Site icon NTD Indonesia

Panduan Etika Makan Tionghoa: 8 Hal yang Harus dan Jangan Lakukan

Jika anda baru saja menerima undangan untuk makan dengan orang Tionghoa, dan merasa gugup tentang segala macam aturan dan tabu dalam etiket makan Tionghoa, berikut adalah delapan tips yang dapat membantu anda melakukan hal yang benar di meja.

1. Jangan Mengetuk-ngetukkan Kaki Anda Saat Duduk

Mengetuk dengan kaki anda tidak hanya dianggap kasar, tetapi juga menunjukkan kemiskinan dalam Fengshui Tionghoa. Seseorang yang mengetuk dengan kakinya menggambarkan dia terus-menerus dalam keadaan tidak stabil, yang dianggap buruk dalam mengumpulkan kekayaan di Fengshui.

Bahkan ada pepatah rakyat yang mengatakan: “Seorang pria yang mengetuk dengan kakinya adalah buruk, dan seorang wanita mengetuk dengan kakinya tidak senonoh”. Oleh karena itu, mengetuk dengan kaki anda di meja makan adalah tidak sopan.

2. Jangan Menancapkan Sumpit Pada Nasi

Menancapkan sumpit tegak lurus dalam semangkuk nasi adalah cara tradisional yang digunakan oleh orang-orang Tionghoa untuk memuliakan leluhur mereka. Itu melambangkan kematian, dan dianggap sebagai nasib buruk.

3. Jangan Mengetuk Mangkuk Anda dengan Sumpit

Pengemis mengetuk mangkuk mereka untuk menarik perhatian, dan kadang-kadang di restoran, pelanggan melakukan hal yang sama jika mereka merasa layanannya lambat. Jadi mengetuk mangkuk anda dapat menghina tuan rumah anda.

4. Hati-hati Saat Minta Nambah Nasi

Jika anda belajar bahasa Tionghoa, akan menyenangkan untuk mempraktikkannya sambil menikmati makanan lezat. Tetapi berhati-hatilah ketika anda meminta tambah nasi dalam bahasa Tionghoa, karena “mau nasi” biasanya diterjemahkan menjadi 要飯 (“yào fàn“), yang juga merujuk pada “mengemis makanan”. Baiknya menunggu sampai ditawarkan oleh tuan rumah.

5. Jangan Makan dengan Bersuara

Tidak hanya di Tiongkok, orang-orang di negara lain juga terganggu oleh suara seseorang makan dengan mulut terbuka. Dalam etiket makan, ini tidak hanya tidak pantas, tetapi juga mengganggu orang di sekitarnya. Aturan yang sama berlaku untuk minum teh, sup, dan berbagai minuman. Menyeruput dianggap kasar.

6. Jangan Mulai Makan Sebelum Tuan Rumah

Di Tiongkok, para tamu biasanya menunggu sampai tuan rumah melakukan sendokan pertama, atau meminta semua orang untuk mulai makan. Kadang-kadang tuan rumah akan mulai jamuan makan dengan terlebih dahulu melayani tamu kehormatan. Anak-anak perlu menunggu sampai orang yang paling tua mulai makan.

7. Layani Orang Lain Terlebih Dahulu Sebelum Melayani Diri Sendiri

Jika anda melayani diri sendiri terlebih dahulu, anda akan dianggap sangat kasar, dan tidak tahu sopan santun. Jadi, ketika anda ingin orang lain membantu atau mengisi ulang minuman anda, tawarkan kepada tamu lain terlebih dahulu.

Jika seseorang sedang mengobrol, jangan menyela tetapi langsung saja tuangkan minuman ke dalam cangkirnya.

8. Jangan Meletakkan Tangan Anda di bawah Meja

Jangan letakkan tangan anda di bawah meja, atau tidak terlihat. Aturan etiket yang sama berlaku di Rusia dan Spanyol.

Sopan santun di meja makan lebih dari sekadar belajar cara menggunakan sumpit. Selain delapan kiat yang tercantum di atas, video di bawah ini memberi anda lebih banyak aturan etiket makan termasuk tempat duduk untuk menunjukkan rasa hormat anda kepada tuan rumah atau tamu kehormatan, cara memesan, cara menuangkan teh dan menunjukkan rasa terima kasih, dan cara makan ikan, dll. (visiontimes/bud/ch)