Zijian menjawab: “Guru mengajari saya untuk mencintai orang lain, dan saya mempraktikkan pelajaran Anda dalam kehidupan sehari-hari saya. Saya memperlakukan orang tua seperti orang tua saya, dan mengawasi anak-anak seolah-olah mereka adalah keluarga saya. Saya mencoba membantu mengurangi hutang orang yang benar-benar tidak mampu dan membantu orang miskin. Saya mempekerjakan orang-orang bijak untuk bekerja untuk saya, dan setiap kali saya bertemu orang yang lebih pandai daripada saya, saya dengan rendah hati meminta ide-ide mereka untuk mengatur rakyat dengan lebih baik”. Mendengar kata-kata ini, Konfusius menjawab: “Anda adalah orang yang terhormat yang mengajarkan orang-orang bermoral, dan memerintah mereka dengan belas kasih. Anda diberkati, dan orang-orang anda mengikuti dan mendukung anda”. (visiontimes/bud/ch)