Budaya

Legenda Bukit Sapi Emas

Legenda Bukit Sapi Emas
Legenda Bukit Sapi Emas. (@shenyunshop)

Kisah ini terjadi pada masa pemerintahan Kaisar Wu dari Dinasti Han. Suatu hari, seorang petani tua buru-buru berjalan di sepanjang jalan, membimbing seekor sapi berbulu emas. Segera, dia tiba di tepi sungai. Dia melihat sebuah perahu kecil di sungai dimana seorang nelayan sedang mendayung dan bersiap-siap untuk berlayar.

Petani tua itu berteriak kepada nelayan itu, “Halo! Saya ingin menyeberangi sungai dengan perahumu!”

Nelayan itu menjawab dengan enggan, “Perahu saya terlalu kecil untuk membawa sapi anda.”

Petani tua itu berkata, “Jangan khawatir sapi saya terlalu berat. Saya jamin perahu anda tidak akan tenggelam!”

Nelayan itu adalah orang yang baik, jadi dia mempersilahkan petani tua itu untuk naik perahu bersama sapinya. Benar saja, perahu itu sangat stabil dan tidak tenggelam.

Sapi emas berdiri dengan tenang saat perahu menyeberangi sungai. Namun, saat perahu mencapai tengah sungai, sapi itu mulai mengosongkan isi perutnya, dan tidak berhenti. Nelayan itu mengerutkan kening saat melihat ini. Tetapi sang petani bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi. Sebaliknya, dia tersenyum, menunjuk ke tumpukan kotoran sapi dan berkata, “Saya tidak punya uang, tetapi saya memberi anda ini!”

Ketika perahu tiba di seberang sungai, petani tua dan sapinya turun. Nelayan itu mulai membersihkan perahunya. Dia menyekop kotoran sapi dan membuangnya ke sungai. Pada saat dia hampir selesai menyekop semuanya ke sungai, dia memperhatikan bahwa ada gundukan kecil kotoran yang tertinggal di perahu bukanlah kotoran sama sekali, warnanya beda dengan yang sebelumnya. Nelayan berhenti menyekop dan meneliti tumpukan tersebut, ternyata adalah butiran emas yang bersinar! Dia segera melompat dari perahu dan berlari mengejar petani dan sapinya.

Saat dia mengejar mereka, dia melihat sang petani dan sapi emas memasuki celah kecil di gunung dan menghilang. Nelayan mencari ke mana-mana, mencari celah yang mereka masuki, tetapi tidak menemukan apa pun. 

Orang-orang kemudian menyebut tempat ini Bukit Sapi Emas. Tempat itu masih ada, dan ketika turis mengunjunginya, mereka mempelajari “Legenda Manusia Abadi dan Sapi Emas”. Cerita ini menunjukkan bahwa kita seperti nelayan, tidak menyadari siapa yang mungkin kita temui dan mendapatkan kesempatan untuk membantu dalam kehidupan sehari-hari kita yang membosankan. Akankah kita memiliki hati nelayan yang tidak mementingkan diri sendiri ketika momen penting datang? Jika demikian, Yang Kuasa mungkin akan memberi hadiah kita dengan cara yang tidak terduga! (shenyunshop)

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI