Budaya

Rahasia Tiongkok Kuno untuk Menilai Karakter

Li Ke adalah ahli strategi terkenal pada masa pemerintahan Marquess Wen dari Wei (Kredit: Fanghong @Wikimedia Commons )
Li Ke adalah ahli strategi terkenal pada masa pemerintahan Marquess Wen dari Wei (Kredit: Fanghong @Wikimedia Commons )

Tuan Wen dari Wei  (memerintah 445-424 SM) ingin mengangkat seorang perdana menteri.

Sementara dia memahami pentingnya memilih seseorang dengan karakter dan kebajikan yang baik, dari dua kandidat yang baik, Wei Chengzi dan Zhai Juan, dia bingung bagaimana menilai pria mana yang memiliki karakter lebih baik.

Dia meminta nasihat ahli strategi Li Ke. Tuan Wen berkata, “Ada pepatah yang mengatakan, ‘Keluarga miskin membutuhkan istri yang baik, negara yang kacau membutuhkan pemimpin yang baik’. Wei dalam keadaan kacau, dan saya sangat membutuhkan perdana menteri yang kompeten dan berbudi luhur untuk membantu saya. Baik Wei Chengzi dan Zhai Juan keduanya bagus, tapi saya tidak bisa memutuskan siapa yang harus dipilih. Tolong beri tahu saya mana yang lebih baik”.

Tuan Wen bertanya, “Bagaimana saya menilai mereka? Apakah ada standar untuk menilai karakter?”

“Tentu saja ada”, jawab Li Ke. “Jika anda memeriksa perilaku seseorang dalam sembilan kondisi, anda akan tahu dengan siapa anda berhadapan”.

Sembilan Kondisi

Pada prinsipnya, ide Li Ke mirip dengan pepatah bahwa kekuasaan adalah ujian karakter terbesar. Namun, kekuasaan diekspresikan dalam banyak cara yang berbeda, dan bagaimana seseorang bertindak dalam berbagai situasi ini semuanya merupakan cerminan dari kekuatan dan kelemahan moralnya:

1. Kemakmuran, amati sopan santunnya 

Ketika seseorang memiliki segalanya, kita harus melihat apakah dia masih rendah hati dan bijaksana, sopan dan mematuhi aturan.

2. Kedudukan, lihat siapa yang dia rekomendasikan 

Ketika seseorang memiliki status tinggi, lihat orang seperti apa yang dia rekomendasikan. Dengan mengevaluasi orang-orang yang dipromosikannya, kita dapat menentukan bagian dari karakternya.

3. Kekayaan, perhatikan bagaimana dia menghabiskan uang 

Ketika seseorang memiliki uang, lihat bagaimana dia membelanjakannya, untuk siapa dia membelanjakannya, dan dimana. Tetapi apakah orang kaya itu hemat atau sembrono dengan uangnya mengungkapkan esensi dari karakternya.

4. Pergaulan, nilai teman-temannya.

Siapa teman-temannya? Jika dia dekat dengan orang bijak dan rajin, dia bisa diandalkan; tetapi orang yang melewatkan waktunya dengan orang-orang yang tidak baik kemungkinan besar dia akan terus merosot.

5. Konsistensi, apakah dia melakukan apa yang dia katakan.

Setelah mendengar apa yang dikatakan seseorang, anda dapat melihat perilakunya untuk melihat apakah itu sesuai dengan kata-katanya. Seperti kata pepatah, “Tindakan berbicara lebih jelas daripada kata-kata”.

6. Waktu Luang, amati hobinya 

Hobi seseorang dapat mengungkapkan tujuan  dan karakternya.

7. Keteguhan, perhatikan apa yang dia katakan

Apa yang dikatakan seseorang saat pertama kali bertemu anda mungkin penting untuk memecahkan kebekuan, tetapi sebenarnya tidak banyak artinya. Setelah anda mengenalnya lama, bandingkan apakah apa yang dia katakan di masa sekarang cocok dengan apa yang dia katakan dimasa lalu. Semakin besar perbedaannya, semakin buruk karakternya!

8. Kemiskinan, perhatikan apa yang tidak dia lakukan

Apakah seseorang itu miskin atau tidak, tidaklah penting. Orang yang miskin tetapi tidak memanfaatkan orang lain atau memperoleh kekayaan dengan cara curang memiliki sifat yang baik.

9. Status rendah, amati apa yang tidak dia lakukan

Statusnya tidak penting. Jika seseorang berstatus rendah, tetapi mempertahankan martabatnya dan tidak tunduk atau sombong, sifatnya luar biasa.

Mendengar hal diatas, Tuan Wen tercerahkan. Dia memberi tahu Li Ke, “Terima kasih, saya mengerti apa yang harus dilakukan sekarang.”

Penilaian karakter dalam aksi

Li Ke mengucapkan selamat tinggal pada Tuan Wen dan pergi. Tidak lama kemudian dia bertemu dengan Zhai Juan, salah satu kandidat yang ada dalam pikiran Tuan Wen. Zhai bertanya kepada Li, “Saya mendengar bahwa Tuan Wen meminta anda untuk mendiskusikan siapa yang akan menjadi perdana menteri. Apakah sudah diputuskan?”

Li menjawab, “Ya, Wei Chengzi akan dipilih sebagai perdana menteri”.

Zhai kesal dan bertanya, “Bagaimana saya kalah dari Wei Chengzi? Ketika Tuan membutuhkan seorang gubernur untuk Xihe, saya merekomendasikan Ximen Bao kepadanya; ketika Tuan ingin menyerang Zhongshan, saya merekomendasikan Leyang; ketika putra Tuan tidak memiliki guru, saya merekomendasikan Qu Houcian. Akibatnya, Xihe dikendalikan, Zhongshan ditaklukkan, dan putra Tuan tumbuh dalam kebajikan. Mengapa saya tidak Anda rekomendasikan?”

Li menjawab, “Bagaimana anda bisa dibandingkan dengan Wei Chengzi? Sembilan puluh persen dari gaji Wei Chengzi digunakan untuk merekrut talenta, sehingga tiga karakter hebat direkrut dari luar negeri. Tetapi orang-orang yang anda rekomendasikan hanyalah mereka yang sudah melayani Tuan, jadi bagaimana perbuatan anda dapat dibandingkan dengan perbuatan Wei Chengzi?

Zhai Juan berpikir lama dan merasa malu. Dia berkata, “Kamu benar. Saya memang bukan tandingan Wei Chengzi”.

Benar saja, Tuan Wen mengangkat Wei Chengzi sebagai perdana menteri.(visiontimes)

Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI