Budaya

‘Moonlight Sonata’ yang Tak Lekang Oleh Waktu

Moonlight Sonata
Moonlight Sonata

Ludwig van Beethoven adalah seorang komposer dan pianis Jerman. Dia meninggal pada tahun 1827 di usia 56 tahun, dan dianggap sebagai komposer terhebat sepanjang masa.

Beethoven pernah menyatakan: “Sejak tahun keempat berkarya, musik menjadi pekerjaan pertama saya. Karenanya, sejak awal mengenal renungan indah yang mengharmoniskan jiwa ini, saya jatuh cinta padanya, dan karena musik menjadi bagian dalam diri saya, dia adalah saya. ”

Di usia 7 tahun, ia menampilkan pertunjukan piano pertamanya ke publik. Untuk mendukung keluarganya, ia kerap memberi pelajaran musik dan tampil di orkestra. Menjelang pertengahan usia 20-an, ia terkenal dengan komposisi dan permainannya. Dia adalah musisi yang sangat berbakat sehingga inspirasi musik datang begitu saja kepadanya.

Saat itu, ia adalah seorang pianis virtuoso yang sangat dicari di Wina, dimana pun ia tampil, tampaknya selalu sukses. Hingga, ketika usianya memasuki pertengahan 30-an, tragedi menimpanya — dia mulai kehilangan pendengarannya, dan pada 1819 dia benar-benar tuli.

 “Saya harus mengakui bahwa saya menjalani kehidupan menyedihkan. Selama hampir dua tahun saya tidak lagi menghadiri acara sosial apa pun, hanya karena saya merasa mustahil untuk mengatakan kepada orang-orang: Saya tuli. Jika saya memiliki profesi lain, saya mungkin bisa mengatasi kelemahan saya; tetapi dalam profesiku itu adalah cacat yang mengerikan”, demikian isi surat yang ditulis Beethoven kepada Franz Wegeler, seperti dikutip Biography .

Untuk musisi berbakat yang pernah mengatakan, “Bagi saya musik lebih mudah diterima daripada kata-kata,” kehilangan karunia mendengar akan menjadi salah satu tragedi terbesar dalam hidupnya.

Warisan abadi

Dari 1803 hingga 1812, yang merupakan puncak keemasan karirnya,, ia menggubah 72 lagu, 1 opera, 6 simfoni, 4 konser tunggal, 5 kuartet string, 6 string sonata, 7 sonata untuk piano, 5 set piano variasi, 4 overture (musik pengantar), 4 trio, dan 2 sextet (paduan suara yang terdiri dari 6 orang).

Sebagian besar karyanya yang terkenal disusun pada masa ini dan menjadi saksi atas prestasinya yang luar biasa.

Karyanya “Moonlight Sonata” yang disusun 200 tahun lapada 1801, awalnya berjudul Piano Sonata no. 14 by Beethoven. Ini mungkin salah satu karya klasik paling populer yang diunduh sejak muncul di internet.

Tak sampai lima tahun setelah kematian Beethoven, kritikus musik Ludwig Rellstab menamainya “Moonlight Sonata,” karena mengingatkannya akan refleksi bulan di Danau Luzern di Swiss.

Piano sonata yang mendalam ini menyentuh sanubari, dan dapat dengan mudah menangkap imajinasi pendengar.

Beethoven dikatakan terilhami dengan musik ini yang dianggap bisa menghapus rasa cintanya dengan salah seorang muridnya, Giulietta Guicciardi.

Tujuan musik yang lebih tinggi

Beethoven percaya pada tujuan spiritual yang lebih tinggi untuk bermusik, dan dapat menghargai bahasanya yang mendalam — salah satu yang kini banyak orang setuju hal itu hanya dapat dirasakan di hati, dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

“Musik adalah satu-satunya jalan masuk inkorporasi menuju dunia pengetahuan yang lebih tinggi yang memahami umat manusia tetapi yang tidak dapat dipahami manusia,” kata Beethoven.

“Jangan hanya berlatih seni, tetapi perdalamlah untuk menemukan rahasianya; seni layak mendapatkan itu, karena seni dan pengetahuan dapat membawa manusia kepada Sang Pencipta. ”

Beethoven berharap musiknya tidak hanya sekedar hiburan, tetapi juga membantu generasi masa depan mendapatkan wawasan tentang diri mereka sendiri. Mungkin sudah waktunya untuk mendengarkan “Moonlight Sonata”: (theepochtimes/Ford Chris/tin/eva)

slot gacor