Penting bagi orang tua untuk mendidik anak-anak agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang menjunjung moralitas dalam hidup mereka sehingga kelak bermanfaat bagi diri sendiri, orang tua, negara dan siapa pun di sepanjang hidup mereka.
Kami telah merangkum lima cerita anak yang luar biasa, dan setiap cerita mengandung pesan moral yang dapat dipelajari oleh anak-anak dengan cara menyenangkan.

- Petualangan Pinokio
Masih ingat kisah ini? Semua orang pasti tahu ceritanya. Petualangan Pinokio ditulis oleh penulis Italia Carlo Collodi, berkisah tentang boneka kayu yang suka berbohong dan hidungnya akan memanjang setiap kali berbohong.
Cerita anak popular ini telah difilmkan oleh Disney, menggambarkan kehidupan boneka ciptaan Geppeto, yang bermimpi suatu hari bisa menjadi bocah lelaki sungguhan.
Pesan moral dari kisah ini – jadilah orang dengan keperibadian moral yang kuat – digambarkan lewat dedikasi Pinokio untuk berusaha menjadi seorang yang jujur, baik, bekerja keras dan rajin belajar demi menjadi seorang bocah lelaki sungguhan.
2. Semut dan Belalang

Sebuah fabel karya Aesop, seorang pendongeng dari era Yunani Kuno. Fabel ini menyoroti perbedaan kontras antara semut-semut pekerja keras yang mengumpulkan makanan untuk persiapan musim dingin yang panjang dan seekor belalang yang suka bernyanyi dan puas diri, suka bersenang-senang dan tidak peduli bahwa makanan akan susah didapat ketika musim berganti dan cuaca menjadi buruk.
Belalang menggoda semut, “Hei, mengapa tidak ikut main bersamaku daripada bekerja terus?”
“Kami sedang bekerja sama menyimpan makanan untuk persiapan musim dingin,” jawab salah seekor semut, “seharusnya kamu juga melakukan hal yang sama.”
“Musim dingin masih lama dan ini adalah hari yang indah untuk bermain-main.” ujar si belalang yang riang.
Saat musim dingin akhirnya tiba, belalang tidak bisa bersenang-senang lagi. Karena tidak membuat persiapan untuk musim dingin, semua tanaman mati tertutup salju tebal, makanan tidak ada, belalang yang kelaparan akhirnya meminta makanan kepada para semut.
Fabel ini mengajarkan kepada anak-anak tentang pentingnya bekerja keras sebagai tanggung jawab terhadap diri sendiri dan keluarga, perlunya perencanaan masa depan serta tidak menyia-nyiakan waktu untuk kesenangan diri semata.
3. Putri Duyung Kecil (Little Mermaid)

The Little Mermaid ditulis oleh Hans Christian Andersen seorang penulis cerita anak terkenal asal Denmark. Dongeng ini menceritakan seorang putri duyung yang jatuh cinta pada seorang pangeran. Ketika si putri duyung mengetahui bahwa umur manusia jauh lebih pendek daripada duyung yang dapat hidup sekitar 300 tahun, dan bahwa manusia memiliki jiwa yang dapat naik ke langit dan hidup abadi apabila berakhlak mulia, si putri duyung pun berharap bisa menjadi manusia.
Dia menemukan penyihir yang dapat mengabulkan permintaannya… tetapi tentunya dengan syarat.
Dalam perjalanan untuk mendapatkan perhatian dan cinta sang pangeran serta kehidupan abadi, putri duyung menanggung banyak penderitaan.
Meski akhirnya patah hati ketika pangeran jatuh cinta dengan gadis lain, putri duyung akhirnya menemukan kebahagiaan karena sifatnya yang tidak mementingkan diri sendiri dan karena telah mengalami banyak penderitaan dalam mengejar keabadian.
Cerita ini memiliki pesan sedikit lebih dalam dan mengajarkan anak-anak untuk menjunjung tinggi moralitas, bersyukur menjadi manusia dan mengutamakan kebajikan demi masa depan yang cerah.
4. Kelinci dan Kura-kura

Benar-benar kisah klasik! Satu lagi fabel dari Aesop yang menceritakan seekor kelinci sombong yang selalu mengejek kura-kura lambat, ditantang dalam sebuah perlombaan lari. Menganggapnya sebagai lelucon terbesar yang pernah didengar, kelinci menerima tantangan tersebut, namun harus menerima kekalahan yang memalukan karena tidur di tengah perlombaan. Kura-kura yang bergerak perlahan dan mantap, dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, akhirnya melewati garis finish dan memenangkan perlombaan.
Pesan moral dari cerita ini adalah kepercayaan diri, mengingatkan anak-anak agar tidak sombong, dan bahwa langkah yang perlahan tapi mantap “akan memenangkan perlombaan.”
5. Bocah lelaki yang berteriak serigala

Anda kemungkinan besar sering mendengar orang bertanya, “pernah mendengar cerita tentang bocah lelaki yang berteriak serigala?” Dalam fabel Aesop ini, ungkapan Bahasa Inggris “berteriak serigala” dicontohkan sepenuhnya dalam dongeng.
Si anak gembala yang usil senang sekali menipu orang-orang sekampung dengan terus berteriak bahwa domba-dombanya dimakan serigala. Setiap kali penduduk kampung datang untuk menolong, hanya berakhir dengan kekecewaan karena terus-menerus dibohongi.
Setelah ditipu berkali-kali, penduduk kampung akhirnya tidak percaya lagi. Dan ketika datang seekor serigala, si bocah kembali menangis sambil berteriak minta tolong, namun tidak ada seorangpun yang menghiraukan. Bahkan dalam beberapa adaptasi kisah ini, si bocah juga turut di mangsa oleh serigala agar memberikan efek pelajaran yang lebih keras.
Sekali lagi, ini adalah dongeng pendek yang menekankan pentingnya menjadi manusia yang jujur dan dapat dipercaya.
Masih ada banyak lagi cerita anak yang bagus. Adakah cerita favorit Anda dalam daftar di atas atau Anda mempunyai cerita lain yang bisa direkomendasikan untuk dibacakan orang tua kepada anak-anak mereka? (ntd.com/ths/eva)
