Budaya

‘Kita Telah Kehilangan Seni’ Terlalu Lama: Shen Yun Adalah Obat untuk Jiwa

Penonton Shen Yun
Arsitek, Mary O'Dell (kiri) menonton Shen Yun Performing Arts di Palace Theatre di Stamford, Conn., pada 26 Juni 2021. (Sally Sun/The Epoch Times)

John Connor Blow berjalan keluar dari teater dengan tangan terangkat, bergerak dengan emosi dan rasa terima kasih yang mendalam. “Terima kasih banyak. Saya sangat menyukai pertunjukan itu, saya menangis,” kata Blow, setelah melihat Shen Yun Performing Arts di Palace Theatre di Stamford, Connecticut, pada 26 Juni 2021.

“Saya terharu sampai menangis dalam sukacita,” kata Bowl. “Saya hanya berharap bisa melihatnya lagi … Tahun lalu, saya sangat memimpikan untuk melihat Shen Yun, dan itu tidak pernah membuat saya menyerah. Dan itu mengubah hidup saya.”

Blow adalah salah satu dari banyak pemegang tiket yang telah menantikan produksi unik Shen Yun, -yang berbasis di New York- selama sekitar satu tahun, ketika pandemi melanda dan menghentikan profesi seni pertunjukan di seluruh dunia. Ini adalah produksi yang menjanjikan untuk menghidupkan kembali 5.000 tahun peradaban Tiongkok—yaitu, Tiongkok dengan kebudayaan dan peradaban yang diilhami oleh Ilahi, yang telah ada sebelum Tiongkok menjadi negara komunis.

Dilarang di Tiongkok

Mary O’Dell, seorang arsitek, telah merencanakan untuk melihat pertunjukan Shen Yun di Lincoln Center tahun lalu ketika Shen Yun tampil di New York City pada bulan Maret. Tepat di tengah bulan pertunjukan yang dijadwalkan, kota itu dikunci.

“Sudah terlalu lama kita kehilangan seni,” kata O’Dell, yang melihat pertunjukan bersama putrinya yang telah menari selama 10 tahun. Gedung itu penuh sesak, dan antrean panjang melilit teater menjelang pertunjukan, sementara para penonton yang bersemangat menunggu pintu dibuka. “Sungguh mendebarkan berada di teater lagi … Saya sangat berterima kasih kepada siapa pun yang mengizinkan ini terjadi.”

Shen Yun adalah perusahaan tari Tiongkok terkemuka di dunia, dan satu-satunya perusahaan yang mendedikasikan dirinya untuk melestarikan bentuk seni ini, yang telah diturunkan selama ribuan tahun secara otentik. O’Dell berbicara tentang gerakan indah serta kain brilian yang mengalir bersamanya, bagaimana latar belakang digital menambahkan lapisan pada penceritaan, dan kedamaian yang dibawakan musik untuknya. “Saya suka budayanya dan juga musiknya, itu adalah pengingat untuk terbenam di dalamnya.”

Dia juga terkejut mengetahui bahwa Shen Yun tidak diperbolehkan tampil di Tiongkok. Seperti yang dijelaskan oleh pembawa acara, Shen Yun menampilkan budaya tradisional Tiongkok, yang dikatakan diilhami oleh Ilahi. Sementara itu, Tiongkok saat ini berada di bawah kekuasaan Partai Komunis Tiongkok (PKT), yang merupakan rezim ateis, yang telah lama bekerja untuk membasmi budaya tradisional.

Chris Fiene, seorang insinyur, juga senang melihat Shen Yun setelah berbulan-bulan tanpa seni pertunjukan.

“Ini sangat menggembirakan secara spiritual,” katanya. “Setelah pandemi, sangat menyenangkan akhirnya bisa menyaksikan pertunjukan dengan orang lain dan melihat mereka juga menikmatinya.”

Lebih dari Sekedar Pertunjukan

Antonio Ramos dari Brooklyn menghadiri pertunjukan siang 26 Juni—pertunjukan pembukaan musim ini—bersama istrinya. Dia tidak menduga akan menyaksikan seorang penyanyi solo bel canto di tengah pertunjukan, tapi lagu sopran Geng Haolan menyentuh hatinya.

Pesannya, katanya, adalah “jangan lupakan tradisi Anda.”

“Lebih banyak orang harus berpikir seperti itu. ‘Jangan biarkan hal-hal modern menghalangi apa yang secara tradisional telah ikut Bersama Anda.’ Itu luar biasa bagi saya, ”kata Ramos.

Ramos belajar tidak hanya tentang tradisi peradaban spiritual yang mendalam, tapi juga belajar banyak tentang Tiongkok modern. Di bawah rezim komunis saat ini, orang-orang yang memiliki keyakinan spiritual dianiaya, dan tarian Bersama cerita dalam pertunjukan, mengungkapnya.

“Mengejutkan melihatnya. Saya senang saya disadarkan,” katanya. “Tidak hanya tidak manusiawi, [penganiayaan] itu biadab.”

Salah satu dari kelompok yang dianiaya itu adalah para praktisi Falun Gong, sebuah latihan meditasi spiritual kuno. Harry He di antara hadirin mengatakan bahwa ibunya di Tiongkok adalah salah satunya, Ibunya hidup sesuai dengan ajaran moral Falun Gong, yang berdasarkan prinsip inti: Sejati, Baik, dan Sabar. Karena itu, dia hidup dengan mengetahui bahwa dirinya tidak aman, dan dia berharap bisa datang ke luar negeri untuk tinggal bersamanya di Amerika.

“Dia menyuruh saya untuk melihat Shen Yun,” Katanya menjelaskan. Dia tidak tertarik pada awalnya, berpikir bahwa Shen Yun hanyalah pertunjukan tarian biasa. Ibunya mengatakan itu berbeda, dan dia harus melihatnya sendiri untuk mempercayainya. “Tapi sekarang, setelah melihatnya, tidak ada yang biasa tentang itu [Shen Yun]. Sekarang saya mengerti bahwa Shen Yun benar-benar menyelamatkan orang. Saya benar-benar dapat merasakan ini … Shen Yun mengungkapkan sesuatu yang tidak dapat disampaikan oleh kata-kata dan bahasa.”

Yuanjun Tang juga tergerak oleh presentasi Shen Yun tentang budaya tradisional Tiongkok yang sebenarnya.

“[Budaya tradisional ini] menunjukkan kepada orang-orang bagaimana bersikap baik,” katanya. “Setiap budaya yang melakukannya, memiliki nilai yang sangat besar.”

“Budaya ini, budaya tradisional, adalah sesuatu yang bisa menghapus budaya PKT,” katanya. “[Dengan demikian,] itu dapat mempengaruhi budaya Tiongkok. Saya sangat tersentuh.”

Dilaporkan oleh Sally Sun, Sherry Dong, dan NTD Television.

Dari The Epoch Times

Informasi lebih banyak tentang Shen Yun, silahkan kunjungi: id.shenyun.com

Saksikan trailer Shen Yun:

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI