Seberapa dahsyatnya kekuatan kata-kata? Seringkali, kata-kata itu hanya diucapkan dan masuk ke satu telinga dan keluar dari telinga yang lain. Tiga contoh berikut ini menunjukkan kekuatan kata-kata dan bagaimana kata-kata yang tepat pada waktu yang tepat dapat mengubah jalan hidup seseorang.
Ibu Wong bekerja sebagai sopir taksi dan suati hari ia ia menjemput seorang penumpang. Ketika mobil mulai melaju, penumpang di kursi depan itu itu tiba tiba mengeluarkan pisau dan merampoknya. Dia menyerahkan semua yang dimilikinya dan berkata: “Hanya ini yang saya dapatkan hari ini. Jika terlalu sedikit, Anda bisa mengambil koin yang ada di saku saya juga.” Perampok itu tertegun oleh kejujurannya. Wong melanjutkan: “Di mana Anda tinggal? Ini sudah malam. Keluargamu mungkin mengkhawatirkanmu. Saya akan mengantarmu pulang.” Perhatiannya menggerakkan perampok itu, dan dia menyimpan pisaunya.
Ibu Wong menjelaskan: “Keluarga saya dulu menjalani kehidupan yang sulit, jadi saya belajar mengemudi dan menjadi sopir taksi. Meskipun saya tidak menghasilkan banyak uang, kami lebih baik dari sebelumnya. Tapi lihatlah dirimu! Seorang pria dengan tubuh yang sehat. Apa yang tidak bisa kau lakukan?! Jika kamu terus berada di jalan ini, hidupmu akan hancur, Nak”
Ketika mereka tiba di rumah perampok tersebut, Wong mengatakan kepadanya saat dia keluar: ” Kau tidak merampok dariku. Saya sudah memberikan uangnya padamu. Lakukan sesuatu yang baik dengan uang itu dan jangan merampok lagi.” Perampok itu, yang diam saja selama perjalanan, tiba-tiba berteriak dengan lantang dan mengembalikan uangnya kepada Wong. “Saya berjanji tidak akan melakukan hal ini lagi, apapun yang terjadi!” katanya.
Seperti matahari, kata-kata yang baik dapat menyinari dan menghangatkan orang lain seumur hidup.
Selama di sekolah menengah, penulis Taiwan, Lin Qingxuan, dianggap sebagai murid yang buruk secara akademis dan perilaku; namun, gurunya, Wang Yucang, tidak pernah memandang rendah padanya. Kadang kadang Wang mengajak Lin makan malam dan ketika ia berhalangan mengajar, Wang mempercayakan Lin menjadi asisten guru di kelas kecil. dan Wang mengatakan kepadanya: “Saya telah mengajar selama 50 tahun. Saya dapat melihat hanya dengan sekali pandang bahwa Anda bisa menjadi seseorang yang hebat.”
Kata-kata itu menggerakkan Lin. Sejak saat itu, ia memutuskan untuk bekerja keras untuk mencapai sebuah tujuan. Beberapa tahun kemudian, Lin menjadi seorang wartawan. Di akhir sebuah artikel tentang pencurian, Lin berkomentar: “Dengan pikiran yang begitu cermat, keterampilan yang begitu cekatan, dan gaya yang begitu unik, pencuri ini sebenarnya dapat melakukan hal lain dan pasti berhasil!”
Dia tidak pernah menyangka bahwa kata-kata yang tulus dan spontan itu akan memiliki dampak yang begitu besar pada seorang pemuda. Dua puluh tahun kemudian, pemuda itu, yang dulunya adalah seorang pencuri, telah mengubah hidupnya dan menjadi seorang wirausahawan yang cukup terkenal. Dalam sebuah pertemuan tak terduga dengan Lin, pria itu dengan tulus mengucapkan terima kasih kepadanya: “Artikel Anda itu mencerahkan titik buta dalam hidup saya. Artikel itu menyadarkan saya bahwa saya bisa melakukan sesuatu yang berguna selain menjadi pencuri!”
Bagi seseorang yang hampir saja mengambil jalan yang salah, kata-kata yang penuh perhatian dan menyemangati bagaikan bola api yang memberikan kehangatan, kepercayaan diri, dan harga diri. Kata-kata tersebut membuat orang memiliki energi untuk terus maju dan mencapai lebih banyak hal.

