Budaya

Simbol Bunga dan Buah dalam Seni Tiongkok

Seni Tiongkok kaya akan lukisan alam. Di kebanyakan kasus, setiap bunga, tanaman, atau buah yang terlukis dalam sebuah karya seni akan memiliki makna sebagaimana ditentukan oleh simbol tradisional yang melekat padanya. Mengetahui apa arti simbolisme dapat menjadi pintu untuk memahami arti sebenarnya dari suatu karya seni. Misalnya, bunga yang berwarna merah biasanya mewakili kehidupan.

Aprikot

“Aprikot mewakili keanggunan wanita, mungkin karena memiliki biji besar berbentuk bulat telur seperti mata kecantikan Oriental. Aprikot merah melambangkan seorang wanita berselingkuh. Menurut China Sage terkadang aprikot dilukis bersama dengan lukisan wanita Kerajaan, untuk mengekspresikan harapan untuk tetap tabah dalam kesedihan, ”menurut China Sage.

Dalam kalender Tiongkok tradisional, aprikot mewakili bulan kedua karena ini adalah saat mereka berbunga. Tiap bagian dari pohon aprikot digunakan dalam pengobatan Tiongkok. Lahan aprikot melambangkan keinginan untuk sukses, khususnya dalam ujian. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa perayaan di zaman kuno biasanya terjadi di hutan aprikot.

Anggrek

Anggrek. (Photo by Maira Salazar on Unsplash)

Anggrek mewakili kemuliaan dan pengejaran ilmu. Bunga-bunga ini biasanya dikaitkan dengan filsuf Konfusius, yang menyamakan anggrek dengan pria terhormat. Dalam festival keagamaan dan pernikahan, orang Tionghoa biasanya menggunakan anggrek sebagai dekorasi. Dalam beberapa karya seni, anggrek dapat melambangkan pasangan yang sudah menikah. Mereka juga dikaitkan dengan keberuntungan dan kekayaan. Jika ditempatkan dalam vas, anggrek melambangkan kesatuan.

Lotus

Simbol bunga lotus terkait dengan aliran Buddha. Lotus adalah tanaman yang tumbuh di lumpur namun menghasilkan bunga yang indah dan murni. Dengan demikian, lotus melambangkan transformasi akan sesuatu dari alam yang rendah dan tidak murni ke tingkat yang lebih tinggi. Lotus juga melambangkan musim panas dan keberhasilan. Bunga ini mewakili kemurnian ucapan, pikiran, dan tubuh.

“Lotus adalah salah satu dari Delapan Simbol Keberuntungan. Berbagai warna lotus secara simbolis digunakan untuk mewakili aspek kesempurnaan. Ada empat warna, yaitu merah muda, biru, merah, dan putih. Merah melambangkan kemurnian hati, ketulusan, belas kasih, hasrat, cinta, dan sifat unggul lainnya. Putih melambangkan kesempurnaan spiritual dan kemurnian mental. Merah muda mewakili Sang Buddha dan merupakan lotus tertinggi. Biru berarti kebijaksanaan, pengetahuan, dan kemenangan atas pikiran sehat ” menurut The Crabby Nook.

Kubis

Orang Tionghoa sudah sejak lama memandang kubis sebagai tanda kekayaan. Simbol ini muncul akan fakta bahwa inti kol berwarna putih dan murni dan karenanya mewakili sifat asli seseorang. Salah satu patung giok yang paling terkenal adalah “Kubis Giok,” yang pada dasarnya adalah sepotong batu giok yang diukir membentuk kubis dengan serangga.

Bunga Krisan

Krisan adalah simbol pengunduran diri yang damai dan penuh sukacita. Jika bunga ini dilukis bersama dengan pinus, maka itu mewakili keinginan akan umur panjang. Setangkai krisan bersama dengan sembilan burung puyuh, adalah simbol kedamaian di rumah hingga sembilan generasi. Karena krisan dapat bertahan di cuaca beku, mereka juga melambangkan sikap tabah ketika dihadapkan pada kondisi buruk dan kekecewaan.

“Krisan putih mewakili bangsawan dan keanggunan. Mereka juga dianggap menarik keberuntungan dan mewakili kehidupan yang tentram. Mereka sering digunakan untuk persembahan di altar … dan juga merupakan hadiah yang disukai untuk orang tua karena mewakili kekuatan hidup” menurut Flower Meaning.

Peony


Peony. (Photo by Julia Androshchuk on Unsplash)

Peony melambangkan musim semi dan merupakan bunga nasional Tiongkok yang tidak resmi. Dikenal sebagai ratu bunga, peony mewakili feminitas dan reproduksi. Peony putih adalah simbol gadis yang jenaka, muda, dan cantik. (visiontimes/eva)