Site icon NTD Indonesia

8 Pikiran yang Tanpa Disadari Menciptakan Karma Buruk

kekuatan pikiran (©unsplash)

kekuatan pikiran (©unsplash)

Kita sering menganggap karma sebagai hasil dari tindakan, tetapi bagaimana jika benih keberuntungan dan kemalangan yang sebenarnya berasal dalam pikiran Anda? Seperti yang pernah dikatakan oleh Huineng: “Semua ladang berkah terdapat di dalam pikiran.” Untuk benar-benar mengubah nasib Anda, Anda harus mulai dengan mengubah pikiran dan hati Anda. Kebiasaan positif terbentuk secara alami ketika dunia batin Anda dipenuhi dengan kebaikan, dan kehidupan mulai bergeser ke arah yang benar.

Filosofi ini menggemakan kebijaksanaan yang ditemukan dalam Taishang Ganying Pian, sebuah teks Taoisme kuno yang menguraikan perilaku dan pola pikir yang mengikis kebajikan yang tidak terlihat – yang bisa disebut sebagai “karma tersembunyi” Anda.

8 pikiran beracun untuk dikenali dan dihilangkan :

1. Mengharapkan kejatuhan bagi mereka yang berhasil

Pernahkah Anda melihat seseorang  yang naik statusnya dan berharap mereka jatuh? Benih iri hati tidak merugikan orang lain – tetapi merusak pahala Anda. Alih-alih iri hati, cobalah untuk mengagumi. Kesuksesan mereka kemungkinan besar adalah buah dari perbuatan baik di masa lalu. Belajarlah dari mereka. Bercita-citalah, jangan mempersulit mereka.

2. Berharap orang kaya bangkrut

Sangat mudah untuk merasa frustrasi ketika orang lain hidup berkelimpahan sementara Anda kesulitan. Namun, mengharapkan kehancuran finansial pada orang kaya hanya akan menyabotase kemakmuran Anda. Dalam banyak tradisi, kekayaan dipandang sebagai hasil dari kedermawanan atau buah kebaikan dari kehidupan sebelumnya. Jadi, daripada mengingini apa yang orang lain miliki, bersyukurlah atas apa yang Anda miliki saat ini.

3. Menyimpan pikiran penuh nafsu tentang orang lain

Melihat sesuatu yang menarik dan langsung merasa posesif atau bernafsu – terutama terhadap pasangan atau pasangan orang lain – merusak kejernihan moral Anda. Jika Anda tidak ingin orang lain berpikir seperti itu tentang orang yang Anda cintai, mengapa Anda harus membiarkan pikiran itu ada dalam diri Anda? Menghormati orang lain sebagaimana Anda ingin dihormati akan menjaga martabat dan integritas spiritual Anda.

4. Berpikir buruk kepada orang yang pernah memberi Anda Hutang

Jika Anda pernah berpikir: “Seandainya saja dia tidak ada, saya tidak perlu membayar utang itu,” maka berhati-hatilah; ini adalah salah satu pola pikir yang paling merusak. Rasa syukur karena pernah dibantu disaat sulit seharusnya memandu Anda dalam segera mengembalikan utang, bukan sebaliknya, menjauhi dan berharap dia celaka. Melunasi utang bukan hanya masalah keuangan – ini adalah kewajiban spiritual.

5. Mengutuk mereka yang tidak membantu

Sangat mudah untuk merasa dendam ketika seseorang menolak permintaan atau tidak membantu Anda. Namun, menolong adalah sebuah kebaikan, bukan kewajiban. Menanggapi dengan kemarahan atau umpatan hanya akan merusak jiwa Anda sendiri. Kembangkanlah keseimbangan batin dan rasa syukur, apa pun hasilnya.

6. Membicarakan Orang Saat Dia Jatuh

Menendang seseorang saat kehidupan mereka jatuh – berbicara buruk tentang mereka saat mereka rentan – bukan hanya tidak baik, tetapi juga menambah karma buruk Anda. Hidup adalah sebuah siklus, dan kita semua mengalami pasang surut. Empati dan dorongan membangun jembatan; penghakiman membakarnya.

7. Memandang Rendah Mereka yang Terlihat Berbeda

Apakah seseorang memiliki cacat fisik atau penampilan yang tidak biasa, memandang rendah mereka menunjukkan kurangnya belas kasih. Setiap jiwa berhak mendapatkan martabat. Alih-alih merendahkan, tunjukkanlah rasa respek kepada mereka.

8. Menekan Bakat Orang Lain Karena Iri Hati

Ketika seseorang bersinar, naluri Anda mungkin akan meremehkan kecemerlangan mereka. Namun, hal tersebut tidak hanya meredupkan cahaya mereka – tetapi juga menjatuhkan jiwa Anda sendiri.  Ikutlah senang dengan pencapaian orang lain. Promosikan orang lain yang memang berbakat. Ketika satu orang bangkit, dia akan mengangkat yang lain secara bersama-sama.

Bagaimana mengubah nasib Anda dengan mengubah hati Anda

Meskipun sering kali hanya sekilas, setiap pemikiran ini meninggalkan bekas. Lanskap internal kita memiliki pengaruh langsung pada dunia yang kita alami. Hidup Anda mencerminkan nilai-nilai yang sama ketika Anda memelihara pikiran Anda dengan welas asih, kemurahan hati, dan kerendahan hati.

Pada akhirnya, seperti yang dikatakan orang bijak: “Apa yang menjadi milik Anda tidak akan hilang; apa yang bukan milik Anda, tidak dapat dipaksakan diperoleh.” Lepaskanlah pikiran-pikiran yang berbahaya. Berbuat baik. Bersikaplah baik. Dan lihatlah buah pahala pikiran baik Anda berkembang seiring waktu.