Site icon NTD Indonesia

Literasi Keuangan: Apa itu Kebebasan Finansial?

literasi keuangan ©unsplash

Literasi keuangan ©unsplash

Apa reaksi pertama anda ketika terjadi suatu peristiwa yang menyebabkan anda harus membayar suatu tagihan yang cukup besar, seperti misalnya, biaya rumah sakit? atau lebih sederhana, bagaimana perasaan anda jika anak anda merusak laptop kesayangan Anda? Apakah anda menanganinya dengan tenang atau panik?

Nah, jika anda stabil secara finansial, maka hal ini tidak akan mempengaruhi anda, hanyalah sebatas “hal-hal yang terjadi dalam kehidupan”. Akan tetapi jika finansial anda tidak stabil, maka hal ini akan menjadi bencana besar bagi kehidupan anda. Berikut adalah serangkaian artikel tentang cara mencapai kebebasan finansial.

Mari kita awali dengan memahami arti kata Kebebasan Finansial. Kebebasan finansial adalah kemampuan untuk mengelola keuangan anda, bukan membatasi ruang gerak anda karena kondisi keuangan. Anda “bebas” untuk pergi berlibur, menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-teman, melakukan apa yang anda sukai, pergi keluar tanpa khawatir dengan segala tagihan. Jika anda tidak bebas secara finansial, maka anda harus berpikir dua kali sebelum melakukan semua kegiatan yang disebutkan di atas atau bahkan tidak memikirkannya sama sekali karena anda mungkin akan segera bangkrut.

Tentang apa semua ini?

Menjadi kaya berbeda dengan menjadi bebas secara finansial karena arti menjadi kaya bagi setiap orang adalah berbeda. Beberapa orang akan mengatakan orang kaya adalah orang yang memiliki rumah dan mobil mewah, sementara yang lain menganggap kaya adalah kemampuan untuk bepergian dan membantu mereka yang membutuhkan. Konsep untuk menjadi kaya adalah sangat spesifik, namun konsep kebebasan finansial untuk melakukan apa yang kita sukai (sampai batas tertentu) tanpa berpikir terlalu banyak tentang uang adalah sesuatu yang umum. Dari sinilah kita semua harus belajar.

Ada banyak cara untuk mencapai kemandirian finansial. Kami akan membahas, secara mendalam, strategi yang dapat diadopsi dalam hidup anda untuk mencapainya. Beberapa taktik termasuk melunasi hutang, investasi, negosiasi, keterampilan belajar, melek finansial, instrumen keuangan, perencanaan pajak, hidup di bawah kemampuan anda, dan banyak lagi. Semua ini dapat dicapai dengan pengetahuan dan keinginan untuk berubah.

Sebelum masuk ke seluk-beluk, mari selami sedikit lebih dalam hambatan yang biasanya anda hadapi ketika melakukan usaha seperti itu.

Pemikiran yang Salah Arah

Cara anda berpikir tentang kehidupan sangatlah dipengaruhi oleh keluarga, teman-teman di lingkungan rumah juga di sekolah, guru dan untuk jaman sekarang sangat dipengaruhi oleh media sosial. Anda akan memiliki gagasan yang spesifik tentang banyak hal dalam hidup, termasuk kekayaan, harta dan rezeki. Gagasan yang salah, terutama yang terbentuk sejak awal kehidupan, cenderung bertahan dan menghambat anda bergerak melampaui tingkat kesuksesan finansial. Ya, anda adalah salah satu kendala terbesar dalam hidup anda untuk menjadi sehat secara finansial. Kenali gagasan-gagasan yang salah ketika hal itu terjadi, dan berusahalah untuk menghapusnya demi anda.

Beberapa contoh:

Literasi Keuangan

Sungguh disayangkan, literasi keuangan dasar tidak diajarkan di sekolah. Ini adalah sebuah konspirasi, jika anda bertanya kepada saya, karena ini adalah aspek kehidupan yang sangat penting. Pendidikan keluarga mengajarkan tentang keuangan yang membuat anggota keluarga tidak terjebak dalam hutang dan mempertahankan posisi keuangan yang stabil sepanjang hidup mereka. Ketika anda menjadi melek secara finansial, sebaiknya anda membagikan pemahaman ini kepada keluarga anda, teman-teman anda dan orang lain di dalam lingkaran anda.

Mulai lebih awal

“Saya pikir orang tua perlu mulai mengajar anak-anak tentang pentingnya mengelola uang sejak usia dini. Kadang-kadang orang tua menunggu sampai anak-anak mereka di usia remaja sebelum mereka mulai berbicara tentang mengelola uang ketika mereka bisa mulai ketika anak-anak mereka di prasekolah, “kata investor Warren Buffet kepada CNBC.

Menunggu terlalu lama untuk mendidik anak-anak tentang risiko uang mengembangkan perilaku keuangan negatif yang bisa sulit dihilangkan di kemudian hari. Ketika praktik keuangan berbasis alasan ditanamkan di masa kanak-kanak, seperti semua kebiasaan baik, mereka akan bertahan selama sisa hidup mereka.

Tabungan

Buat anak-anak Anda sadar akan pentingnya menabung. Karena mereka bukan orang dewasa, anak-anak tidak terpapar pada kenyataan hidup yang keras dan sepenuhnya tidak menyadari bagaimana tabungan menstabilkan kehidupan. Untuk mengembangkan budaya menabung, coba belikan benda-benda itu hanya ketika mereka menghemat cukup uang dari uang saku bulanan mereka. Misalnya, jika Anda memberi anak-anak Rp. 50.000 seminggu sebagai uang saku dan mereka menginginkan barang yang harganya sekitar Rp. 275.000, minta mereka menabung untuk itu. Ini akan mengajarkan anak-anak Anda pentingnya menabung, sementara pada saat yang sama menanamkan kebajikan seperti kesabaran.

Mempertimbangkan

Seseorang tidak akan bisa mendapatkan semua yang mereka inginkan dalam hidup. Untuk mendapatkan sesuatu, Anda mungkin harus menyerah pada hal lain yang sangat Anda inginkan. Sangat penting bahwa kebenaran ini dipahami sejak dini dalam kehidupan. Bahkan jika Anda berada dalam posisi untuk membeli apa pun yang mereka inginkan, lebih baik Anda membuat mereka memilih dan mempertimbangkan. Jika anak Anda menuntut Anda membeli semua variasi mainan yang berbeda di toko, minta mereka untuk memilih satu. Sebagai orang tua, mengikuti prinsip ini akan memastikan bahwa anak-anak Anda mampu mengekang nafsu tamak dan belajar hidup hemat, membedakan kebutuhan dan keinginan.

Lacak pengeluaran

Ajari anak-anak Anda untuk melacak pengeluaran mereka. Beri mereka buku catatan dan minta mereka untuk menuliskan setiap hal yang mereka gunakan untuk uang saku. Setelah beberapa bulan, analisis pengeluaran mereka dan dorong mereka untuk mencari tahu di mana mereka bisa menghemat uang atau mengubah kebiasaan belanja mereka. Latihan ini akan mengajarkan mereka perlunya penganggaran bulanan, yang akan membantu mereka mengelola uang dengan lebih baik ketika mereka dewasa.

Pengaruh iklan

Perusahaan membelanjakan ratusan juta rupiah setiap tahun untuk membuat iklan untuk anak-anak. Sebuah penelitian menemukan bahwa aplikasi ponsel atau tayangan youtube untuk anak di bawah 5 tahun mengandung setidaknya satu iklan. Iklan ini dirancang untuk secara emosional menciptakan keinginan dalam diri anak-anak untuk melakukan pembelian. Penting bagi orang tua untuk mengajar anak-anak mereka tentang efek buruk iklan dan menyadarkan mereka bahwa mereka seharusnya tidak menghabiskan uang mereka secara tidak bertanggung jawab hanya karena mereka tergoda oleh iklan. (bersambung) (visiontimes/rn)

Lebih banyak artikel Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI