Budaya

Lin Xiangru: Ahli Diplomasi di Masa Negara-Negara Berperang

Lin Xiangru
Lin Xiangru. (OpenAI)

Musim Semi dan Musim Gugur serta Periode Negara-Negara Berperang (770-221 SM) adalah zaman keemasan dalam sejarah Tiongkok kuno. Tidak hanya melahirkan banyak aliran pemikiran yang berdampak besar bagi generasi mendatang, namun juga melahirkan banyak tokoh militer yang berprestasi. Di antara mereka ada Lin Xiangru, seorang negarawan dan diplomat terkenal dari negara bagian Zhao.

Lin Xiangru mengembalikan batu giok Heshi kepada Zhao

Ketika Raja Qin mendengar bahwa Raja Zhao memiliki sepotong batu giok Heshi yang sempurna, dia menginginkan harta itu untuk dirinya. Dia mengirim utusan ke Zhao, menawarkan lima belas kota sebagai imbalan atas batu giok tersebut. Raja Zhao, setelah menerima pesan tersebut, menunjuk Lin Xiangru sebagai utusannya untuk membawa batu giok itu ke Qin.

Ketika tiba di Qin, Lin Xiangru memegang batu giok di tangannya dan menyerahkannya kepada raja. Raja Qin sangat senang menerima batu giok itu dan menganggapnya sebagai harta karun yang langka. Beberapa waktu berlalu, namun topik pertukaran batu giok dengan beberapa kota masih belum terselesaikan oleh raja, karena dia diam saja. Dengan cerdik, Lin Xiangru berpura-pura ingin menunjukkan kekurangan pada batu giok tersebut, hanya untuk mengambilnya kembali. Setelah ia memengang batu giok itu, dengan tegas menyatakan: “Yang Mulia menjanjikan lima belas kota untuk batu giok ini. Namun, saya tidak melihat tanda-tanda ketulusan anda. Jika raja menginginkan batu giok itu tetapi menolak memenuhi janjinya, saya siap untuk menghancurkan kepala saya dan batu giok ini pada pilar di sini dan saat ini.”

Khawatir akan rusaknya batu giok tersebut, raja Qin secara samar meyakinkan Lin Xiangru tentang komitmennya terhadap pertukaran tersebut, menyarankan agar dia kembali ke penginapannya untuk beristirahat. Sementara itu, Lin Xiangru di penginapan diam-diam mengatur agar batu giok itu dikirim kembali ke Zhao, malam itu juga batu giok dikirim pulang ke Zhao. Keesokan paginya raja Qin ketika menghadapi pendirian Lin Xiangru yang tak kenal takut, menyadari bahwa tidak ada yang bisa dia lakukan untuk mengubah situasi sehingga dia membiarkannya kembali ke Zhao. Kota-kota yang dijanjikan tidak pernah diserahkan kepada Zhao, dan batu giok Heshi tetap ada di Zhao juga.

Pertemuan di Mianchi

Kemudian, Raja Qin mencari perdamaian dengan Zhao untuk memfokuskan pasukannya pada Chu dan mengusulkan pertemuan di Mianchi, di luar Sungai Xihan, untuk membina hubungan persahabatan. Lin Xiangru menemani raja Zhao ke pertemuan ini.

Di Mianchi, selama jamuan makan, raja Qin, mengetahui kesukaan raja Zhao bermain sitar, menghadiahkannya sebuah sitar dan meminta untuk memainkannya. Setelah raja Zhao bermain, seorang sejarawan Qin mencatat peristiwa tersebut sebagai raja Qin yang memerintahkan raja Zhao untuk bermain. Melihat hal ini, Lin Xiangru mendekati raja Qin dengan sebotol anggur dan memintanya untuk memukul botol itu untuk menambah kegembiraan. Ketika raja Qin ragu-ragu, Lin Xiangru dengan berani menyatakan: “Saya hanya berjarak lima langkah dari Yang Mulia. Jika Yang Mulia menolak, saya akan menumpahkan darah Yang Mulia bahkan jika saya harus mati.” Raja Qin, tanpa pilihan lain, dengan enggan memukul botol itu. Lin Xiangru kemudian membuat sejarawan Zhao mencatat bahwa raja Qin telah memukul botol tersebut setelah diperintahkan oleh raja Zhao.

Di tengah perjamuan, seorang menteri Qin dengan berani meminta raja Zhao untuk menyerahkan 15 kota sebagai penghormatan ulang tahun kepada raja Qin. Lin Xiangru, tidak terpengaruh, membalas dengan meminta raja Qin untuk memberikan ibu kotanya, Xianyang, sebagai penghormatan kepada raja Zhao. Perjamuan berakhir dengan raja Qin tidak mampu mengalahkan Zhao. Setelah pertemuan di Mianchi, pembelaan Lin Xiangru yang cerdik dan berani terhadap martabat dan kedaulatan Zhao melawan ambisi Qin membuatnya mendapatkan jabatan tinggi bahkan melebihi jenderal besar Lian Po. Zhao kemudian memperkuat perbatasannya untuk mengantisipasi agresi Qin, yang secara efektif menghalangi kemajuan militer Qin.

Melalui kisah-kisah ini, kita melihat bahwa Lin Xiangru adalah seorang negarawan sejati yang mengabdi pada negara dan rakyatnya dengan kebijaksanaan dan keberanian yang besar. (nspirement)

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI