Pepatah “Melewati Lima Benteng yang Dijaga Enam Jenderal” sering digunakan untuk menggambarkan sebuah perjuangan keras yang gigih maju yang dilakukan terus menerus untuk menaikkan tingkat dan menggapai sukses.
Pepatah ini berasal dari legenda tentang jenderal terkenal Guan Yu yang dianggap sebagai “dewa seni bela diri atau perang.” Kisah ini adalah bagian dari novel klasik The Three Kingdoms yang merupakan salah satu dari empat karya terhebat literatur Tiongkok.
Menurut cerita, Guan Yu, Liu Bei, dan Zhang Fei bersumpah menjadi saudara yang saling melindungi dalam pertempuran dan dalam kehidupan.
Sebelum Liu Bei menjadi raja negara Shu [Han], ia dikalahkan dalam pertempuran dan melarikan diri bersama Zhang Fei ke daerah terpencil untuk menunggu kesempatan bangkit dan bertarung kembali. Guan Yu terpisah dari mereka dan tidak dapat menemukan mereka.
Cao Cao, kepala negara Wei mengagumi kemampuan dan karakter lurus Guan Yu. Dia mencoba segala macam cara untuk merayu Guan Yu supaya mau berjanji setia pada Wei.
Guan Yu membantu Cao Cao memenangkan beberapa pertempuran, tetapi hatinya tetap setia kepada saudara-saudaranya angkatnya Liu Bei dan Zhang Fei. Dia merawat istri-istri saudara-saudaranya yang telah diculik oleh Cao Cao dan dia tidak pernah berhenti berusaha mencari Liu Bei dan Zhang Fei.
Segera setelah dia mengetahui keberadaan Liu Bei, Guan Yu meninggalkan Wei dan membawa kedua wanita itu bersamanya untuk menyatukan mereka kembali dengan suami mereka.
Cao Cao enggan melepas Guan Yu pergi; namun dia tidak menginginkan reputasinya hancur karena membunuh pahlawan paling setia di zaman itu. Jadi dia tidak mengirim pasukan untuk mengejar dan membunuh Guan Yu dan hanya membiarkan jenderalnya yang menjaga benteng di daerah-daerah terpencil untuk menghadapinya.
Dalam perjalanan 1.000 li (satu mil Tiongkok) untuk mencari Li Bei dan Zhang Fei, ia mengendarai sendiri kereta kuda dan berperan sebagai pengawal dan pelindung dari dua wanita itu. Dia harus melewati lima benteng utama untuk menuju tempat Liu Bei dan Zhang Fei.
Guan Yu bertempur dengan gagah berani dan sendirian mengalahkan para jenderal yang menjaga gerbang lima benteng. Akhirnya, setelah perjalanan yang sulit, ia dapat kembali bergabung dengan saudara-saudaranya dan menyatukan istri-istri kembali dengan keluarganya.
Untuk mengenang perjalanan heroik ini dan pertempuran di sepanjang jalan, pepatah ini banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, laporan berita dan acara olahraga untuk menyampaikan gagasan bahwa seseorang harus berjuang dengan berani dan mengatasi semua kesulitan dalam perjalanan menuju kesuksesan. (epochtimes/ron/ch)
Lebih banyak artikel Budaya silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
