Budaya

Tata Krama yang Baik Dimulai dari Meja Makan

Tata krama merupakan dasar dari semua kebudayaan. Meskipun sebagian besar tata krama selaras dengan budaya masing-masing dan mungkin berbeda antara kebudayaan yang satu dengan yang lain tetapi mereka memiliki kesamaan yaitu rasa hormat dan penghargaan atas warisan tradisi dan budaya. Sekarang ini, banyak orang menganggap tata krama adalah sesuatu yang sudah usang dan tidak cocok lagi untuk masyarakat sekarang yang serba cepat, berpikiran digital namun seringkali dangkal. Tetapi apakah benar demikian atau justru tata krama sebenarnya adalah sesuatu yang tak lekang oleh waktu dan sedang sangat dibutuhkan pada saat ini?

Apakah arti dari tata krama?

Untuk memahami bagaimana dan apakah tata krama masih merupakan sesuatu yang penting, kita harus terlebih dahulu mengetahui pengertian dari tata krama. Istilah tata krama berasal dari kata “aturan”, yang menggambarkan perilaku tertentu. Jadi sejalan dengan ini, kita juga bisa menggunakan padanan kata yang lain untuk menjelaskan pengertian dari kata tata krama.

  • Perilaku
  • Pendidikan
  • Pengasuhan
  • Moralitas
  • Kesopanan

Sekarang, setelah menganalisa kata tata krama dan memasukkannya kedalam konteks dengan menggantikannya dengan padanan kata yang dapat dipahami oleh semua orang, kita dapat beralih ke pertanyaan tentang apakah tata krama masih relevan saat ini. Untuk itu kita perlu bertanya kepada diri sendiri: “Seberapa pentingkah perilaku, pendidikan, pengasuhan, moralitas dan kesopanan?”

Anda hanya perlu menempatkan lawan atau makna negatif dari setiap kata tersebut pada seseorang dan membayangkan situasi dimana orang tersebut akan bertindak terhadap anda dalam keadaan tersebut. Misalnya, bagaimana perasaan anda apabila seseorang menghina anda atau dengan kata-kata yang melukai harga diri dan martabat anda? Berbicara mengenai harga diri yang terluka, sebagian besar disebabkan oleh perilaku seseorang yang tidak pantas. Jadi kita dapat mengatakan bahwa kurangnya tata krama cenderung menyebabkan munculnya ketidakadilan dan pelecehan terhadap orang lain yang mana merupakan dasar pondasi bagi hak asasi manusia. Jadi, meskipun sebagian orang mengatakan bahwa tata krama itu sudah ketinggalan jaman, kita bisa memperdebatkannya bahwa selama masih ada hak asasi manusia dan hak untuk melindungi martabat seseorang atau harapan agar orang saling menghargai maka tata krama tetap dibutuhkan.

Meskipun cara kehidupan modern telah menjadi lebih kompleks dibandingkan masa lalu dan banyak etika lebih mengarah kepada ketangguhan individual, namun ketika ada dua orang terlibat maka dibutuhkan saling menghargai dan tata krama atau berperilaku yang pantas sehingga tidak merusak integritas, perasaan atau harga diri seseorang. Jadi, kemanapun kita pergi haruslah selalu menjaga tata krama baik secara sadar maupun tidak. Tata krama telah menjadi bagian yang abadi dari kebudayaan manusia dan perilaku yang penuh martabat. Tetapi bagaimana atau dimanakah seseorang bisa belajar mengenai tata krama? Berikut adalah cara tata krama di ajarkan di Tiongkok:

Tata krama yang baik dimulai dari meja makan

Tiongkok adalah negara yang sangat menghargai ritual dan tata krama yang baik. Oleh karena itu tidaklah mengherankan bahwa asal mula ritual tentang tata krama berasal dari sikap perilaku saat makan para leluhur dari Tiongkok. Didalam “Book of Rites (Kitab Ritus)”, sebuah buku klasik dari Konfusianisme, tertulis jelas bahwa tata krama yang baik terlahir dari perilaku standar pada saat makan. Konfusius, mengarsipkan dan menyebarkan kembali teologi dan nilai-nilai pada masa Dinasti Zhou, menyebarluaskan ajarannya tidak hanya diruang kelas tetapi juga di meja makan. Menurutnya, ada hubungan yang erat antara tata krama pada saat makan dengan kumpulan standar perilaku yang dia ajarkan, praktekkan dan catat di dalam banyak buku klasik yang dia susun.

Tata Krama di Meja Makan yang Dipraktekkan Sampai Sekarang

Dalam bab mengenai aturan mengenai tata krama di buku tersebut, ada satu bagian kutipan yang mencatat peraturan-peraturan dibawah ini, dimana masih di pelajari dan dipraktekkan oleh orang-orang jaman sekarang:

  • Saat makan bersama, jangan hanya memikirkan perut sendiri
  • Periksalah kebersihan tangan saat makan dengan seseorang
  • Jangan mengepal nasi
  • Jangan menaruh nasi terlalu banyak di mangkuk
  • Jangan tumpah pada saat minum
  • Jangan bersuara pada saat makan
  • Jangan menggerogoti tulang
  • Jangan mengeluarkan lagi makanan yang telah dikunyah
  • Jangan melempar tulang ke anjing
  • Jangan menguasai makanan
  • Jangan menghamburkan nasi
  • Ketika makan ketan, gunakan tangan jangan sumpit
  • Jangan meneguk sup
  • Jangan membumbui sup di depan tuan rumah
  • Jangan mencungkil gigi didepan umum

Seperti yang mungkin anda perhatikan, banyak tata krama seperti ini meskipun usianya telah berabad-abad namun masih tetap dapat diterapkan pada saat ini. (visiontimes/th/ch)

slot gacor

situs slot gacor