Festival Lentera, yang dirayakan pada 15 hari setelah Tahun Baru Imlek, jatuh pada 8 Februari tahun 2020 ini. Ada banyak legenda mengenai asal usul festival ini. Salah satu yang paling dikenal adalah legenda 2000 tahun lalu, di masa pemerintahan Kaisar Ming dari Dinasti Han. Kaisar Ming, seorang loyalis Buddhis, memperhatikan bahwa pada hari ke 15 bulan pertama kalender lunar, para biksu Buddha selalu menyalakan lentera di kuil-kuil. Dia memerintahkan semua orang untuk melakukan hal yang sama, dan sejak saat itu berkembang menjadi sebuah tradisi.
Saat Festival Lentera di Tiongkok berlangsung, perayaan terlihat di segala penjuru: lentera tergantung di depan setiap bangunan, dari rumah satu lantai hingga gedung pencakar langit; anak-anak membawa lentera dalam berbagai warna dan bentuk, menebak teka-teki dan bermain; seniman jalanan menampilkan tarian barongsai dan tarian rakyat; suara gemuruh petasan dan tawa memenuhi setiap sudut jalan.
Dan tentu saja, berbagai makanan disajikan di pusat perayaan.
Tradisi Lekat
Makanan klasik Festival Lentera adalah bola beras ketan, yang dibuat dengan berbagai isian. Mereka turun-temurun disajikan karena bentuknya bulat dan lengket, dan karenanya melambangkan penyatuan kembali dan tak terpisahkan.
Makanan ini memiliki dua nama dalam bahasa Tiongkok: Orang Tiongkok Utara menyebutnya yuan xiao dan Tiongkok Selatan menyebutnya tang yuan. Banyak orang berpikir keduanya sama saja. Sebenarnya, meskipun serupa, ada perbedaan mendasar dalam cara membuatnya.
Untuk membuat Tang Yuan, isian padat berulang kali digulung dalam wadah bertabur bubuk beras ketan dan dicelupkan ke dalam air, ulangi hingga menjadi seukuran bola ping pong. Dengan demikian permukaannya tidak rata dan lebih tebal dari tang yuan. Di sisi lain, tang yuan dibuat dengan menguleni bubuk beras ketan dan air menjadi adonan, lalu membungkusnya di sekitar isian. Permukaannya halus dan lebih padat.
Tang Yuan dapat dibuat dengan berbagai jenis isian, dari yang manis hingga gurih. Isian paling populer adalah wijen hitam (favorit saya sepanjang masa), wijen putih, kacang merah, kacang tanah.

Membuat Tang Yuan
Untuk merayakan Festival Lentera, saya mengumpulkan setiap anggota keluarga untuk membuat wijen hitam manis Tang Yuan. Anak perempuan saya yang baru berusia 2 tahun, sangat senang — wajahnya bersinar-sinar.
Saya tunjukkan cara menggulung isian menjadi bola, dan dia dengan semangat menjulurkan tangan mungilnya dan meminta beberapa. Saya ambil setengah sendok teh isian, dan dia langsung menggosoknya ke seluruh tangannya.
Tak disangka juga, suamiku sangat berbakat meski ia hampir tidak pernah memasak. Dia dengan cekatan mengambil isian dan membentuk bola nasi seperti koki kue profesional.
Saya tanya “Apakah kamu pernah melakukan ini sebelumnya?” “Tidak,” jawabnya. “Rahasianya terletak pada kekuatan telapak tanganmu.” Dia bahkan berbicara seperti koki profesional.
Tang Yuan kami ternyata lezat. Bagian luarnya memiliki “tekstur Q” yang sempurna — melar, elastis, dan kenyal, namun lembut dan empuk— dan ketika kami menggigitnya, isinya perlahan-lahan habis. Aroma wijen sangat terasa, tetapi tidak terlalu kuat. Setiap gigitan sempurna.
Saya harap kalian menikmati membuat Tang Yuan bersama keluarga Anda, sama seperti kami.
Resep Onde Tang Yuan isi Wijen Hitam Manis
Waktu Persiapan: 1 jam
Waktunya memasak: 10 menit
Porsi sekitar 24 onde, untuk 4-6 orang
- 1/4 mangkok kacang
- 3/4 mangkok biji wijen hitam
- 1/2 mangkok gula
- 3/4 batang unsalted butter, lelehkan
- 500 gram tepung beras ketan
- air
Membuat isian: Dalam wajan, panggang kacang dengan api kecil sampai warna berubah agak terang, sekitar 5 menit. Angkat dan sisihkan.
Dalam wajan yang sama, panggang biji wijen hitam dengan api kecil hingga aromanya keluar, sekitar 3 menit. Angkat dan sisihkan.
Masukkan kacang ke dalam food processor atau blender dan giling hingga bercampur. Kemudian tambahkan biji wijen dan gula, dan giling sampai menjadi bubuk.
Tambahkan mentega cair dan aduk hingga campurannya rata. Agar isinya menjadi encer, Anda harus menambahkan cukup mentega. Biasanya yang digunakan lemak babi, tetapi karena sulit ditemukan, saya menggantinya dengan mentega.
Tuang adonan ke atas wadah. Masukkan ke lemari es selama 30 menit hingga dingin.
Membuat bola onde: Ambil setengah sendok teh isian dan gunakan tangan Anda untuk membentuk bola, diameter sekitar 1,3cm. Lakukan hal yang sama hingga adonan habis.
Dalam wadah datar, taburkan tepung beras ketan. Celupkan beberapa bola wijen ke dalam tepung, lalu kocok wadah sehingga bola bergulir dan terlapis tepung.
Celupkan setiap bola ke dalam mangkuk air selama 2 detik, lalu masukkan kembali ke tepung dan kocok lagi wadah. Ulangi langkah di atas 10 kali. Jika salah satu bola pecah, sapukan sedikit air padanya dan saksikan bola akan menyatu kembali dengan ajaib.
Cara memasak: Rebus panci berisi air minum. Masukkan 8 bola sekaligus dan masak dengan api besar, aduk dengan bagian belakang sendok pengaduk. Kemudian tutup panci hingga isinya matang sepenuhnya.
Saat mendidih, kecilkan api menjadi sedang. Sekitar 3 menit, buka tutupnya dan periksa apakah bola nasi sudah mengambang ke atas. Apabila sudah, tambahkan secangkir air untuk mencegah agar kulitnya tidak pecah.
Biarkan hingga mendidih, lalu buka tutupnya dan masak sekitar 2 menit hingga ukurannya membesar.
Sajikan 4-6 mangkuk, bersama dengan kuahnya. (Cici Li/epochtimes/eva)
CiCi Li adalah produser dan presenter “CiCi’s Paradise Food” di NTD Television. Bergabunglah di CiCiLi.tv untuk menemukan resep masakan rumahan Asia.
Lebih banyak artikel Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
