Site icon NTD Indonesia

Pameran Seni Zhen, Shan, Ren digelar di Ukraina

Pameran Seni Internasional Zhen Shan Ren tiba di Ibukota Ukraina, menampilkan lukisan-lukisan yang menunjukkan keindahan kultivasi diri dan penganiayaan berat yang dihadapi para tahanan hati nurani di Tiongkok.

Pameran Seni Sejati, Baik, Sabar menampilkan karya-karya dari 12 seniman dengan latar belakang beragam, dalam hal pengalaman profesional, gaya artistik dan pendidikan budaya. Kesamaan yang mereka miliki adalah mereka berlatih Falun Gong (juga disebut Falun Dafa), sebuah latihan meditasi spiritual yang berasal dari Tiongkok dan upaya bersama mereka untuk mengungkapkan pengalaman yang mereka miliki sejak berlatih Falun Gong.

Karya-karya seni yang dilukis dengan gaya “New Renaissance” menggambarkan foto-realistis dan kisah-kisah penyiksaan dan keteguhan yang dapat menginspirasi para pengunjung untuk mempertimbangkan peran nilai moral dalam masyarakat dan kehidupan mereka.

Perpaduan Gaya Barat dan Timur

Alexandra Goncharenko (penyelenggara pameran) memberikan rincian tentang gaya lukisan dalam sebuah wawancara dengan Reporter Berita NTD Anna Varavva.

“Lukisan-lukisan ini memadukan gaya barat dan timur. Barat melibatkan kesempurnaan tubuh, transfer cahaya dan bayangan sesuai dengan tradisi terbaik sekolah seni Barat, dan gaya oriental menunjukkan makna yang mendalam”, kata Goncharenko.

“Separuh dari lukisan menunjukkan sisi keindahan dari mereka yang telah masuk ke jalur kultivasi Sejati, Baik, Sabar, dan bagian kedua dari lukisan adalah penganiayaan yang sedang terjadi di Tiongkok”, tambahnya.

Di Tiongkok, pelukis dari banyak lukisan-lukisan ini mengalami tekanan karena komitmen mereka untuk berlatih Falun Gong. Prinsip dasar dari latihan ini —Sejati, Baik, Sabar—digunakan sebagai tema pameran. Partai Komunis Tiongkok mulai menindas Falun Gong 20 tahun lalu karena popularitasnya. Meskipun ini adalah latihan yang damai, tetapi rezim melihatnya sebagai ancaman terhadap kekuatan mereka.

Melukis Kebajikan Setelah Lolos Dari Penganiayaan

Pembebasan Profesor Kunlun Zhang yang ditangkap karena keyakinannya pada Falun Gong dari pusat pencucian otak Tiongkok pada tahun 2001 mendorong komunikasi di antara para seniman, banyak dari mereka yang belum pernah bertemu muka sebelumnya. Dalam perjalanan berbagi pengalaman selama tiga tahun, ide untuk pameran mulai terbentuk. Pameran ini mencakup empat tema utama: harmoni, kesengsaraan, keberanian, dan keadilan.

Pada tahun 2004, karya-karya yang merupakan bagian dari koleksi ini mulai diproduksi. Hingga hari ini ada total 33 buah. Para seniman di antaranya Xiaoping Chen, Dr. Xiqiang Dong, Kathy Gillis, Yuan Li, Daci Shen, Weixing Wang dan Dr. Kunlun Zhang.

Docent memandu tur Pameran Seni Zhen Shan Ren di Kiev, Ukraina. (Image: NTD / screenshot)

Alexander Dudka, ketua dewan pengawas Yayasan Kebudayaan Ukraina juga mengomentari makna dari karya seni ini.

“Rupanya ini adalah ide utama dari karya-karya ini: orang-orang mengalami ketakutan hebat tetapi mereka memiliki iman dan harapan, kebaikan tampak di wajah mereka. Dan ini mungkin merupakan senjata paling ampuh yang dimiliki manusia untuk benar-benar menang”, ujar Dudka kepada NTDTV.

Pameran ini telah berkeliling dunia sejak 2004 dan telah mengunjungi lebih dari 50 negara. (NTD/bud/eva)