Pada masa dinasti Qing, di Wuxi ada seorang cendekiawan yang bernama Wang Xueyuen. Ketika dia menjabat sebagai hakim di Sechuan, atasannya bermarga Niu, orang menyebutnya hakim Niu.
Wang Xueyuen sangat akrab dengan atasannya karena mereka adalah satu kampung. Oleh sebab itu Wang Xueyuen mengetahui latar belakang atasannya ini. Dia bisa mengingat kehidupan masa lalunya.
Pada masa lalunya dia adalah seorang pejabat militer, sewaktu membawa tentara untuk memusnahkan suku Miao, dia membunuh banyak orang, oleh sebab itu ketika sudah meninggal, mendapat hukuman, dilahirkan sebagai kuda.
Di kandang kuda dia sangat sedih, setiap hari menangis dan melompat tidak berhenti dan tidak mau memakan makanan ternak, akhirnya dia mati kelaparan.
Dia kemudian kembali ke neraka, karena karma yang diciptakan dirinya sendiri, sebelum membayar karma dia telah mati, sekali ini dia dilahirkan kembali menjadi kuda, sekali ini dia tidak berani membunuh diri lagi.
Sekarang dia menjadi kuda tunggangan tentara. Majikannya ini adalah seorang pemarah, selalu mencambuknya.
Pada suatu hari tentara berperang dengan musuhnya, musuhnya mengejar mereka sudah hampir dekat, majikannya mencambuknya supaya berlari dengan cepat.
Dalam pelarian mereka melalui jalan jurang, jurang sangat terjal, di depan mereka semua batu tajam, batu-batu tersebut setajam pisau.
Didalam hati Niu berpikir : jika saya melompat melewati jurang ini, saya pasti akan mati tetapi majikan saya bisa terlepas dari bahaya; tetapi jika saya tidak melompati jurang ini, majikan saya pasti akan dibunuh musuh.
Saya harus bagaimana? Setelah sangsi beberapa saat, dia memutuskan akan melompati jurang menyeberang ke seberang! Perut saya tertancap batu tajam, saya mati tetapi majikan saya terselamatkan. Saya yang berkorban menyelamatkan nyawa majikan saya.
Ketika saya kembali ke neraka, raja akhirat mengizinkan saya reinkarnasi menjadi manusia karena kesetiaan saya kepada majikan saya, dia memberi anugrah kepada saya menjadi pejabat tinggi.
Hakim Niu karena mengetahui 2 kali reinkarnasinya, dia mengerti berbuat baik dan jahat akan mendapat balasannya, oleh sebab itu, seumur hidupnya menjadi hakim dia adalah seorang hakim dan pejabat yang jujur, mengabdi kepada negara dan bangsa.
Dan selalu menasehati teman dan keluarga untuk selalu berbuat hanya yang baik, supaya terhindar dari malapetaka.(minghui school)
Lebih banyak kisah Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.
VIDEO REKOMENDASI
