Site icon NTD Indonesia

Kisah Tiongkok Kuno: “Wu Song” Bunuh Harimau dengan Tangan Kosong

Wu Song (Image: Wikipedia

Wu Song (Image: Wikipedia

Wu Song adalah seorang tokoh fenomenal dalam sejarah dan budaya tradisional Tiongkok. Kisahnya beberapa kali telah diangkat ke layar kaca Tiongkok, atas sifatnya yang terkenal suka membela kebenaran dan menumpas kejahatan.

Wu Song sendiri merupakan karakter dari novel klasik Tiongkok, Outlaws of the Marsh (dikenal juga “The Water Margin”, “Shui Hu Zhuan” atau “Orang Usiran dari Daerah Rawa”) karya Shi Nai’an (1296-1370). Novel tersebut mencatat Wu Song sebagai pahlawan ke-14 dari 108 pahlawan Gunung Liang. Wu terkenal luar biasa dalam seni bela diri, dan juga penggemar minum minuman keras.

Banyak orang mengira bahwa Wu Song hanyalah tokoh fiksi, tetapi sebenarnya ia adalah seorang tokoh sejarah yang pernah hidup di zaman dinasti Song Utara. Dalam cerita rakyat, Wu Song adalah murid seniman bela diri Zhou Dong, yang telah mengajari Wu Song teknik “Pedang Naga Bergulir”.

Kisah fenomenal Wu Song yang paling terkenal adalah saat ia membunuh harimau ganas pemakan manusia di hutan Jing Yang Gang dengan tangan kosong. Suatu hari, Wu Song melewati sebuah desa kecil di Kabupaten Yanggu. Ia melihat sebuah tanda di luar kedai yang berbunyi: “Tiga mangkuk minuman keras kami, Anda tidak akan dapat melewati hutan.”

Tidak merasa takut, Wu Song menenggak 15 mangkuk minum minuman keras. Walaupun mabuk berat, ia tidak terhuyung roboh, malah masih mau masuk ke dalam hutan. Penjual arak berusaha mengingatkan bahwa ada harimau ganas sedang berkeliaran.

Tetapi Wu Song tidak peduli. Dengan keadaan mabuk berat ia masuk ke hutan. Sesampainya di tengah hutan, ia berbaring untuk beristirahat dan tertidur. Tidak lama kemudian, ia terbangun oleh auman harimau. Ia langsung melompat kaget, lalu melihat seekor harimau didepannya. Pertarungan Wu Song dengan harimau tidak berlangsung lama, Wu Song berhasil membunuhnya dengan tangan kosong. Seisi kampung pun menjadi geger akan kenyataan bahwa Wu Song berhasil membunuh harimau ganas yang telah memakan banyak korban. Prestasi heroiknya menyebar, dan Wu Song diberi jabatan tinggi di Kabupaten Yanggu.

Karena sifatnya yang menjunjung tinggi keadilan, perjalanan hidup Wu Song dipenuhi oleh intrik orang jahat yang iri hati dan menjebaknya. Demi melindungi rakyat, ia bahkan pernah membunuh seorang pejabat pemerintah yang kejam. Pada akhirnya, Wu Song tergeser dan ia pun pergi ke Gunung Liang, dan dijadikan salah satu pemimpin infanteri dari 108 pendekar. Namun setelah berhasil meraih kemenangan, Wu Song malah menjauh dari keramaian duniawi dan ketenaran, serta menjadi pengikut agama Buddha, hidup mengasingkan diri di Kuil Enam Harmoni hingga kematiannya yang alami pada usia 80 tahun. (ntdindo.com/crl/lia)