Qin Shi Huang adalah kaisar pertama di Tiongkok dan prestasinya luar biasa. Dia mengakhiri perang antar kerajaan dan mencapai penyatuan besar pertama dalam sejarah Tiongkok. Dia menyatukan pengukuran dan tulisan, membangun Tembok Besar untuk melawan invasi asing, dan dengan demikian mendapatkan gelarnya sebagai kaisar agung.
Qin Shi Huang memang seorang tokoh yang membuat pencapaian luar biasa saat dia masih hidup. Setelah kematiannya, dia meninggalkan kekayaan warisan yang berharga untuk generasi berikutnya. Musoleum (makam) Qin Shi Huang adalah yang terbesar di Tiongkok kuno. Menurut catatan sejarah, musoleum Qin Shi Huang dibangun oleh 720.000 pekerja konstruksi selama 37 tahun. Sejumlah besar batu yang digunakan untuk membangun musoleum diangkut dari Zhongshan dan Junershan, di tepi utara Sungai Wei, ke Linyi. Proyek itu sangat sulit. Oleh karena itu, musoleum Qin Shi Huang dikenal sebagai “salah satu dari delapan keajaiban dunia”.
Saat penggalian musoleum Qin Shi Huang terjadi, selain ditemukannya lubang berisi Prajurit Terakota di dekatnya, para arkeolog juga menemukan pelita abadi. Saat kuburan dibuka, mereka sungguh terkejut dan takut, karena pelita masih menyala, menerangi isi makam yang gelap. Itu memang menakjubkan, seolah-olah telah dinyalakan ribuan tahun yang lalu. Karena inilah banyak arkeolog yang sangat penasaran: Bisakah pelita di musoleum Qin Shi Huang benar-benar menyala selama ribuan tahun?

Masyarakat pada masa Dinasti Qin menggunakan lampu minyak. Begitu minyak habis, lampu tidak akan menyala. Musoleum Qin Shi Huang dibangun ribuan tahun yang lalu, dan menurut sains modern, tidak mungkin pelita abadi ini selalu menyala. Para arkeolog telah menemukan catatan kuno perihal pelita abadi dalam beberapa buku kuno, yang menurut mereka menggunakan bahan bakar yang terbuat dari lemak ikan paus, dan dapat menyala dalam waktu lama.
Menurut kalkulasi ilmiah, jika menggunakan satu meter kubik minyak ikan paus, sebuah lampu minyak biasa bisa menyala selama hampir 5.000 hari, yaitu menyala sekitar 14 tahun. Meskipun waktu pembakaran relatif lama, tidak mungkin terbakar selama ribuan tahun, dan tidak ada kondisi yang mendukung untuk pembakaran terus menerus dalam ruang tertutup tanpa oksigen, seperti didalam makam tertutup itu.
Misteri ini akhirnya dipecahkan oleh seorang sarjana Amerika. Sarjana Amerika percaya bahwa sebenarnya lampu-lampu ini tidak menyala selama ribuan tahun tanpa adanya oksigen di dalam makam, dan karena itu pasti sudah padam. Saat para pekerja pembuat makam zaman dulu sudah selesai membangun makam, mereka menutup makamnya seingga pelita mati karena ketiadaan oksigen.
Kemudian, ketika para arkeolog membuka musoleum dan oksigen masuk ke dalam ruangan, sumbu lampu yang mengandung fosfor putih bereaksi dengan oksigen dan menyalakan kembali lampu, karena masih ada banyak sisa minyak pada lampu. Begitu pernyataan ini dikemukakan, ilmuwan Tiongkok dan asing dengan suara bulat sepakat, sehingga misteri berabad-abad telah terpecahkan. (visiontimes/bud/ch)
Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
