Budaya

Kong Rong Mengambil Buah Pir

Kong Rong, seorang pakar sastra besar pada akhir dinasti Han Timur adalah cucu generasi ke 20 dari Konfusius. Ia mempunyai 7 saudara. Ketika ia berusia 4 tahun, telah mengerti prinsip menghormati orang yang lebih tua, mau mengalah dan tidak serakah.  Pada suatu hari tetangga mengantar sekeranjang buah pir, sang ayah memanggil semua anaknya dan menyuruh setiap orang dari mereka mengambil 1 buah serta membiarkan Kong Rong mengambil duluan yang ternyata ia secara sadar memilih buah yang terkecil, yang besar didahulukan untuk kakak-kakaknya.

Sang ayah setelah menyaksikan itu, mengangguk-angguk dengan puas lantas menanyai dia mengapa berbuat begitu? Ia menjawab dengan polos: “Kakak lebih besar daripada saya, tentu saja harus memakan yang besar, sedangkan saya adalah adik kecil sudah selayaknya makan yang kecil.” Sang ayah berkata sambil mengangguk dan tertawa: “Kamu betul.”

Moral yang harus ditanamkan kepada anak-anak adalah bahwa mereka harus respek pada yang lebih tua, Contohnya ungkapan: “ Diam ketika orang tua memarahi; mintalah pelajaran dari kakak laki-laki dan istri mereka.” Ini mengajarkan bahwa seorang anak harus menghormati orang tuanya. Ketika orang tua mengkritik atau memarahi, anak seharusnya tidak membantah tetapi diam-diam mendengarkan dan memikirkan di mana kesalahannya. Saudara yang lebih muda juga harus menghormati kakak dan kakak iparnya dan sering meminta nasihat mereka. (minghui/chr)

slot gacor

situs slot gacor