Zhong You, yang juga dipanggil Zilu, adalah seorang murid Konfusius yang dikenal karena pengabdiannya yang setia. Tumbuh di keluarga miskin, Zhong You hidup hemat, bertahan hidup dengan makan tanaman liar dan herbal. Meskipun mampu bertahan, ia khawatir orang tuanya akan menderita kekurangan gizi, jika mengikuti pola makannya.
Keluarga Zhong You tidak menghasilkan beras sendiri, dan ia tidak mampu membelinya di pasar terdekat. Satu-satunya pilihan adalah berjalan 100 li (sekitar 30 mil) untuk membeli beras, kemudian membawanya kembali ke rumah dengan menempuh jarak yang sama. Ini adalah perjalanan yang cukup panjang, karena perjalanan satu arah memakan waktu beberapa hari. Namun dia melakukannya dengan ikhlas selama bertahun-tahun untuk memberi makan keluarganya.
Selama musim dingin, cuaca sangat dingin menggigit, Zhong You harus melewati salju dan menyeberangi sungai es, sebagai bagian dari perjalanan panjangnya. Seringkali kaki dan tangannya membeku dan mati rasa, memaksanya untuk berhenti dan menghangatkan tubuhnya sebelum melanjutkan perjalanan.
Sebaliknya di musim panas, cuaca panas dan gerah di bawah terik matahari. Saat hujan, Zhong You akan menutupi beras dengan pakaiannya agar tidak basah.
Meski harus melalui semua itu, dia tidak pernah memperlambat langkah atau beristirahat sejenak, karena dia harus pulang sesegera mungkin pulang untuk memasak bagi kedua orang tuanya. Selama bertahun-tahun, Zhong You melakukan perjalanan ini, menunjukkan perhatiannya yang tulus dan tanggung jawab kepada orang tuanya.
Kisah pengabdian setia Zhong You menyebar ke seluruh wilayah. Ketika orang tuanya meninggal, ia pergi ke Kerajaan Chu, di mana raja mengangkatnya sebagai perwira tinggi. Dengan hidupnya kini, dia tidak pernah kekurangan, berbagai hidangan terbaik dan lezat tersedia untuknya setiap hari, serta lusinan staf yang melayani dan menemaninya saat dia bepergian. Namun Zhong You tidak puas diri dalam kekayaan dan kemewahan yang baru diperolehnya; hatinya tidak serakah. Karena keinginan sejatinya adalah agar orang tuanya yang telah meninggal, mendapatkan kehidupan yang baik bersamanya.
Kisah Zhong You memberi tahu kita bahwa pengabdian tidak diukur dengan akumulasi kekayaan dan kekayaan, tetapi oleh ketulusan yang ditemukan dalam hati seseorang. Melihat bagaimana kerja kerasnya membawa manfaat bagi orang tuanya, Zhong You tidak pernah sekalipun melihat upayanya sebagai kesulitan. (minghui/eva)
