Budi Pekerti

2 Buah Cerita Klasik tentang Kebaikan Hati

Dengan cinta
Dengan cinta. @Unsplash

Tindakan kebaikan yang tidak terduga dapat sangat memengaruhi orang-orang di sekitar kita. Berikut ada dua cerita tentang orang-orang yang tersentuh oleh kebaikan orang lain.

Pasangan Lansia

Pada suatu larut malam di musim dingin, sepasang lansia masuk ke motel mencari kamar untuk menginap. Sayangnya, tempat itu sudah penuh. Resepsionis di meja depan tidak tega memikirkan pasangan tua harus keliling lagi mencari penginapan di kota itu pada waktu yang larut. Dia membawa mereka ke sebuah kamar dan berkata: “Ruangan itu mungkin bukan yang terbaik tapi setidaknya kalian punya tempat untuk bermalam”. Sang suami melihat ke kamar yang rapi dan dengan senang hati setuju untuk menginap disitu.

Keesokan harinya, pasangan itu hendak check out di meja depan dan meminta tagihan menginap. Resepsionis itu menolak. “Tidak perlu membayar. Kamar yang kalian tempati tadi malam adalah kamarku. Semoga perjalananmu menyenangkan!” Ternyata, sang resepsionis membiarkan mereka menempati kamarnya dan dia sendiri tetap terjaga di meja depan malam itu.

Orang tua itu tersentuh dan berkata dengan lembut: “Kamu adalah pegawai terbaik yang pernah saya temui!” Resepsionis itu tersenyum. Dia mengantar mereka ke pintu keluar, melambaikan tangan, dan tidak terlalu memikirkan pertemuan itu.

Suatu hari, dia menerima surat yang juga berisi tiket pesawat sekali jalan ke New York. Dia mengikuti instruksi dalam surat itu dan tiba di sebuah gedung besar. Pasangan yang dia bantu larut malam itu ternyata adalah seorang miliarder. Orang kaya itu memutuskan untuk berbisnis hotel dan dan mengirimkan surat pengangkatan resepsionis itu sebagai manager karena dia percaya sang resepsionis akan mengelola hotelnya dengan baik.

Itu adalah kisah legendaris dari Hotel Hilton yang terkenal dan manajer pertamanya.

5 Dolar Mengubah Nasib Dua Orang

Bernie bekerja untuk sebuah firma hukum di Amerika Serikat. Dia menangani banyak kasus imigran dan sering dipanggil larut malam ke unit penahanan kantor migrasi untuk mengurusi kasus. Dia melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh.

Dikemudian hari, dia mengambil langkah berani dan membuka kantor pengacaranya sendiri. Empat saluran telepon dipasang. Seorang sekretaris dan beberapa staf kantor dipekerjakan untuk membantunya. Usahanya berhasil dan dia menjadi sukses.

Namun, keberuntungan seseorang bisa berubah dalam sekejap mata. Dia menginvestasikan uangnya dalam saham dan karena resesi sekarang kehilangan hampir semuanya. Selain itu, undang-undang imigrasi pun diubah. Dengan berkurangnya kuota imigran yang sah, bisnisnya merosot. Tidak pernah terpikir olehnya bahwa dia bisa kehilangan segalanya hampir dalam semalam.

Pada titik terendah inilah dia tiba-tiba menerima surat dari CEO sebuah perusahaan yang menawarkan 30 persen saham perusahaannya dan posisi dewan hukum untuk perusahaan tersebut. Dia tidak bisa mempercayai matanya.

Dia mengunjungi perusahaan tersebut. CEO tersebut adalah seorang pria paruh baya berusia 40-an yang bertanya kepada Bernie: “Apakah anda ingat saya?”

Bernie menggelengkan kepalanya. Sang CEO tersenyum. Dari laci meja besarnya dia mengeluarkan wesel kusut seharga lima dolar yang dijepitkan ke kartu nama Bernie dengan alamat dan nomor teleponnya. Bernie tidak bisa memikirkan apa pun yang berhubungan dengan itu.

“Sepuluh tahun lalu, di kantor imigrasi”, kata sang CEO, “Saya mengantre untuk mengajukan izin kerja. Hampir waktunya bagi mereka untuk tutup ketika saya mendapat giliran. Saya tidak tahu bahwa biaya pengajuan izin tersebut naik lima dolar. Kantor imigrasi tidak menerima cek pribadi dan saya tidak membawa uang tunai. Jika saya tidak bisa mendapatkan izin kerja hari itu, calon majikan saya akan mempekerjakan orang lain. Pada saat itu, anda ada di sana sedang mengurus kasus orang lain dan melihat kesulitan saya, dan Anda memberi saya lima dolar. Saya meminta anda untuk meninggalkan alamat anda sehingga saya dapat mengembalikan uang itu, dan anda memberi saya kartu nama anda”.

Hal itu berangsur-angsur muncul di benaknya, tetapi Bernie masih memiliki beberapa keraguan. “Lalu apa yang terjadi?”

 “Kemudian saya mulai bekerja untuk perusahaan ini. Pada hari pertama saya pergi bekerja, saya bermaksud mengirimkan wesel ini kepada anda. Tapi saya belum melakukannya. Saya datang ke Amerika Serikat sendirian untuk memulai karier dan telah mengalami banyak kesulitan dan penolakan, tetapi lima dolar ini mengubah persepsi saya tentang hidup, jadi saya tidak dapat mengirimkannya begitu saja”.

Sebuah sikap sedikit niat baik mengubah nasib satu orang, dan orang itu membalasnya sehingga sang pemberi juga diberkati. Lima dolar telah mengubah nasib dua orang, yang menunjukkan bahwa setiap pikiran yang ada di benak kita dan setiap tindakan yang kita lakukan dalam hidup kita mungkin memiliki dampak penting. Poin utamanya adalah bagaimana kita berpikir dan tindakan yang kita ambil berdasarkan pemikiran tersebut. (visiontimes/bud/ch)

Lebih banyak artikel Keluarga, silahkan klik di sini.

VIDEO REKOMENDASI