Budaya

Pasangan yang Mengikat Rambut Mereka Bersama

“Mengikat rambut mereka bersama-sama” adalah istilah dari Tiongkok kuno, itu merujuk pada seorang pria ketika mencapai usia 20 tahun dan rambutnya diikat menjadi sebuah mahkota. Ketika seorang wanita mencapai usia 15 tahun, rambutnya diikat menjadi sanggul memakai jepit rambut. Mengapa istilah tradisional ini digunakan sekarang untuk pasangan ketika mereka menikah?

Istilah ini berasal dari ritual pernikahan kuno yaitu mengikat helai rambut kedua pengantin bersama-sama di malam pernikahan mereka sebagai simbol persatuan abadi. Berangsur-angsur, istilah itu digunakan sebagai kiasan untuk melambangkan sepasang suami istri yang tidur di atas ranjang yang sama hingga akhir hayat.

Pada masa Kaisar Daizhong dari Dinasti Tang, ada seorang pejabat bernama Jia Zhiyan dan ayahnya yang dicabut gelarnya dan diasingkan ke Lingnan di Provinsi Guangdong. Sebelum pergi, Jia Zhiyan mengucapkan selamat tinggal pada Dong, istrinya yang masih muda. Jia memandangi istrinya dan mengatakan, “Untuk perjalanan ini, hidup saya tidak jelas. Jalan di depan sangat berbahaya. Saya khawatir kita tidak akan bertemu lagi. Kamu masih muda. Setelah saya pergi, kamu bisa menikah lagi dan tidak perlu mengkhawatirkan saya.”

The term comes from the ancient wedding ritual of binding strands of hair from the new husband and wife together on their wedding night as a symbol of lasting union. (Image: Public Domain)

Dong tidak menjawab. Sebaliknya, dia mengambil tali, mengikat rambutnya dan membungkus rambutnya dengan kain. Dia meminta suaminya untuk menuliskan namanya “Jia Zhiyan” di atas kain. Dia kemudian berkata kepada suaminya, “Ikatan ini hanya bisa dilepaskan dengan tanganmu! Jika kamu tidak kembali, aku tidak akan melepaskan ikatannya bahkan jika aku mati.”

Jia Zhiyan pergi dan berada di pengasingan di Lingnan selama 20 tahun. Ketika Tang Dezong naik tahta, Jia ada di antara para tahanan yang diampuni dan dibebaskan. Jia kembali ke rumah untuk menemui istrinya. Jia melihat bahwa kain yang tertulis dengan namanya masih terbungkus di kepala istrinya. Dia sangat tersentuh dan melepaskan sendiri ikatan kain serta membiarkan istrinya mencuci rambutnya. Pada saat kain itu terlepas, rambut Dong terlihat seperti rumput kering dan ketika dia mencuci rambutnya, rambut itu benar-benar rontok dari kepalanya.

Jia Zhiyan kemudian diangkat ke posisi pejabat. Dia lurus, tulus dan jujur. Pengadilan memujinya. Pada generasi selanjutnya, istilah “Dong membungkus rambutnya” digunakan untuk menggambarkan keberanian seorang wanita untuk setia.

Kisah Dong benar-benar mengharukan; akan tetapi, dalam masyarakat sekarang, moralitas masyarakat telah merosot drastis dan berita tentang perceraian keluarga tidak ada habisnya. Makna dari istilah di atas dan hidup bersama hingga maut memisahkan telah hilang dari masyarakat saat ini. (Chua BC/visiontimes/the/eva)

slot gacor

situs slot gacor