Site icon NTD Indonesia

Video Animasi yang Indah Mengungkapkan Penganiayaan Terhadap Falun Gong

Film Animasi "Little Lotus" (Image:Screenshot/Youtube)

Latihan Falun Gong di Tiongkok sedang dianiaya secara brutal. Lebih dari 4.300 orang telah diidentifikasi mati dibunuh oleh rejim Tiongkok hanya karena mengikuti jalan spiritual ini. Jumlah kematian yang tidak teridentifikasi adalah jauh lebih tinggi. Sekelompok praktisi Falun Gong telah membuat sebuah video animasi berjudul Little Lotus yang mengungkapkan betapa brutalnya sebuah penganiayaan terhadap kelompok religius bisa terjadi.

Video Animasi

Video animasi tersebut dimulai dengan menampilkan satu keluarga yang sedang berlatih Falun Gong di taman. Polisi-polisi Tiongkok datang dan dengan penuh kemarahan memukuli semuanya, termasuk sang tokoh utama, seorang anak perempuan. Dia melihat orangtuanya ditangkap dan dibawa oleh polisi sementara dirinya ditinggalkan sendirian dengan darah di kepalanya. Setelah siuman, dia menyadari bahwa dia sendirian dan tertekan.

Ketika kembali ke rumah, dia menemukan bahwa rumahnya telah disegel, dia tidak bisa masuk ke dalam rumah. Gadis kecil itu melihat sebuah foto keluarga tergeletak di dekat pintu dan mengambilnya. Tampaknya dia biasa tinggal bersama Neneknya, yang juga dibawa oleh polisi. Di sekolah, dia mencoba untuk mengatakan kebenaran tentang insiden yang terjadi. Namun, gurunya malah memarahinya dan kemudian pihak sekolah mengeluarkannya. Video animasi tersebut diakhiri dengan dirinya yang telah tumbuh dewasa, berlatih Falun Gong, dengan foto keluarganya, di sisinya di atas meja.  

Pada akhirnya, video ini mengingatkan kita bahwa banyak anak yatim piatu yang orangtuanya telah ditangkap oleh polisi kini telah tumbuh dewasa. Namun, penganiayaan terhadap Falun Gong dan pembantaian terhadap para praktisinya, masih terus berlanjut di Tiongkok. Film animasi pendek ini, yang disutradarai oleh Andy E, telah memenangkan beberapa penghargaan pada festival-festival film seperti NOFI 2013, GOIAF 2014, 2013 KLIK! Amsterdam Animation Festival, dan AniFestROZAFA 2014. Anda bisa menyaksikan video animasi tersebut dibawah ini:

Kecaman internasional

Pada bulan Juli, ribuan praktisi Falun Gong mengadakan sebuah demonstrasi di Capitol Hill menyerukan diakhirinya penganiayaan terhadap latihan spiritual Falun Gong di Tiongkok. Anggota partai Republik, Steve Chabot mengutuk rejim Tiongkok atas tindakan brutalnya terhadap para praktisi Falun Gong. “Penahanan yang tidak sah, pendidikan kembali? Cuci otak, sungguh? Penyiksaan, dan pengambilan organ paksa adalah cara-cara yang mereka gunakan untuk menindas (para praktisi Falun Gong)? Taktik-taktik semacam itu tidak memiliki tempat di masayarakat yang beradab, namun semua itu adalah hal yang umum bagi komunis Tiongkok,” katanya pada kegiatan tersebut (The Epoch Times).

Belum lama ini, anggota partai Republik Steve King mengajukan petisi ke PBB untuk membantu pembebasan dua pengungsi Tiongkok yang telah ditahan di Thailand. Kedua tahanan tersebut adalah praktisi Falun Gong. Jadi mendeportasi mereka ke Tiongkok hanya akan membuat mereka mengalami penyiksaan. Pada bulan November, sekelompok politisi Ceko menyampaikan keprihatinannya atas penganiayaan terhadap Falun Gong. Satu orang politisi mengatakan bahwa mereka sendiri hidup di negara yang membawa warisan gila dari totaliterisme komunis. Karenanya, menutup mata pada aktivitas rejim komunis di Tiongkok sama saja dengan menistakan perkembangan di negara mereka sendiri.

Pada bulan November, sekelompok politisi Ceko menyampaikan keprihatinannya atas penganiayaan terhadap Falun Gong. (Image: via Milan Kajinek / The Epoch Times)

“Baik itu pengikut Falun Gong, Kristen, Uighur, Tibet, dan lainnya. Bentuk-bentuk pelanggaran HAM di Tiongkok benar-benar mengerikan. Pengambilan organ, eksekusi, penganiayaan. Adalah baik bagi kita untuk mengingat bahwa Tiongkok adalah tempat kita berbisnis. Bahwa itu adalah Tiongkok, yang pengaruhnya meningkat secara signifikan tidak hanya di Eropa, ”kata anggota parlemen Helena Langsadlova (The Epoch Times).

Tiga puluh anggota parlemen dari Parlemen Lithuania juga menulis surat kepada Xi Jinping, meminta presiden Tiongkok tersebut untuk menghentikan penganiayaan terhadap orang-orang Uighur, praktisi Falun Gong, penganut Katolik, dan orang-orang Tibet. Surat itu menuduh Tiongkok telah menjajah Tibet dengan niat untuk melenyapkan cara hidup tradisionalnya. (visiontimes/jul)

Informasi lebih lanjut mengenai Falun Dafa/ Falun Gong, silahkan kunjungi: www.falundafa.org

Lebih banyak artikel Budaya, silahkan klik di sini. Video, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI