Site icon NTD Indonesia

Strategi Memukul Rumput Mengejutkan Ular

Pada dinasti Qing, terdapat seorang hakim agung bernama Wang Shou Yu. Dia mempunyai deputi bernama Chao Bo Ren. Karena sering berselisih pendapat dalam memutuskan perkara, Chao tidak suka dengan Hakim Wang, ia selalu mencari kesempatan merebut posisi Hakim utama.

Suatu hari, stempel hakim hilang dari tempatnya. Wang curiga Chao yang mengambilnya, namun dia tidak dapat menuduh Chao karena dia tidak punya bukti apapun bahwa Chao mencuri stempel itu. Dan tanpa stempel itu, Wang tidak dapat melakukan pekerjaannya sebagai hakim.

Tiba-tiba ia terpikir suatu strategi. Keesokannya gedung pengadilan tiba-tiba terbakar. Menurut aturan kerajaan, setiap pegawai wajib membantu menyelamatkan barang-barang berharga dan mematikan api.

Pada saat itu, Wang tergesa-gesa berdesakan keluar dari gedung dengan kotak penyimpanan stempel hakim di tangannya. Di hadapan semua orang, dia menyerahkan kotak tersebut pada Chao dan memerintahnya untuk bawa pulang ke rumah dan menyimpan baik-baik. Chao ragu. Dia curiga karena kotak tersebut berat. Tetapi dia tidak boleh membantah perintah, apalagi membuka kotak di depan setiap orang.

Pagi berikutnya, Wang mengumpulkan setiap orang di kantor pengadilan untuk memberi penghargaan pada mereka yang telah memberikan kontribusi dalam penyelamatan benda-benda berharga.

Ketika Chao Bo Ren menyerahkan kotak itu kembali ke Wang Shou Yu, sang hakim membuka sedikit. Batu yang seharusnya terletak di kotak, sekarang telah diganti oleh stempel yang dicuri.

Strategi: Memukul Rumput Mengejutkan Uar

Ketika tujuan musuh tidak jelas, kita harus melancarkan penyelidikan tidak langsung dan mengamati reaksi musuh hingga rencananya tersingkap. Tindak-tanduk musuh akan memperlihatkan strateginya dan kita dapat mengambil tindakan sesuai hal tersebut. (Minghui School/ing)