Kisah berikut ini diambil dari buku Tiongkok kuno, Weizheng Shanbao Shilei, yang dapat diterjemahkan sebagai “Berkah untuk Perbuatan Baik dalam Urusan Pemerintahan.”
Zhang Qing adalah seorang sipir dalam bekerja di penjara negara. Dia jujur dan bijaksana. Dia seringkali membersihkan penjara untuk narapidana yang sakit. Dia akan mengingatkan para narapidana yang sehat untuk memperhatikan kebersihan dan melakukan pembersihan lebih sering agar tetap sehat. Alih-alih memandang rendah dan bersikap galak kepada para narapidana, ia sering bertukar pikiran dengan mereka seperti teman agar mereka kembali ke jalan yang benar ketika bebas nanti.
Zhang Qing juga suka membaca kitab suci. Ketika narapidana mengalami siksaan, dia akan berpuasa untuk mereka, dan pada akhirnya merawat mereka agar pulih. Ketika seorang tahanan terpidana mati dieksekusi, dia akan mendoakan dan melafalkan kitab suci untuk jiwa terpidana yang tewas itu selama sebulan penuh.
Pada tahun keempat di bawah pemerintahan Kaisar Jing You, ibukota dilanda wabah. Istri Zhang yang bernama Yuan terinfeksi dan sekarat. Kondisinya makin hari makin lemah sehingga akhirnya ia tak bergerak lagi. Keluarganya mempersiapkan pemakamannya, namun ternyata keesokannya Yuan sadarkan diri.
Yuan menceritakan kepada keluarga apa yang telah terjadi. Dia mengatakan bahwa ia mengalami mati suri. Ia merasa terbang perlahan-lahan keluar dari tubuh fisiknya menuju ke langit. Melalui perjalanna yang panjang, saat tiba di akhirat, dia melihat malaikat berbaju putih. Ia berkata kepadanya dengan suara khusyuk, “Suami kamu telah menjadi orang baik sepanjang hidupnya. Dia telah mengumpulkan banyak kebajikan. Dalam keturunannya, akan ada banyak yang menjadi pejabat tinggi. Mengapa kamu datang kesini? Ia memegang kaki Yuan dan mengusirnya. Kemudian dia terbangun.
Setahun kemudian, Yuan melahirkan seorang putra yang diberi nama Heng. Pada hari ketiga setelah Heng lahir, seorang Guru Taois melewati rumah Zhang Qing. Zhang mengundangnya.
Taois itu berkata, “Kamu seharusnya tidak memiliki keturunan. Hari ini, ketika saya melewati rumah kamu, saya mendengar bayi menangis. Apakah ini anakmu?” Zhang menceritakan kepadanya apa yang terjadi pada istrinya.
Taois itu berkata, “Sungguh, kamu telah melakukan perbuatan baik dan telah mengumpulkan maha kebajikan. Keturunanmu akan menikmati kehidupan yang makmur karena kebajikanmu. Terus lakukan apa yang telah kamu lakukan. “
Zhang diberkahi kesehatan dan berumur panjang dan meninggal pada usia 83 dalam tidur, tanpa penderitaan. Putranya Heng, kemudian menjadi pejabat tinggi. Heng memiliki enam putra yang semuanya sangat cakap. Salah satu dari mereka yang bernama Hong memiliki dua putra yang juga merupakan pejabat tinggi. Kisah keluarga Zhang dikagumi oleh banyak orang. Kisah itu membuat orang percaya bahwa perbuatan baik akan mendapat berkah. (minghui)
Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
