Budaya

Melakukan Keajaiban Luar Biasa Hanya dengan Satu Pikiran yang Tulus

Berpikir @Canva Pro
Berpikir @Canva Pro

Ini adalah kisah tentang pemikiran yang tulus dari kompilasi di Liezi, sebuah teks filosofis Tiongkok kuno.

Seorang petani tua bernama Shangqiu Kai dengan keluarganya yang miskin dan sering menderita kelaparan. Suatu hari, dua pria menginap di rumah Shangqiu sebagai tamu.

Dalam obrolan mereka, mereka mengatakan bahwa Fan Zihua terkenal bijaksana. Shangqiu kebetulan berada di dekat jendela saat itu, jadi dia mendengar percakapan mereka. Dan disinilah pemikiran tulusnya  terbentuk. Jadi dengan pikiran itu, dia mebawa beberapa makanan kering di dalam tasnya, pergi ke kota, dan datang ke pintu rumah Fan Zihua.

Fan dan pengikutnya berasal dari keluarga bangsawan. Mereka berpakaian indah, berjalan dengan cara yang bermartabat, dan memiliki mata yang bersemangat. Jadi ketika mereka melihat Shangqiu yang tua dan lemah dengan wajah gelap dan pakaiannya yang tidak rapi, mereka tidak suka.

Mereka mengejek, menghina, memperdayakan, bahkan memukul dan mendorongnya. Mereka merasa bahwa terlalu merusak untuk membiarkan orang tua ini bergabung dengan mereka sebagai pengikut Fan.

Pengikut lainnya berpikir memiliki petani tua  di barisan mereka adalah aib.

Namun, Shangqiu datang dengan keyakinan yang teguh, dan tentu saja, dia tidak akan peduli bagaimana dia terhina atau marah. Dia sangat percaya pasti ada beberapa rahasia kehidupan, kematian, dan kekayaan, jadi dia menunggu dengan sabar untuk sesuatu yang nyata. Shangqiu berbaur seperti biasa dengan pengikut lainnya seolah-olah dia ingin menjadi pengikut Fan Zihua, tetapi dia mencari kebenaran hidup.

Pikiran Tulus Menang, dan Trik Jahat menjadi Bumerang

Mereka akhirnya bosan mengolok-olok Shangqiu, jadi mereka menemukan trik jahat lainnya. Ada satu contoh ketika mereka membawa Shangqiu ke bangunan tinggi dan berkata dengan santai: “Jika ada yang bisa dengan sukarela melompat turun dari bangunan tinggi ini, mereka akan diberi hadiah seratus keping emas.” Shangqiu, tanpa berpikir, percaya perkataan ini adalah kebenaran, jadi dia mendahului dan melompat turun.

Semua orang melihat Shangqiu membuka tubuhnya seringan burung layang-layang, dan dia mendarat di tanah tanpa merusak otot atau tulangnya. Fan Zihua melihatnya adalah dia pikir itu hanya kebetulan, karena tidak mengherankan bahwa angin bertiup dan mengangkat tubuh lemah Shangqiu.

Kemudian semua orang pergi ke sungai. Seseorang menunjuk ke bagian terdalam sungai dan berkata: “Ada permata di sana; siapa pun yang bisa berenang ke dasar air bisa mendapatkannya.” Sekali lagi, Shangqiu berpikir ini adalah kebenaran. Dia berenang ke dasar air yang mengalir, meraba-raba sebentar, dan ketika dia kembali ke permukaan, dia mendapatkan permata itu. Kali ini, semua orang terkejut.

Sejak saat itu, Fan Zihua mulai menghormati Shangqiu, memberinya makanan, minuman, dan akomodasi yang baik, dan memperlakukannya sebagai tamu resmi.

Tahan api dan bahaya

Kebakaran terjadi di rumah Fan Zihua, merembet dan mulai menghancurkan banyak barang berharga di gudang. Fan Zihua gelisah dan tidak tahu harus berbuat apa. Saat Shangqiu tiba di lokasi, Fan Zihua berkata kepadanya: “Jika kamu bisa masuk ke dalam api dan menyelamatkan gulungan brokat, aku akan memberikan apa pun yang kamu inginkan.” Shangqiu tidak ragu-ragu karena pikirannya hanya pada kebenaran. Dia masuk dan keluar dari api dan mengeluarkan banyak gulungan brokat. Tubuhnya tetap utuh tanpa luka bakar atau cedera.

Fan Zihua, dan semua orang di tempat kejadian, tercengang. Mereka percaya bahwa Shangqiu pasti seorang Taois. Mereka semua meminta maaf kepada Shangqiu dan berkata: “Kami tidak tahu bahwa anda adalah seorang Taois, dan kami bahkan mempermainkan dan menghina anda. Sekarang, kami bersedia untuk menyembah anda sebagai guru kami. Bolehkah kami bertanya Taoisme macam apa yang anda jalankan?”

Shangqiu menjawab: “Saya bukan seorang Taois, saya juga tidak mengenal Taoisme. Semua peristiwa ini adalah dari pemikiran tulus saya untuk kebenaran. Karena anda telah bertanya, izinkan saya memberi tahu anda berikut ini. Baru-baru ini, dua tamu singgah di rumah saya.

Mereka berbicara tentang Fan Zihua yang berhubungan dengan kehidupan, kematian, dan kekayaan. Jadi saya datang dari jauh dengan pikiran yang tulus untuk mencari kebenaran. Selain itu, saya menganggap semua kata-kata dengan serius dan menganggap setiap kata sebagai kebenaran. Karena takut saya tidak cukup saleh dan tidak berkinerja baik, saya melepaskan semua kepentingan diri saya, termasuk tubuh saya. Hanya saja pikiranku tetap sama. 

Shangqiu menambahkan: “Sekarang saya menyadari bahwa kalian semua mempermainkan saya, membuat saya sekarang merasa curiga dan khawatir, membuat saya lebih penuh perhatian dan ragu-ragu dan untuk mendengarkan berbagai situasi di luar diri saya, saya memikirkan kembali bagaimana saya lolos dari luka bakar dan tenggelam; pikiran yang menyakitkan dan sedih menyiksaku dan menambah ketakutan dan keterkejutanku. Bagaimana mungkin sekarang bagiku untuk mendekati api dan air yang kejam?”

Setelah peristiwa itu, oFan Zihua dan para pengikutnya tidak lagi bertindak kejam ketika berhadapan dengan orang lain; apakah mereka tamu terhormat atau pengemis, mereka tetap menjaga etika dan moralitas mereka.

Kata-kata bijak dari Konfusius yang agung

Kemudian, ketika Zai Wo, seorang murid Konfusius, mendengar tentang peristiwa ini, dia menceritakan kisah itu kepada gurunya Konfusius. Dengan kekaguman, Konfusius menjawab: “Mereka yang paling yakin dapat mempengaruhi segalanya.

Mereka dapat menggerakkan dunia dan menghadapi hantu dan roh; tidak ada penghalang antara Langit dan Bumi. Orang biasa seperti Shangqiu Kai dapat memiliki begitu banyak keyakinan dan ketulusan, apalagi kita. Lebih dari itu, kita harus tetap berpegang pada jalan ketulusan.” Satu pemikiran yang tulus dapat menciptakan keajaiban (nspirement)

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

Saksikan Shen Yun via streaming di Shen Yun Creations

VIDEO REKOMENDASI