Site icon NTD Indonesia

Legenda Wang Baochuan, Ketabahan dan Kesetiaan Seorang Wanita

Cerita klasik Tiongkok , Legenda Wang Baochuan zaman Dinasti Tang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Sosoknya yang setia dan tekun telah menyentuh hati banyak orang.

Berbatasan dengan Big Wild Goose Pagoda di Xi’an selatan, Provinsi Shaanxi, terdapat sebuah gua terpencil dimana terukir tiga karakter Tionghoa di atasnya – “古寒窑” (tungku pendingin kuno) yang merupakan tempat tinggal Baochuan dan suaminya, Rengui.

Baochuan lahir dari keluarga yang sangat kaya. Sejak muda, dia telah menunjukkan sifat pengertian, cerdas, dan berbakti kepada orang tua. Ketika mencapai usia yang cukup untuk menikah, dia meyakinkan ayahnya agar mengizinkannya mengadakan upacara dan memilih suami dengan melemparkan bola sutra yang dibuat menjadi bunga hydrangea.

Kecantikan dan kecerdasan Baochuan terkenal di seluruh kota. Pada hari diadakannya upacara, seluruh pria bangsawan berkumpul di depan balkon tempat bola itu akan dilemparkan.

Orang tuanya menunggu dengan penuh semangat. Namun, apa yang tidak mereka ketahui adalah Baochuan telah jatuh cinta pada seorang pemuda bernama Xue Rengui yang ditemuinya secara kebetulan.

Kepribadian dan bakat Rengui yang luar biasa telah meninggalkan kesan mendalam pada diri Baochuan. Meskipun Rengui berasal dari keluarga sederhana, sikapnya ramah dan sopan, ia juga menguasai keterampilan bela diri yang luar biasa.

Rengui juga menyukai Baochuan, bukan hanya karena kecantikannya, tetapi juga pribadinya yang anggun dan menawan layaknya seorang bangsawan. Namun, ketika Rengui mengetahui bahwa Baochuan berasal dari keluarga kaya, hatinya sedih, ia tahu bahwa dirinya tidak akan diizinkan menikahi Baochuan.

Wang Baochuan memilih suami berdasarkan karakter

Baochuan tahu bahwa Rengui adalah pria yang pantas dipercaya seumur hidup, maka ketika upacara berlangsung, dia melemparkan bola ke arahnya. Ayah Baochuan marah, dan mengatakan:

“Bagaimana mungkin putriku menikahi seorang pria miskin? Di mata leluhur ini sungguh memalukan! “

Meski sang ayah melarang pernikahan itu, namun Baochuan tetap teguh pada pilihannya. Keputusannya membuat pasangan muda itu disisihkan dari keluarga.

Sebenarnya Xue Rengui adalah cucu keenam Jenderal Xue Andu dari Dinasti Wei Utara. Ayahnya telah meninggal ketika dia masih muda, meninggalkan keluarganya dalam kemiskinan.

Rengui bertahan hidup dengan bekerja sebagai petani. Meskipun miskin, ia memiliki ambisi besar sejak kecil, belajar puisi dan seni bela diri. Pernikahan Rengui dan Baochuan sederhana, tidak ada pakaian mewah atau pertukaran mahar.

Mereka memulai hidup bersama dengan cara yang hemat dan sederhana. Namun, Baochuan mengetahui cita-cita luhur dan ambisi besar suaminya. Dia mendorong Rengui untuk mengambil ujian kekaisaran di ibukota, dengan harapan dia menyadari ambisinya untuk melayani negara.

Bukannya Rengui takut medan perang, tetapi enggan meninggalkan sang istri sendirian di gua. Pada akhirnya, berkat keteguhan dan kasih sayang Baochuan, Rengui memberanikan diri dan memutuskan untuk ikut ujian kekaisaran.

Jenderal Xue memperoleh kembali kemenangan

Patung Wang Baochuan di Xi’An,
teladan kesetiaan seorang istri

Tak dipungkiri, Rengui unggul dalam ujian, tak sedikitpun gentar membela negara yang saat itu tengah menghadapi bahaya invasi. Dengan penuh keberanian, Rengui mengerahkan segala upaya di medan perang. Rengui berhasil memenangkan kepercayaan Kaisar Tang Taizong. Ia dipromosikan menjadi Jenderal untuk menjaga Kota Xuanwumen. Sementara itu di gua yang dingin, Baochuan tinggal seorang diri. Pada mulanya, sesekali dia menerima berita tentang suaminya, tetapi setelah beberapa saat, dia kehilangan semua kontak dengan suaminya. Baochuan harus berjuang sendiri untuk bertahan hidup, melalui musim dingin yang sangat ekstrim.

Baochuan percaya suatu hari Rengui akan kembali. Sekali-sekali, ibu Baochuan diam-diam mengunjungi Baochuan, membawakannya makanan dan uang. Dia mencoba meyakinkan Baochuan untuk kembali ke rumah dan tidak menunggu suaminya. Namun Baochuan selalu menolaknya. Tahun demi tahun Baochuan senantiasa menunggu kembalinya sang suami.

Delapan belas tahun berlalu. Di musim dingin yang bersalju, Rengui, yang telah menjadi Jenderal Xue, akhirnya kembali ke gua dengan penuh kemenangan. Karena kesetiaan dan ketekunannya, Baochuan akhirnya bersatu kembali dengan suaminya. (visiontimes/feb/may)