Pada zaman Dinasti Tang, ada seorang pedagang herbal bernama Song Qing yang tinggal di kota Chang’an. Song Qing berdagangan dengan cara yang sepenuhnya berbeda dan unik dari pedagang lain.
Perbedaan pertama dalam metode perdagangannya adalah bahwa ia memperlakukan pemasok bahan baku (pemetik tanaman herbal) dengan sangat baik. Ketika para pemetik kembali dari pegunungan terpencil dan lembah-lembah yang dalam, mereka pertama-tama membawa tanaman obat mereka ke Song Qing dan ia memilih tanaman obat dengan kualitas terbaik. Song Qing membayar tanaman obat ini dengan harga yang lebih tinggi dari harga rata-rata yang dibeli oleh pedagang lainnya. Oleh karena itu tanaman obat kualitas terbaik selalu tersedia untuk Song Qing.
Para dokter dan tabib di Chang’an menggunakan ramuan Song Qing dan melengkapinya dengan resep mereka sendiri. Mereka memuji Song Qing karena obatnya sangat manjur, dan mempromosikan Song Qing ke koleganya, sehingga tokonya semakin laris. Mereka yang sakit akan mendatangi Song Qing untuk mendapatkan obat terbaik, dan biasanya penyakit mereka dapat sembuh dengan cepat. Song Qing selalu melayani setiap permintaan dengan tulus.
Perbedaan kedua dalam metode berdagangan Song Qing adalah bahwa dia selalu memberi pelayanan dan kualitas obat yang sama kepada pasien yang kaya maupun miskin tanpa membeda-bedakannya. Bagi pasien yang tidak punya uang, Song Qing akan meminta mereka untuk menulis catatan hutang sebelum mengambil obat. Obat ini boleh dibayar kapan saja ketika mereka mempunyai uang untuk dibayarkan. Seiring waktu berjalan, catatan hutang yang tidak dibayar oleh orang-orang tidak mampu tidak dapat terlunasi, tetapi dia tidak pernah mengejar siapa pun untuk menagihnya.
Pada setiap akhir tahun, bagi pasien yang dianggap Song Qing sudah tidak mampu lagi membayar surat hutang, maka surat hutang akan dibakar dan tidak pernah diungkit lagi. Hal ini menyebabkan pedagang lain di kota ini berpikir bahwa Song Qing adalah seorang bodoh dan mengolok-oloknya. Mereka mengatakan kepada Song Qing: “Kamu benar-benar bodoh!” Namun banyak sekali orang percaya bahwa “Song Qing adalah orang yang penuh belas kasih, bermoral tinggi dan melakukan hal benar.”
Ketika Song Qing mendengar olok-olokan itu, dia menjawab: “Saya hanya seorang pria yang mencari uang untuk menghidupi keluarga saya. Saya bukan seorang suci, tetapi anda salah jika mengatakan bahwa saya bodoh. “
Sebagian orang menertawakan, mengejek dan meragukan Song Qing, tetapi banyak juga yang sangat mengaguminya. Selama 40 tahun mengelola toko obatnya, Song Qing membakar lebih dari seratus catatan hutang. Di antara mereka yang pernah berhutang pada Song Qing, beberapa kemudian menjadi pejabat senior pemerintah pusat dan beberapa menjadi pejabat daerah setempat. Ketika mereka berhasil dan kembali ke kampung, mereka datang untuk membayar surat hutang dan mengucapkan terima kasih kepada Song Qing dan bahkan membawa hadiah untuknya.
Selama beberapa dekade, meskipun ada lebih dari seratus orang yang tidak membayar Song Qing, ini tidak membuatnya menjadi miskin. Perbuatan baik Song Qing menginspirasi semakin banyak orang untuk percaya bahwa perjuangannya yang paling mendasar bukanlah untuk menghasilkan uang tetapi untuk menyelamatkan nyawa orang. Dengan motif ini, ia bersedia menghapus banyak sekali IOU dan tetap tidak mau menjual obat di bawah standar kepada setiap pasiennya. Ia tidak takut rugi yang penting tidak memberikan barang yang jelek kepada pelanggan. Pedagang yang jujur dan baik hati seperti itu secara alami mendapat kepercayaan orang. Song Qing sangat dihormati karena hal ini. Dari mulut ke mulut secara alami menyebar berita ini dan semakin banyak orang mengunjungi tokonya untuk membeli obat.
Cara Song Qing berdagangan sangat berpandangan jauh ke depan, mulia, dan adil, sehingga memungkinkannya untuk “meraup keuntungan dan keuntungan jangka panjang.” Ini tidak seperti pedagang lainnya yang hanya mencari keuntungan semata, ketika mereka tidak bisa mendapatkan pembayaran yang sesuai, mereka menjadi marah dan mengubah sikap mereka, sampai-sampai kehilangan pelanggan.
Sejarah telah mencatat caranya berbisnis dan bagaimana ia menjadi kaya. Diyakini bahwa akar kesuksesannya adalah karena “ketulusannya”. Apapun bisnis yang anda jalani, selama anda jujur dan terus berjuang, pada akhirnya anda akan berhasil. Pada saat itu, Song Qing yang tidak tahu banyak tentang seni pemasaran, hanya mengandalkan “ketulusan.” (visiontimes/ron/ch)
Lebih banyak kisah Budaya silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
