Budaya

Lu Ban, Si Dewa Arsitektur

Bangunan Tradisional China @Canva Pro
Bangunan Tradisional China @Canva Pro

Peradaban Tiongkok bukan hanya salah satu peradaban paling kuno di dunia, ia juga satu-satunya peradaban yang masih berkesinambungan hingga saat ini. 

Sedari zaman kuno dulu ketika manusia dan Dewa eksis bersamaan, hingga ke dinasti-dinasti yang berlangsung kemudian, orang Tiongkok percaya bahwa para Dewa tak henti-hentinya mengajarkan peradabannya kepada manusia-manusia di Tiongkok.

Di kalangan rakyat Tiongkok terdapat ungkapan, “Terdapat 360  kejuruan, tanpa guru-leluhur tak dapat eksis.” Sesuai dengan data kitab sejarah kuno, para pendiri berbagai kejuruan tersebut (di Tiongkok lazim disebut: guru-leluhur) adalah  keturunan manusia-dewa yang merintis, mengajarkan dan mengembangkan berbagai kejuruan-padanan (dari langit) itu di bumi.

Terbentuklah kebudayaan rakyat yang menyembah para pendiri/guru-leluhur dan memandang mereka sebagai Dewa Pelindung kejuruan masing-masing.

Yang jauh tak usah dibahas, hanya pembangunan Shen Zhou (bermakna: tanah dewata, orang Tiongkok lazim menyebut negerinya sebagai Tanah Dewata) saja, kebudayaan bangunan Tiongkok sangat beragam dan kaya, serta indah megah.

Perabot, gedung, kota dan lingkungan pemukiman adalah sebagian hal yang intuitif di dalam peradaban Tiongkok, peradaban bangunan anak cucu keturunan Dinasti Xia (baca: sia, orang Tiongkok suka menyebut dirinya sebagai keturunan Dinasti Xia yang eksis 5.000 tahun yang silam) memperoleh pengajaran dari para manusia-dewa, termasuk Suku You Chao dari periode pra sejarah dan Da Yu dari masa awal peradaban 5.000 tahun, kemudian orang Tiongkok memasuki periode pengembangan kebudayaan setengah dewa dari berbagai keahlian-dewa tersebut. 

Diantaranya yang paling tersohor adalah Lu Ban (baca: lu pan) sang Dewa Arsitek dari Periode Chun Qiu (suatu masa dari abad ke-11 – 3 SM), yang dimuliakan selama ribuan tahun oleh generasi penerus. Para tukang kayu, tukang genting, tukang batu, tukang cat, para pengusaha bangunan dan pebisnis furnitur semuanya menyembahyangi dan menganggap Lu Ban sebagai guru leluhurnya.

Sejak zaman Dun Huang semasa Dinasti Tang (618-907), para tukang bangunan ketika menaikkan balok bubungan harus menyembah dulu Guru Dewa Lu Ban, para pejabat Dinasti Qing (baca: ching, 1616-1911) setiap kali ada proyek besar dipastikan menyembah dahulu dan memohon restu kepadanya agar proyek berjalan lancar, di Taiwan hingga hari ini ritual tersebut masih dipertahankan. Kejuruan yang berkaitan dengan bangunan mengakui Lu Ban sebagai guru-leluhur mereka.  

Guru Dewa Ilmu Bangunan

Sebenarnya Lu Ban sama sekali bukan bermarga Lu, ia adalah orang dari Negara Lu yang hidup pada Periode Chun Qiu dan sebenarnya bermarga Gongshu, bernama Ban dengan sebutan Yi Zhi, ia adalah seorang guru besar pembangunan gedung yang brilian, ketika itu ia sempat menjabat di bagian yang setara dengan menteri pembangunan sipil kini. 

Lu Ban lahir pada zaman pemerintahan Lu Dinggong (baca: lu ting kung) tahun ketiga (507 SM), pada siang hari, 7 Mei, di Negara Lu (salah satu negara adipati pada zaman Dinasti Zhou), kala itu sejumlah burung bangau raksasa berkerumun dan seluruh ruangan dipenuhi dengan semerbak harum yang terasa aneh, ini dikatakan oleh para sesepuh sebagai pertanda baik bahwa salah satu rasi bintang di langit sedang menyusup ke dalam janin seorang bayi.

Ketika ia masih belia, tidak begitu menyukai tarian, sastra dan kaligrafi, tetapi bergairah terhadap ketrampilan seperti kesenian memahat, pertukangan dan lain sebagainya. Sewaktu ia berumur 15, mendadak tercerahkan, ia berguru pada seorang murid Konghucu bernama Zi Xia, tak disangka, begitu mempelajari ia langsung mahir dan sekali belajar langsung bisa.

Beberapa bulan kemudian ia sudah menguasai tuntas semua ajarannya, maka ia meniru Konghucu berkeliling ke seluruh negeri (Dinasti Zhou) dan menyebarkan ajaran Konghucu, berharap para adipati hormat terhadap sang Putra Langit Zhou dan mau melepas pertikaian antar sesama adipati, para bangsawan dan adipati tetap bergeming, maka Lu Ban meninggalkan dunia yang penuh pertikaian itu dan balik ke Gunung Xiao He di sebelah selatan Gunung Thai untuk menjauhi dunia fana.

Setelah bertapa selama 13 tahun, suatu hari ketika ia bepergian, kebetulan berjumpa dengan senior Bao (baca: Pao). Kedua orang tersebut menjalin persahabatan sejati, senior Bao berharap peralatan pertukangan bangunan Tiongkok bisa lebih maju, ia mewariskan seluruh kepandaian memahat dan melukisnya kepada Lu Ban, ini kebetulan sesuai dengan minat Lu Ban dan telah menginspirasi bakatnya.

Sejak saat itu Lu Ban menekuni penelitian terhadap kesenian kayu, batu dan lain-lain, serta telah mencipta banyak sekali peralatan menakjubkan yang diajarkan kepada para muridnya.

“Elang Kayu”,  “Dewa Kayu” dan “Kuda Kayu”

Lu Ban yang berhati baik hendak menemukan adik perempuannya yang hilang di Negara Chu, ia mencipta sebuah Elang Kayu, ini adalah semacam alat terbang terbuat dari kayu yang bentuknya menyerupai burung elang, setelah selesai dibuat dapat diterbangkan dan bisa secara terus-menerus terbang selama tiga hari tanpa harus mendarat.

Dari hal ini bisa dilihat kehebatan Lu Ban dalam mencipta. Ini adalah pesawat tanpa awak yang dicatat paling dini di dalam sejarah umat manusia, selain itu jelas lebih efisien dibandingkan dengan pesawat zaman sekarang. Burung  kayu tersebut juga bisa mengangkut orang ke atas, dari sisi keampuhan dayagunanya ia adalah leluhur pesawat pengintai zaman moderen. 

Ayah Lu Ban sangat cemas atas kehilangan putrinya, ia mencuri pesawat kayu tersebut, akan tetapi lantaran tidak paham teknik menerbangkannya dengan baik, sesampainya di Negara Wu terpaksa mendarat darurat dan Elang Kayu itu rusak parah.

Namun sang ayah tidak sampai tewas. Dari sini terlihat performa keselamatan pesawat tersebut lebih baik daripada pesawat zaman sekarang, ia tidak sampai meledak atau terbakar atau menewaskan pilotnya.  

Semestinya Elang Kayu yang dirancang demi berkumpul kembalinya keluarga Lu Ban ternyata dipandang oleh orang-orang Negara Wu sebagai teknologi canggih yang memiliki nilai kemiliteran.

Mereka menawan ayah Lu Ban dan hendak menjadikannya sebagai sandera agar Lu Ban membuat ulang si Elang Kayu, ayah Lu Ban tidak ingin dijadikan umpan pemerasan terhadap anaknya, akhirnya dibunuh dengan kejam oleh Raja Wu.

Lu Ban sangat bersedih dan terpukul, untuk membalas dendam kematian tragis sang ayah, ia mencipta sebuah Dewa Kayu yang menuding ke arah negara Wu yang tidak berperikemanusiaan, mengisinya dengan mantera pengutuk, sehingga Negara Wu mengalami kekeringan hebat selama 3 tahun, sampai rakyat nyaris kehabisan pangan dan berkeluh-kesah kepada penguasa lalim mereka bahwa apabila begini terus tak dapat menjamin Raja Wu dapat mempertahankan negaranya.

Ketika raja Wu mengetahui ini adalah perbuatan Lu Ban ia sangat terperanjat, dengan bergegas ia mengutus orang mengirim hadiah harta benda kompensasi.

Lu Ban yang pada dasarnya berhati bajik, melihat Raja Wu telah insyaf, lagipula sang ayah tak dapat lagi bangkit dari kuburnya, apalagi karena dendam pribadi sampai menyengsarakan rakyat tak berdosa, maka ia segera memotong telunjuk Dewa Kayu yang menunjuk ke arah Negara Wu, ditambah lagi dengan ilmu supernormalnya untuk menurunkan hujan, tak lama kemudian hujan deras segera turun di Negara Wu.     

Selain itu, Lu Ban juga telah mencipta “Kuda Kayu”. Ini bukannya benda raksasa yang berongga di dalamnya guna menyimpan pasukan Yunani untuk merebut Helen di dalam perang Troya, Yunani kuno, melainkan adalah alat angkut yang bisa bergerak otomatis di atas jalan dan mampu mengangkut orang maupun barang, sebuah alat transportasi berbentuk seperti kuda, ini boleh dibilang adalah kendaraan otomatis paling kuno yang pernah dicatat oleh umat manusia.

Pada zaman Samkok (Tiga Negara, abad ke-3), Perdana Menteri Zhuge Liang juga menggunakan sapi kayu dan kuda bergelinding untuk mengangkut bahan pangan. Sejak saat itu ilmu tersebut hilang tak terwariskan. (minghui school)

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI