Tahukah anda secara turun temurun India telah menggunakan sistem jembatan hidup yang diciptakan dengan merangkai akar pohon? Jembatan akar hidup ini dapat ditemukan di Cherrapunji, Laitkynsew dan Nongriat, di negara bagian Meghalaya di timur laut India.
Meghalaya adalah salah satu tempat terbasah di Bumi. Aliran sungai memiliki kekuatan sedemikian kuat sehingga pada musim hujan, menyeberanginya bisa menjadi aktivitas yang mengancam jiwa.
Penduduk setempat membuat jembatan gantung buatan tangan dari jalinan kuat akar pohon ara beringin yang tumbuh di kedua sisi sungai.
Prosesnya memakan waktu hingga 15 tahun, dan saya yakin penduduk setempat membuatnya dengan sangat sabar. Jembatan bertahan selama 500 hingga 600 tahun, dan beberapa terbentang di atas 30 meter.
(Image: Screenshot/YouTube)
Jembatan itu secara alami memperbaharui diri dan memperkuat diri saat komponen akar tumbuh lebih tebal. Jembatan dapat menampung hingga 50 orang sekaligus dan tidak seperti jembatan baja, yang semakin lemah seiring berjalannya waktu, jembatan alami ini semakin kuat seiring berjalannya waktu.
Orang-orang Khasi adalah orang-orang pribumi di daerah itu dan tidak dapat mengatakan seberapa jauh tradisi ini berasal, tetapi rekaman tertulis pertama kali adalah pada tahun 1844. Tradisi ini masih kuat dan terus diturunkan ke generasi berikutnya.
Apakah ini bisa dijadikan arsitektur hidup berkelanjutan yang terbaik? (visiontimes/bud/eva)

